
Momen saat Karina Ranau Ditegarkan keluarga dari Garut di pemakaman Epy Kusnandar. (Abdul Rahman)
JawaPos.com - Prosesi pemakaman aktor Epy Kusnandar tidak dilaksanakan Rabu kemarin karena masih menunggu kehadiran keluarga yang datang dari luar kota.
Tadi pagi, Kamis (4/12), jenazah Epy Kusnandar akhirnya dibaringkan ke tempat peristirahatan terakhir di TPU Jeruk Purut Jakarta Selatan. Prosesi pemakaman sempat diwarnai Isak tangis keluarga.
Salah satu yang sangat terpukul atas meninggalnya Epy Kusnandar adalah sang istri, Karina Ranau. Dia pun tak kuasa membendung air matanya di acara pemakaman aktor yang dikenal publik luas sebagai Kang Mus berkat perannya yang fenomenal dalam sinetron Preman Pensiun.
Usai acara pemakaman, salah satu keluarga dari Garut berusaha menyemangati sekaligus menegarkan Karina Ranau.
"Yang tabah, yang sabar ya, masih ada anak yang harus diperjuangkan. Semoga anaknya sukses," katanya sambil memegangi pundak Karina Ranau di TPU Jeruk Purut Jakarta Selatan.
Lelaki paruh baya yang enggan menyebutkan namanya itu mengatakan, Karina Ranau bisa datang ke Garut kapan saja.
"Kalau ada waktu main ke Garut," pintanya.
Menurut Karina Ranau, meninggalnya Epy Kusnandar cukup mengagetkan baginya. Pasalnya sekitar 2 hari sebelumnya, Epy masih dalam keadaan sehat dan sempat datang ke tempat usaha dengan menggunakan jaket kulit.
Tiba-tiba saja kondisinya drop usai jatuh dari atas tempat tidur dan muntah. Setelah dibawa ke RS PON Cawang Jakarta Timur, dokter tak bisa melakukan tindakan operasi karena kondisinya sudah drop.
Dokter berjanji akan melakukan tindakan operasi ketika kondisi kesehatan Epy Kusnandar membaik. Sayangnya, kondisi kesehatannya semakin kritis hingga dia mengembuskan napas terakhir pada Rabu (3/12) sore.

Jika Persija Jakarta Gagal Juara, The Jakmania Punya Kesempatan Melihat Bobotoh Menangis
10 Rekomendasi Restoran Paling Populer di Surabaya dengan Menu Lengkap dan Harga Variatif
14 Kuliner Malam Bandung yang Paling Enak dan Selalu Ramai hingga Larut Malam dengan Suasana Seru dan Rasa Lezat
Tak Peduli Larangan ke Jepara, The Jakmania Sebut Kebiasaan atau Takut Main di Jakarta saat Persija Jamu Persib
18 Rekomendasi Kuliner di Tangerang untuk Keluarga, Tempat Makan Favorit dari Tradisional sampai Modern
Mengenal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026: Aturan, Materi, dan Ambang Batas
Korban Rudapaksa di Cipondoh Jalani Trauma Healing, DP3AP2KB Kota Tangerang Beri Pendampingan Khusus
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
Bocoran Soal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
