Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 15 April 2026 | 19.49 WIB

PGE dan PLN IP Sepakati Tarif Listrik PLTP Lahendong, Proyek 15 MW Masuk Tahap Pengembangan

PGE-PLN IP Sepakati Tarif Listrik, Proyek PLTP Lahendong Bottoming Unit 15 MW Siap Melangkah ke Tahap Berikutnya. (PGE) - Image

PGE-PLN IP Sepakati Tarif Listrik, Proyek PLTP Lahendong Bottoming Unit 15 MW Siap Melangkah ke Tahap Berikutnya. (PGE)

JawaPos.com - Konsorsium PT Pertamina Geothermal Energy Tbk dan PT PLN Indonesia Power mencapai kesepakatan tarif listrik untuk proyek PLTP Lahendong Bottoming Unit berkapasitas 15 MW. Kesepakatan ini menjadi langkah penting sebelum proyek masuk ke tahap pengembangan lanjutan.

Kesepakatan tersebut ditandai dengan penandatanganan Berita Acara di Bandung, Jawa Barat, pada Jumat (10/4/2026). Proyek ini merupakan bagian dari upaya memperkuat pemanfaatan energi panas bumi sebagai sumber energi bersih.

Proyek PLTP Lahendong Bottoming Unit menggunakan teknologi binary atau bottoming cycle. Teknologi ini memanfaatkan panas sisa dari pembangkit eksisting untuk menghasilkan tambahan listrik.

Melalui pendekatan ini, energi yang sebelumnya tidak terpakai dapat dioptimalkan. Hal tersebut meningkatkan efisiensi pembangkitan sekaligus memperkuat kontribusi energi baru terbarukan.

Direktur Utama PGE, Ahmad Yani, menyebut capaian ini sebagai bagian dari komitmen mendorong transisi energi nasional. Proyek ini dinilai penting dalam memperluas pemanfaatan panas bumi di Indonesia.

“Kami menyambut baik perkembangan proyek ini yang terus berjalan sesuai rencana. Pemanfaatan teknologi bottoming memungkinkan potensi energi panas bumi yang masih tersedia dari operasi pembangkit eksisting dapat dimanfaatkan secara lebih optimal. Melalui teknologi ini, panas sisa yang sebelumnya belum termanfaatkan dapat dikonversi kembali menjadi listrik, sehingga meningkatkan efisiensi pembangkitan sekaligus memperkuat kontribusi panas bumi dalam bauran energi bersih nasional. Ke depan, kami siap melanjutkan proyek ini ke tahapan berikutnya agar manfaatnya dapat segera dirasakan oleh masyarakat,” ujarnya.

Setelah kesepakatan tarif tercapai, proyek akan memasuki sejumlah tahapan lanjutan. Di antaranya pembentukan joint venture hingga proses Engineering, Procurement, Construction, and Commissioning.

Selain itu, penyusunan Power Purchase Agreement juga menjadi bagian dari tahapan berikutnya. Proyek ini ditargetkan mencapai Commercial Operation Date pada 2028.

Sebelumnya, kedua pihak juga telah menyepakati tarif untuk proyek PLTP Ulubelu Bottoming Unit berkapasitas 30 MW pada akhir 2025. Kedua proyek ini merupakan bagian dari pengembangan panas bumi di sejumlah wilayah kerja.

Editor: Dhimas Ginanjar
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore