
Rayyan Arkan Dikha, yang terkenal dengan tarian enerjik tembus panggung Bollywood melalui sebuah proyek video klip dengan artis terkenal Zahrah S Khan. (Instagram: @zarakhan)
JawaPos.com-Aura Farming pada tradisi Pacu Jalur kini menembus Bollywood. Seorang bocah 11 tahun, Rayyan Arkan Dikha, yang terkenal dengan tarian enerjik sukses menembus panggung Bollywood melalui proyek video klip dengan artis terkenal Zahrah S. Khan.
Kolaborasi ini pun tampak terlihat pada Instagram resmi Zahrah, @zarakhan, seorang artis Bollywood yang sedang naik daun. Tak hanya satu, terdapat beberapa unggahan yang memuat kebersamaan dengan Dikha. Keduanya tampak luwes beradu akting.
Seperti biasa, Dikha yang berbusana kuning juga berjoget pacu jalur lengkap dengan perahu pada salah satu momen dalam video klip tersebut. Tak cukup berjoget pacu jalur pada video klip, Dikha dengan Zahrah juga tampak melakukan hal serupa pada unggahan lain.
Kabar ini mengejutkan sejumlah penggemar film India di Indonesia. Bahkan ada netizen yang memuat komentar bercanda bahwa kolaborasi dengan pacu jalur akan membuat Bollywood semakin terkenal.
“Bollywood pun akan semakin terkenal lewat tarian pacu jalur,” ungkap @sefranti*****.
Bahkan, ada yang turut mengapresiasi Dikha yang disebutkannya sebagai orang Indonesia pertama yang berkolaborasi dengan artis India.
“Pertama kali orang Indonesia collab dengan Bollywood keren banget,” jelas @angeliads**.
Dikutip dari laman Kemenpar.go.id, pacu jalur adalah lomba mendayung tradisional yang dilakukan secara tahunan di Kuantan Singingi (Kuansing), Riau. Kompetisi pacu jalur menggunakan perahu yang terbuat dari kayu gelondongan atau kayu utuh tanpa sambungan.
Masyarakat Riau menyebut jenis perahu dari kayu utuh seperti ini sebagai jalur. Jadi pacu jalur dari segi bahasa memiliki makna lomba adu cepat antara perahu yang terbuat dari kayu utuh.
Jika dilihat dari sejarahnya, pacu jalur merupakan tradisi turun temurun yang diwariskan leluhur masyarakat wilayah Kuansing. Pada zaman dahulu, di abad ke-17 Masehi, perahu jalur hanya dipakai sebagai alat transportasi bagi masyarakat yang tinggal di sepanjang aliran Sungai Kuantan.
Awalnya jalur hanya dibuat sederhana, dengan mementingkan fungsi sebagai alat transportasi air karena alat transportasi darat belum semaju sekarang. Namun seiring waktu berjalan, perahu jalur semakin berkembang, baik dari segi bentuk hingga tampilannya.
Perkembangan ini kemudian memunculkan ide lomba adu cepat antara perahu jalur. Awalnya lomba pacu jalur diadakan untuk memeriahkan hari besar keagamaan di Riau seperti Hari Raya Idul Fitri.
Saat masa penjajahan Belanda, lomba pacu jalur dijadikan acara untuk merayakan ulang tahun Ratu Wilhelmina setiap 31 Agustus hingga 2 September.

16 Tempat Wisata Terbaik di Pandaan Pasuruan yang Buat Liburan Penuh Panorama Alam, Pegunungan dan Ketenangan
Persebaya Surabaya Dikabarkan Rekrut 2 Striker dan 2 Bek Baru, Ada Punggawa Tim Nasional
Berburu Oleh-Oleh Khas Pasuruan? Ini 15 Buah Tangan yang Cocok untuk Keluarga di Rumah Berdasarkan yang Paling Dicari Wisatawan
Pemerintah Cabut Izin 2.231 Pengecer dan Distributor Pupuk Subsidi yang Rugikan Petani
Jadwal Shalat Idul Adha 2026 di Jakarta, Bandung, Surabaya, dan Kota Besar Lainnya
Abu Janda Dilaporkan ke Polisi Oleh Ikatan Keluarga Minang Hari Ini, Buntut Sebut Sumbar 'Barbar' dan Intoleran
Dulu Antreannya Mengular dan Jadi Buah Bibir Media Sosial, Kini Terlihat Lengang: Mengulik 5 Tempat Makan yang Sempat Viral Lalu Sepi Pengunjung
11 Kuliner Maknyus Sekitar Kebun Raya Bogor, Tempat Makan yang Sejuk, Nyaman dan Enak
Persib Bandung Dilaporkan Berburu 2 Winger Kiri Baru demi Prestasi di AFC, Nilai Pasarnya Lewati Thom Haye!
Orang yang Semakin Cantik Secara Fisik Seiring Bertambahnya Usia Biasanya Mengadopsi 6 Kebiasaan Sehari-hari Ini Menurut Psikologi
