Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 6 Juni 2017 | 08.46 WIB

Asyik, Disney Tertarik Bikin Tokoh Princess Terinspirasi Indonesia

Karakter Cinderella - Image

Karakter Cinderella


JawaPos.com - Karakter para putri Disney yang tergabung dalam franchise Disney Princess tak hanya disukai anak-anak. Orang dewasa pun menyukai Snow White, Belle, Cinderella, dan kawan-kawannya. Apalagi, Film Beauty and The Beast yang dirilis dan sukses di pasaran merupakan bukti bahwa karakter para putri Disney dicintai banyak kalangan.



Rob Gilby, managing director The Walt Disney Company wilayah Asia Tenggara memaparkan bagaimana cara membuat para putri ini dicintai lewat wawancara bersama Jawa Pos.



Jawa Pos (JP):  Sebenarnya, apa tujuan utama dari putri sebagai tokoh utama?


Rob Gilby (R): Kami ingin agar perempuan punya porsi lebih banyak sebagai tokoh sentral sekaligus menjadikan mereka sosok yang inspiratif. Selain itu, dengan adanya perempuan sebagai tokoh utama, kami ingin agar penonton bisa melihat secara langsung bagaimana mereka menghadapi persoalan dengan cara masing-masing.



JP : Lantas, mengapa para putri Disney dibuatkan franchise khusus Disney Princess?


R : Para karakter putri itu sangat ikonik dan populer. Mereka punya cukup banyak penggemar dari anak kecil hingga orang dewasa. Supaya para fans bisa lebih mengenal mereka, kami mewadahi para karakter putri dalam sebuah franchise. Jadi, kami bisa mengenalkan karakter putri dengan promosi yang lebih fokus dan terkonsep.



JP : Ada perubahan karakter putri dari yang klasik dan pasif (Snow White, Cinderella, dan Sleeping Beauty) menjadi lebih modern dan aktif (Mulan, Rapunzel, dan Merida). Apa yang melatarbelakangi perubahan karakter itu?


R : Kami sadar bahwa zaman telah berubah, dan perempuan kini lebih modern. Kami ingin membuat para putri pun demikian. Kami membuat mereka lebih aktif, pemberani, dan bebas memutuskan jalan hidup mereka. Hal yang sama kami terapkan dalam live action Cinderella (2015), dimana karakter Cinderella lebih berani mengungkapkan pikiran dan perasaannya kepada ibu tirinya.



JP : Bagaimana dengan sosok Belle dalam live action Beauty and The Beast?


R: Sosok Belle di sini hampir sama dengan versi animasinya pada 1991. Tapi, di sini kami tampilkan dia lebih kuat dan berani untuk membuatnya lebih relevan dengan kondisi zaman sekarang.



JP: Etnis dan ras Disney Princess pun kini mulai beragam?


R: Benar sekali. Dengan demikian, kami ingin menunjukkan bahwa siapapun bisa menjadi princess dan menginspirasi banyak orang. Kami tidak mau terfokus pada ras atau etnis tertentu, tapi ingin merangkul semuanya.



JP : Apa yang membuat para putri Disney tetap konsisten walaupun penokohannya berubah?


R : Yang jelas, setiap putri membawa tiga value utama. Yakni kebaikan, keberanian, dan impian. Dalam setiap kisah mereka, tiga hal ini hampir selalu muncul ketika mereka berjuang atau menjalin relasi dengan tokoh lain di dalam cerita.



JP : Moana, Anna, Elsa, serta beberapa karakter perempuan Disney lainnya tidak masuk dalam daftar resmi Disney Princess. Mengapa?

Editor: Dhimas Ginanjar
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore