Logo JawaPos
Author avatar - Image
Senin, 20 November 2023 | 18.37 WIB

Ramai Coldplay Tour dengan Private Jet Ini Fakta Produksi Emisi Karbon ‘Si Miskin-Si Kaya’, Siapa Paling Banyak

Emisi Karbon Hasil dari Kegiatan Industri Kelompok Capital (geographical.co.uk) - Image

Emisi Karbon Hasil dari Kegiatan Industri Kelompok Capital (geographical.co.uk)

JawaPos.com - Beberapa hari terakhir ramai kritikan oleh netizen atas ulah Coldplay yang dikabarkan melakukan tour menggunakan Private Jet.

Pada studi terkini mengenai ketidaksetaraan iklim global menunjukkan bahwa kelompok elit, termasuk miliarder, jutawan, dan individu dengan pendapatan di atas US$140.000 atau setara Rp2,1 miliar per tahun, menyumbang sekitar 16 persen dari total emisi CO2 di dunia pada tahun 2019.

Kontribusi mereka dianggap cukup serius, menyebabkan lebih dari satu juta kematian akibat panas, demikian disampaikan dalam laporan tersebut.

Menurut laporan terbaru, terjadi ketidaksetaraan yang mencolok dalam tanggung jawab emisi karbon di dunia, di mana 1 persen penduduk terkaya bertanggung jawab atas lebih banyak emisi karbon daripada 66 persen penduduk termiskin.

Dampaknya sangat mengerikan bagi komunitas rentan, dan hal ini juga dapat menghambat upaya global dalam menangani darurat iklim.

Dalam enam bulan terakhir, Guardian telah berkolaborasi secara eksklusif dengan Oxfam, Stockholm Environment Institute, dan para ahli lainnya untuk menyajikan investigasi khusus bertajuk "The Great Carbon Divide”.

Laporan ini mendalam menjelajahi penyebab dan konsekuensi ketimpangan karbon serta dampak tidak proporsional yang ditimbulkan oleh individu super kaya, yang disebut sebagai "elit pencemar”.

Keadilan iklim diangkat sebagai agenda utama dalam KTT iklim PBB Cop 28 yang berlangsung bulan ini di Uni Emirat Arab.

Dilansir tertulis oleh JawaPos.com dari theguardian.com menyebutkan, menurut laporan Oxfam, meskipun 1 persen dari individu paling berkecukupan cenderung menghabiskan hidup dalam lingkungan yang terisolasi dari dampak iklim dan memiliki fasilitas pendingin udara, emisi yang dihasilkan oleh kelompok ini, sekitar 5,9 miliar ton CO2 pada tahun 2019, secara halus berkontribusi pada penderitaan yang luar biasa.

Dengan menggunakan rumus "biaya kematian" yang digunakan oleh Badan Perlindungan Lingkungan AS, laporan ini menghitung bahwa emisi dari 1 persen individu terkaya saja sudah cukup untuk menyebabkan pemanasan global.

Serta berpotensi menimbulkan kematian terkait sekitar 1,3 juta orang selama beberapa dekade mendatang.

Selama 1990-2019, akumulasi emisi dari 1 persen individu terkaya setara dengan menghapus panen jagung Uni Eropa, gandum AS, beras Bangladesh, dan kacang kedelai Tiongkok tahun lalu.

Laporan tersebut menyimpulkan bahwa individu yang termasuk dalam 99 persen terbawah memerlukan waktu sekitar 1.500 tahun untuk menghasilkan jumlah emisi karbon yang setara dengan yang dihasilkan oleh miliarder terkaya dalam satu tahun.

Laporan tersebut menyatakan bahwa jejak karbon sebesar 0,1 persen dari kapal superyacht, jet pribadi, rumah mewah, hingga penerbangan luar angkasa dan bunker hari kiamat, merupakan berita buruk bagi iklim.

Karena jumlahnya 77 kali lebih tinggi dari tingkat tertinggi yang dibutuhkan untuk mencapai puncak pemanasan global pada 1,5 derajat celcius.

Editor: Hanny Suwindari
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore