
Direktur Utama PT Karimun Power Plant Arthur Palupessy (kiri) dan Direktur Biomassa PT PLN Energi Primer Indonesia Hokkop Situngkir (kanan) melakukan penandatanganan nota kesepahaman (MoU) pengembangan bisnis syngas gasifikasi berbasis biomassa. (dok. PLN EPI)
JawaPos.com - PT PLN Energi Primer Indonesia (PLN EPI) terus mempercepat pengembangan gasifikasi biomassa sebagai langkah strategis dalam program dedieselisasi, khususnya untuk wilayah terpencil yang belum terhubung jaringan listrik interkoneksi.
Upaya ini ditandai dengan penandatanganan nota kesepahaman (MoU) bersama PT Karimun Power Plant (KPP) terkait pengembangan bisnis syngas berbasis biomassa, sebagai bagian dari komitmen mendukung transisi energi dan target net zero emission (NZE) 2060 pada Senin (6/4) di Jakarta.
Direktur Biomassa PLN EPI, Hokkop Situngkir, menegaskan bahwa biomassa kini tidak lagi sekadar opsi alternatif, melainkan sudah menjadi bagian penting dalam pembangunan ekosistem energi baru terbarukan (EBT) yang terintegrasi dari hulu hingga hilir.
"Potensi biomassa nasional mencapai sekitar 80 juta ton, namun baru dimanfaatkan sekitar 20 juta ton. Artinya, masih ada peluang besar yang bisa dioptimalkan untuk mendukung ketahanan energi nasional," ujar Hokkop, dalam keterangannya, Rabu (15/4).
Ia menjelaskan, pemanfaatan biomassa tidak hanya terbatas pada skema co-firing di PLTU, tetapi juga bisa dikembangkan melalui jalur lain, yakni produksi syngas dari proses gasifikasi biomassa yang lebih fleksibel untuk digunakan pada pembangkit listrik tenaga diesel (PLTD) maupun sistem isolated.
"Gasifikasi biomassa ini menjadi solusi konkret untuk daerah isolated yang masih bergantung pada solar. Dengan pendekatan ini, kita bisa menekan biaya energi sekaligus mengurangi emisi," tambahnya.
Menurutnya, keterbatasan desain PLTU serta kesiapan infrastruktur menjadi kendala dalam optimalisasi biomassa melalui co-firing. Oleh karena itu, diversifikasi pemanfaatan menjadi langkah yang dinilai penting.
"Karena itu kita membuka branch baru melalui gasifikasi biomassa. Ini bukan hanya opsi teknis, tapi juga solusi bisnis yang lebih adaptif untuk menjawab kebutuhan energi di wilayah terpencil," tegasnya.
Sebagai tahap awal implementasi, PLN EPI menggandeng PT KPP untuk mengembangkan proyek percontohan di Karimun. Saat ini, fasilitas yang ada memiliki kapasitas biomassa sebesar 1 megawatt (MW) dan masih berpotensi untuk ditingkatkan hingga 2–5 MW.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Bikin Geger Lagi, 244 Siswa Hingga Guru di Batang Tumbang Usai Santap MBG
Prediksi Skor Andorra vs Malta di Liga Nations UEFA: The Reds Menang Tipis di Encamp
Prediksi Skor Laos vs Brunei di FIFA ASEAN Cup: Thim Xad Menang di Laga Perdana
Prediksi Skor Norwegia vs Denmark di Liga Nations UEFA: The Vikings Menang Tipis di Ullevaal Stadion
Prediksi Skor Austria vs Israel di Liga Nations UEFA: Das Team Menang Telak di Raiffeisen Arena
Prediksi Skor Timnas Jepang U-23 vs Thailand U-23 di Asian Games 2026
Prediksi Skor Liechtenstein vs Lithuania di Liga Nations UEFA: Rinktinė Menang di Kandang Lawan
Prediksi Skor Myanmar vs Timor Leste di FIFA ASEAN Cup: Singa Asia Gasak Lawan di Laga Perdana
Prediksi Skor Jepang vs Uruguay: Ko Itakura Targetkan Kemenangan
Prediksi Skor Kosovo vs Irlandia di Liga Nations UEFA: The Green Army Curi Poin di Fadil Vokrri

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022