
Masayu Anastasia enggan banyak komentar di persidangan kemarin.
JawaPos.com–Film horor Paku Tanah Jawa siap meramaikan industri perfilman tahun ini. Disutradarai Bambang Drias, film tersebut mengangkat kisah tentang urban legend dari kawasan Gunung Tidar, Magelang, Jawa Tengah.
Sederet aktor ternama seperti Masayu Anastasia, Wafda Saifan, Gisellma Firmansyah, Wanda Hamidah, dan Bedu, turut membintangi film tersebut. Masayu Anastasia ceritakan banyak pengorbanan untuk film tersebut. Tidak hanya harus berakting dengan ular. Masayu juga diminta menaikkan bobot tubuhnya hingga 6 kg.
”Aku diminta sama Mas Bambang untuk naikin 5-6 kilogram, itu dalam dua minggu ya pas reading,” ujar Masayu saat press screening di kawasan Jakarta Selatan, Senin (3/6).
Selain itu, mantan istri Lembu Wiroro Jati itu juga diminta bisa menari bak sinden sungguhan.
”Terus untuk latihan nari aku cuma dapat waktu sehari,” ujar Masayu.
Dia mengakui, sempat merasa ada yang tidak beres dengan kondisi tubuh usai latihan karena gal gaib.
”Pas sampai Jogja latihan, udahannya sini (pundak) aku berat, aku merasa ini ada yang nggak beres karena dipijet nggak ilang. Terus kalau kalian lihat mata Handini itu bukan mata aku, itu kan yang aku lihat,” jelas Masayu Anastasia.
Selain aktor lokal, film Paku Tanah Jawa juga melibatkan dua aktor Malaysia, yakni Mk. K Clique dan Hafis Upin. Namun keduanya mengalami nasib yang berbeda. Jika Mk. K Clique harus main adegan dengan ular, Hafis Upi merasa selamat karena terhindar dari adegan serupa.
”Saya takut ular juga sebetulnya tapi saya pasrah saja. Pengalaman horor di Indonesia akan sangat laku di Malaysia, saya senang bisa terlibat di film Indonesia," terang Mk K. Clique.
Sementara bagi Hafis Upin, pengalamannya bermain di film Paku Tanah Jawa menjadi portofolio perjalanan karir berakting. Dia mengaku bangga bisa terlibat di film tersebut sekaligus beradu akting dengan Masayu Anastasia dan lainnya.
”Aku bangga sama diri aku sendiri. Ini pengalaman yang nggak akan terlupakan ketika bisa beradu akting dengan artis Indonesia. Buat saya semuanya hebat banget, ini seperti mimpi di siang bolong, kalau MK ada di ular aku bersyukur nggak ada yaa,” lanjut Hasif Upin.
Produser dari Armani Entertainment, Datuk Kk Chua bicara soal kemungkinan adanya kelanjutan alias sequel dari film tersebut.
”Kita harapannya ada sequel, yaa jadi semoga di minggu pertama dan kedua bisa dapat sambutan baik,” ucap Datuk.
Sementara itu, Bambamg Drias yakin jika film Paku Tanah Jawa akan sangat diterima penonton Indonesia dan Malaysia. Sebab, tema alur cerita yang diangkat sangat dekat dengan masyarakat di Indonesia.
”Saya optimistis yaa ketika produksi, saya merasa film ini dekat dengan masyarakat Indonesia. Terus di Malaysia film Indonesia di sana ramai dan laris yaa, mungkin sampai detik ini yang laris horor, yaa akhirnya sama Datuk kita yakin bikin horor,” terang Bambang.

Bocor! Alasan Brian Uriarte Tetap P4 Meski Crash di Moto3 Hungaria 2026, Bikin Veda Ega Pratama Finis P16
Menebak Ranking FIFA Timnas Indonesia Selanjutnya Jika Menang Lawan Mozambik
Profil Irjen Pipit Rismanto, Pati Polri yang Diungkap IPW Diduga Diperiksa Propam Polri Terkait Dugaan Korupsi Pertambangan
Viral! Diduga Dana Operasional Belum Cair, Sejumlah SPPG Mogok Operasional Mulai 8 Juni 2026
Prediksi Piala Dunia 2026: Sejarah Sebut Hanya 5 Tim Lolos Semua Kriteria Juara, Belanda Masuk Daftar
Viral Pengemudi Ojek Pangkalan Getok Harga Rp 400 Ribu Senayan-Bundaran HI, Modus Bilang Tarif "58"
Resmi! Veda Ega Pratama Kena Long Lap Penalty, Peluang Podium Moto3 Hungaria 2026 Terancam?
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Apa Itu Weton Tibo Pati dan Siapa Saja yang Mendapatkan Julukan Ini? Simak Misteri di Balik Nasib Weton Tibo Pati
Isu Reshuffle Kabinet Sempat Mencuat, Siapa Saja Menteri Berpotensi Diganti oleh Presiden Prabowo?
