
Karakter Cinderella
JawaPos.com - Karakter para putri Disney yang tergabung dalam franchise Disney Princess tak hanya disukai anak-anak. Orang dewasa pun menyukai Snow White, Belle, Cinderella, dan kawan-kawannya. Apalagi, Film Beauty and The Beast yang dirilis dan sukses di pasaran merupakan bukti bahwa karakter para putri Disney dicintai banyak kalangan.
Rob Gilby, managing director The Walt Disney Company wilayah Asia Tenggara memaparkan bagaimana cara membuat para putri ini dicintai lewat wawancara bersama Jawa Pos.
Jawa Pos (JP): Sebenarnya, apa tujuan utama dari putri sebagai tokoh utama?
Rob Gilby (R): Kami ingin agar perempuan punya porsi lebih banyak sebagai tokoh sentral sekaligus menjadikan mereka sosok yang inspiratif. Selain itu, dengan adanya perempuan sebagai tokoh utama, kami ingin agar penonton bisa melihat secara langsung bagaimana mereka menghadapi persoalan dengan cara masing-masing.
R : Para karakter putri itu sangat ikonik dan populer. Mereka punya cukup banyak penggemar dari anak kecil hingga orang dewasa. Supaya para fans bisa lebih mengenal mereka, kami mewadahi para karakter putri dalam sebuah franchise. Jadi, kami bisa mengenalkan karakter putri dengan promosi yang lebih fokus dan terkonsep.
JP : Ada perubahan karakter putri dari yang klasik dan pasif (Snow White, Cinderella, dan Sleeping Beauty) menjadi lebih modern dan aktif (Mulan, Rapunzel, dan Merida). Apa yang melatarbelakangi perubahan karakter itu?
R : Kami sadar bahwa zaman telah berubah, dan perempuan kini lebih modern. Kami ingin membuat para putri pun demikian. Kami membuat mereka lebih aktif, pemberani, dan bebas memutuskan jalan hidup mereka. Hal yang sama kami terapkan dalam live action Cinderella (2015), dimana karakter Cinderella lebih berani mengungkapkan pikiran dan perasaannya kepada ibu tirinya.
JP : Bagaimana dengan sosok Belle dalam live action Beauty and The Beast?
R: Sosok Belle di sini hampir sama dengan versi animasinya pada 1991. Tapi, di sini kami tampilkan dia lebih kuat dan berani untuk membuatnya lebih relevan dengan kondisi zaman sekarang.
JP: Etnis dan ras Disney Princess pun kini mulai beragam?
R: Benar sekali. Dengan demikian, kami ingin menunjukkan bahwa siapapun bisa menjadi princess dan menginspirasi banyak orang. Kami tidak mau terfokus pada ras atau etnis tertentu, tapi ingin merangkul semuanya.
JP : Apa yang membuat para putri Disney tetap konsisten walaupun penokohannya berubah?
R : Yang jelas, setiap putri membawa tiga value utama. Yakni kebaikan, keberanian, dan impian. Dalam setiap kisah mereka, tiga hal ini hampir selalu muncul ketika mereka berjuang atau menjalin relasi dengan tokoh lain di dalam cerita.
JP : Moana, Anna, Elsa, serta beberapa karakter perempuan Disney lainnya tidak masuk dalam daftar resmi Disney Princess. Mengapa?

5 Mall Terbaik dan Paling Cozy di Solo, Cocok untuk Menikmati Kuliner, Belanja, dan Nongkrong di Satu Tempat
7 Mall Terbaik di Bandung dengan Banyak Tenant Kuliner dan Spot Foto yang Instagramable
Persebaya Surabaya Dilaporkan Capai Kesepakatan dengan Striker Asing, Punya Rekam Jejak di Indonesia!
Bupati Roby Kurniawan Disebut Netizen Sebagai Bupati R yang Bikin Ayu Aulia Kehilangan Rahim
11 Tempat Berburu Sarapan Bubur Ayam Paling Enak di Bandung, Layak Masuk Daftar Wisata Kuliner!
10 Rekomendasi Bubur Ayam Paling Favorit di Surabaya, Terkenal Lezat dan Jadi Langganan Pecinta Kuliner Pagi
10 Rekomendasi Kuliner Bakmi Jawa di Surabaya, Pengunjung Sampe Rela Antre Demi Seporsi Kenikmatan Kuliner Malam Satu Ini!
14 Kuliner Nasi Goreng Paling Enak di Bandung, Tiap Hari Pelanggan Rela Antre Demi Menikmati Kelezatan Kuliner Malam Satu Ini!
14 Daftar Mall Terbaik di Bandung yang Selalu Ramai Dikunjungi, Lengkap untuk Shopping dan Hiburan Keluarga
10 Mall di Semarang yang Tak Pernah Sepi Pengunjung, Tempat Favorit untuk Belanja dan Nongkrong
