
PNRE menggandeng perusahaan energi bersih dan terbarukan asal China, GCL Intelligent Energy (Suzhou) Co., Ltd. (ANTARA)
JawaPos.com - Pertamina New & Renewable Energy (Pertamina NRE) menggandeng perusahaan energi bersih dan terbarukan asal Tiongkok, GCL Intelligent Energy (Suzhou) Co., Ltd., dalam pengembangan proyek transisi energi di Indonesia.
"Kolaborasi dengan GCL merupakan langkah strategis Pertamina NRE untuk mempercepat pengembangan energi bersih di Indonesia," kata CEO Pertamina NRE John Anis dalam keterangannya di Jakarta, Selasa (13/1).
Lebih lanjut ia mengatakan, kerja sama itu membuka peluang pengembangan proyek pembangkit listrik tenaga sampah, energi baru dan terbarukan, serta pembangkit listrik berbasis gas di Indonesia, sebagai bagian dari upaya bersama mendukung target penurunan emisi dan ketahanan energi nasional. John Anis mengatakan, kemitraan itu menjadi langkah nyata dalam membangun ekosistem energi bersih yang berkelanjutan.
"Kami melihat potensi besar untuk mengombinasikan pengalaman global GCL dengan kapabilitas dan pemahaman lokal Pertamina dalam menghadirkan solusi energi yang berkelanjutan dan kompetitif," ujar dia.
Sementara itu, Chairman of the Board GCL Intelligent Energy (Suzhou) Co., Ltd. Fei Zhi menyampaikan apresiasinya atas kunjungan dan kerja sama yang terjalin dengan Pertamina NRE. "Kami melihat Indonesia sebagai salah satu pasar strategis dalam pengembangan energi bersih global. GCL berharap dapat memanfaatkan momentum percepatan transisi energi di Indonesia untuk membangun kerja sama yang saling menguntungkan bersama Pertamina NRE, khususnya di sektor pembangkit listrik tenaga sampah, integrasi fotovoltaik dan penyimpanan energi, PVT," ujar Fei Zhi.
Usai penandatanganan nota kesepahaman itu, delegasi Pertamina NRE juga melakukan peninjauan langsung ke fasilitas pembangkit listrik waste to energy milik GCL di Suzhou untuk melihat penerapan teknologi, sistem pengelolaan lingkungan, serta praktik terbaik dalam operasi dan manajemen proyek.
"Pertamina NRE optimis kerja sama ini akan menjadi fondasi penting dalam mendorong inovasi teknologi serta pengembangan model bisnis energi bersih yang dapat diimplementasikan secara nyata di Indonesia dalam memperkuat peran Pertamina sebagai penggerak utama transisi energi nasional demi mencapai NZE 2060," kata John Anis.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Profil Yudi Cahyadi, Atlet MMA yang Tantang Duel Herri Pras Usai Singgung UAS dan UAH
7 Kebiasaan Masa Kecil yang Berpengaruh Pada Kesuksesan Anak di Masa Depan
Profil Herri Pras yang Kritik UAS dan UAH, Pendiri PSGI yang Ditantang Duel Atlet MMA
Prediksi Skor Rennes vs Olympiakos: Tuan Rumah Andalkan Kekuatan Bermain di Roazhon Park
Prediksi Skor PSV Eindhoven vs Club Brugge di Liga Champions: Blauw-Zwart Bidik Kemenangan Tandang
Upaya Restorasi 325 Hektare Hutan di TNGHS untuk Jaga Habitat Macan Tutul Jawa
Mahasiswa Trisakti Geruduk Kantor Setneg Siang Ini, Tagih Janji Pemerintah soal Tritura
Bonek Murka! Persebaya Dibantai Kendal Tornado, Uston Nawawi Gantikan Tavares?
Marco Bezzecchi Tuai Kritik Usai Kesalahan di Sepang Memperburuk Peluang Juara Dunia
8 Hal yang Dianggap Membosankan oleh Ekstrovert, tetapi Justru Menjadi Kebahagiaan bagi Introvert

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022