
Tulus di kawasan Sudirman, Jakarta Pusat, Kamis (19/10)
JawaPos.com - Penyanyi Tulus prihatin dengan populasi Gajah Sumatera di Indonesia saat ini. Menurutnya hewan berbadan besar itu kini semakin berkurang dan terancam punah. Apalagi The International Union For Conservation of Nature (IUCN) memasukkan gajah di sini dalam daftar merah spesies kritis.
"Saya prihatin dengan populasi gajah sekarang. Banyak yang terbunuh dan mati. Padahal menurut saya gajah bukan hama, tapi mereka adalah ikut serta sebagai paru-paru Indonesia," kata Tulus di kawasan Sudirman, Jakarta Pusat, Kamis (19/10).
Karena keprihatinan itu, pria asal Bukittinggi tersebut berinisiatif untuk bekerjasama dengan organisasi WWF Indonesia. Sebagai kontribusinya, dia membentuk kampanye #JanganBunuhGajah pada 2016 untuk menjaga konservasi gajah.
Tidak berhenti di situ, pelantun Monokrom tersebut kembali melanjutkan niat mulianya. Tulus pada tahun ini mengembangkan kampanyenya menjadi #TemanGajah. Di sini dia berkolaborasi dengan berbagai pihak untuk menjalankannya.
"Saya ingin melakukan sesuatu kontribusi, untuk membantu keberadaan gajah karena Gajah Sumatera lagi kritis," jelasnya.
Kampanye #TemanGajah masih memiliki fokus yang sama, yakni mengajak masyarakat menjaga kehidupan gajah. Kegiatan itu menyusul kondisi Gajah Sumatera yang memprihatinkan dan menjadi daftar merah The International Union For Conservation of Nature (IUCN) sebagai spesies kritis. Untuk menyelamatkan gajah tersisa dan memantau keberadaan kelompoknya, WWF Indonesia membutuhkan 20 buah kalung satelit GPS yang dipasang ke 20 kelompok gajah.
"Dengan adanya ini bisa mengurangi ancaman yang membahayakan gajah. Semoga masyarakat lebih sadar kondisi gajah saat ini dan mari bersama menyelamatkannya," jelasnya.
"Kampanye lebih besar, target penggalangan dana lewat Kita Bisa mencapai Rp 500 juta untuk membeli kalung gajah tersebut," sambung Ririe dari Tulus Company.
Seperti diketahui, Tulus adalah salah satu seniman yang sangat peduli pada hewan gajah. Pada malam puncak Anugerah Musik Indonesia (AMI) Awards 2015, dia mendapat penghargaan untuk Karya Album Terbaik lewat albumnya berjudul Gajah. Namun di saat bersamaan, pria asal Bukittinggi itu justru mendengar kabar buruk bahwa Yongki, gajah yang membantunya dalam video klip ternyata meninggal. Nahasnya lagi, tewasanya hewan jantan itu karena dibunuh dan diambil gadingnya. Berita duka itu lantas membuat Tulus berinisiatif untuk terlibat menjaga konservasi gajah.

Dana Desa Terpangkas untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Infrastruktur Sebagian Desa di Tulungagung Tak Sesuai Rencana
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
12 Spot Kuliner Bakso di Bandung yang Terkenal karena Tekstur Dagingnya yang Juara
15 Rekomendasi Restoran Terbaik Dekat Tugu Muda Semarang: Surganya Kuliner yang Wajib Dicoba Pelancong dan Wisatawan!
18 Rekomendasi Sarapan Pagi di Bandung Paling Sedap, Sederet Kuliner Mantap yang Wajid Disantap
Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
10 Spot Mie Kocok di Bandung Terenak, Kuliner Khas dengan Kuah Kental dan Bumbu Tradisional
12 Restoran Seafood Terenak di Bandung, Surganya Kuliner Laut yang Tak Pernah Sepi Pengunjung
15 Kuliner Bakso di Solo yang Selalu Jadi Incaran, dari yang Paling Legend hingga yang Kekinian
Jadwal Thomas Cup 2026 Indonesia vs Aljazair, Siaran Langsung, dan Live Streaming: Laga Perdana Wajib Menang!
