
Tim produksi dan pemain film "Paku Tanah Jawa" saat jumpa media di Jakarta, Jumat (02/06/2023). (ANTARA/Rizka Khaerunnisa)
JawaPos.com - Film horor Paku Tanah Jawa produksi Loop Entertaiment dari Indonesia dan Armani Entertaiment dari Malaysia, mulai memasuki tahap produksi pada 4 Juni mendatang dengan mengambil lokasi syuting di Jogjakarta, dikutip dari ANTARA.
Sutradara Bambang Drias mengatakan film tersebut mengangkat mitos paku tanah Jawa yang berkembang dan dipercayai oleh masyarakat di sekitar Gunung Tidar, Magelang, Jawa Tengah.
"(Setelah riset), Gunung Tidar itu (dipercaya) adalah pusat alam gaib. Semua kesaktian itu (menurut mitos) pusatnya di Gunung Tidar," kata Drias saat acara jumpa media di Jakarta, Jumat (2/6).
"Dari situlah akhirnya kita kembangkan ide (cerita) bahwa semua kesaktian adalah berpusat di Gunung Tidar," imbuh dia.
Menurut Drias, pihaknya berusaha untuk mengembangkan cerita dalam film "Paku Tanah Jawa" yang diharapkan dapat beresonansi terhadap logika masyarakat masa sekarang dengan melibatkan motif perselingkuhan. Ide film ini, kata dia, sudah muncul sekitar dua tahun lalu.
"Kami (Drias dan produser) bagaimana men-treatment film ini sesuai dengan logika tahun ini, saya combine (ceritanya). Kalau di film drama itu kayak ada beberapa film tentang perselingkuhan. Ini (Paku Tanah Jawa) sama. Cuma ini lebih ke horor dengan menggunakan mistis Jawa," jelas Drias.
Baca Juga: Dibahas Sejak 2011, Timor Leste Segera Resmi Jadi Anggota Kesebelas ASEAN
Walaupun mengangkat mitos Gunung Tidar, Drias mengatakan syuting tidak dilakukan di tempat tersebut. Sebagai alternatif, tim produksi memilih Jogjakarta sebagai lokasi syuting mengingat daerah ini juga masih memiliki geografis yang serupa.
"Untuk lokasi syuting, memang di Jawa tapi kita nggak terpusat di Gunung Tidar. Secara treatment, kita mungkin di Jogja, secara geografis itu hampir sama," ujar dia.
Menurut Drias, tim produksi menargetkan syuting akan selesai dalam waktu sekitar 20 hari. Total terdapat sembilan set untuk syuting, ditambah satu set perkampungan yang dibangun oleh tim produksi.
Baca Juga: PTUN Jakarta Kabulkan Eksepsi IAI Soal Gugatan Mahasiswa UTA 45 yang Tak Lolos UKAI
Sutradara itu menargetkan film Paku Tanah Jawa dapat tayang di bioskop Indonesia pada tahun ini. Berkat kerja sama dengan rumah produksi Armani Entertaiment dari Malaysia, film horor ini juga rencananya akan ditayangkan di bioskop di Negara Jiran itu.
Produser eksekutif dari Armani Entertaiment Dato Kk Chua mengatakan pihaknya tertarik untuk berinvestasi di film Paku Tanah Jawa mengingat cerita horor yang didasarkan pada mitos atau legenda dari Indonesia memiliki kecocokan cita rasa dengan penonton di Malaysia.
Baca Juga: Maksimalkan Kuota Legiun Asing, Arema FC bakal Kedatangan Pemain Timnas Kamerun
"Kita berharap bisa membawa cerita legenda mistik seperti ini ke Malaysia juga," ujar dia.
Paku Tanah Jawa menampilkan akting dari para pemain seperti Masayu Anastasia, Gisellma Firmansyah, Badriyah Afif, Ismi Melinda, Wafda Saifan, Wanda Hamidah, dan seterusnya. Tak hanya itu, film ini juga menghadirkan artis Malaysia termasuk Muhammad Hairi Amin atau dikenal dengan nama panggung MK K-Clique.

11 Rekomendasi Mall Terbaik di Surabaya yang Bikin Betah Jalan-Jalan dan Susah Pulang
10 Mall di Semarang yang Tak Pernah Sepi Pengunjung, Tempat Favorit untuk Belanja dan Nongkrong
Marak Link Live Streaming Gratis Persija Jakarta vs Persib Bandung, Jakmania dan Bobotoh Pilih yang Mana?
KPK Tindaklanjuti Pelaporan Dugaan Korupsi APBD Era Mantan Gubernur Sultra Nur Alam
14 Daftar Mall Terbaik di Bandung yang Selalu Ramai Dikunjungi, Lengkap untuk Shopping dan Hiburan Keluarga
9 Rekomendasi Mall Terbaik di Sidoarjo untuk Belanja, Kuliner, dan Tempat Nongkrong Bersama Keluarga
15 Kuliner Seafood Ternikmat di Surabaya, Hidangan Laut Segar dengan Cita Rasa Khas yang Sulit Dilupakan
Jadwal Moto3 Prancis 2026! Start Posisi 6, Veda Ega Pratama Buka Peluang Podium di Moto3 Prancis 2026
17 Tempat Makan Hidden Gem di Surabaya yang Tidak Pernah Sepi, Rasanya Selalu Konsisten Enak
16 Kuliner Bakso di Yogyakarta yang Rasanya Dinilai Selalu Konsisten Enak, Bikin Para Pengunjung Ketagihan Datang Lagi
