Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 12 Agustus 2026 | 00.57 WIB

Bahlil Tegaskan Harga BBM Subsidi Tidak Naik Ditengah Gejolak Harga Minyak

Menteri ESDM Bahlil Lahadia. (Nurul Fitriana/JawaPos.com) - Image

Menteri ESDM Bahlil Lahadia. (Nurul Fitriana/JawaPos.com)

JawaPos.com - Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) memastikan tidak ada perubahan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) subsidi ditengah pergerakan harga minyak dunia yang cukup fluktuatif akibat gejolak geopolitik di Timur Tengah.

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia, mengatakan meskipun harga acuan minyak indonesia atau Indonesian Crude Price (ICP) naik pemerintah tetap akan menjaga harga BBM subsidi.

“Saya sama Pak Menteri (Purbaya Yudhi Sadewa) bersepakat bahwa harga ICP dunia yang tidak menentu sampai sekarang kami dua punya komitmen atas dasar perintah Pak Presiden bahwa harga BBM subsidi tidak akan naik,” ujar Bahlil saat ditemui di Kantor Kementerian Keuangan, Jakarta, Selasa (11/8).

Bahlil mengatakan, pemerintah juga membuka ruang penyesuaian harga BBM nonsubsidi mengikuti pergerakan harga minyak dunia. Kebijakan tersebut akan berlaku baik ketika harga minyak dunia mengalami penurunan maupun kenaikan.

"Ini yang paling penting. Dan kami juga merumuskan ketika harga dunia itu turun maka harga yang non-subsidi pun bisa melakukan penyesuaian dengan harga dunia. Kalau turun ya turun, kalau naik ya terkoreksi juga untuk kenaikan," ujarnya.

Menurut Bahlil, mekanisme tersebut menjadi bagian dari kebijakan pemerintah dalam merespons dinamika harga minyak dunia. Sementara itu, harga BBM subsidi tetap dijaga agar tidak mengalami kenaikan meskipun harga ICP bergerak fluktuatif.

Diberitakan sebelumnya, Meredanya ketegangan geopolitik di Timur Tengah dan mulai pulihnya arus pasokan minyak dunia membuat Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menyesuaikan Harga Minyak Mentah Indonesia atau Indonesian Crude Price (ICP) Juli 2026.

Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi Kementerian ESDM, Laode Sulaeman, mengatakan rata-rata Harga Minyak Mentah Indonesia atau Indonesian Crude Price (ICP) Juli sebesar USD 81,68 per barel, turun USD 1,77 dibandingkan bulan sebelumnya.

Adapun, Penetapan ICP Juli 2026 tertuang dalam Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Nomor 319.K/MG.03/MEM.M/2026 tentang Harga Minyak Mentah Indonesia Bulan Juli 2026.

“Penetapan ICP bulan Juli 2026 sebesar US$81,68 per barel mencerminkan dinamika pasar minyak mentah global yang mengalami penyesuaian menyusul meredanya ketegangan geopolitik di kawasan Timur Tengah serta berangsur pulihnya arus pasokan minyak dunia," ujar Laode dalam keterangan yang diterima, Selasa (11/8).

Editor: Dony Lesmana Eko Putra
Tags

Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?

Jawa Pos

Ikuti

Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!

Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore