
Thammasak Sethaudom, President & CEO SCG. (Istimewa)
JawaPos.com-Triple Planetary Crisis: perubahan iklim, hilangnya keanekaragaman hayati, dan polusi, menjadi tantangan global yang mendesak. Pemerintah di seluruh dunia semakin memperketat regulasi lingkungan untuk mendorong transisi hijau dan dekarbonisasi. Indonesia pun terus memperkuat komitmennya menurunkan intensitas emisi GRK hingga 93,5% sekaligus meningkatkan kualitas lingkungan hidup, sejalan dengan visi Indonesia Emas 2045 dan target Net Zero Emission pada 2060.
Sebagai mitra pembangunan nasional, SCG menegaskan kembali dukungannya terhadap upaya transisi hijau Indonesia melalui ESG Symposium 2025 Indonesia, yang digelar 2 Desember 2025 di Jakarta. Mengusung tema “Decarbonizing for Our Sustainable Tomorrow”, simposium ini menjadi ruang kolaboratif bagi pemerintah, pelaku industri, akademisi, hingga komunitas untuk mempercepat green growth, dekarbonisasi, dan ekonomi sirkular.
“Perjalanan Indonesia menuju Net Zero 2060 membutuhkan lebih dari sekadar teknologi. Hal ini membutuhkan kerjasama, inovasi, dan inklusi… seberapa cepat dan seberapa kolaboratif kita dapat bergerak,” ujar Thammasak Sethaudom, President & CEO SCG, yang menegaskan prinsip Inclusive Green Growth sebagai pedoman perusahaan.
Dari sisi pemerintah, Muhammad Taufiq, S.T., M.T., Sekretaris BSKJI, menyampaikan bahwa komitmen penurunan emisi tidak cukup hanya tertuang dalam dokumen kebijakan, namun harus diwujudkan melalui transformasi nyata, terutama di sektor industri.
Komitmen tersebut diwujudkan dalam Joint Declaration bertajuk “Circular Future Collaboration and Commitment: Declaration for Greener Tomorrow”. Berbagai pihak terlibat, termasuk Pemerintah Kabupaten Sukabumi, PT Semen Jawa dan mitra industri SCG, serta komunitas SCG Warrior Mentari. Deklarasi ini memperkuat kolaborasi dalam solusi keberlanjutan dan ekonomi sirkular melalui model Public–Private–People Partnership (PPPP).
“Penandatanganan deklarasi hari ini adalah bukti bahwa kolaborasi adalah kunci utama untuk mempercepat keberlanjutan,” tegas Warit Jintanawan, Country Director SCG Indonesia.
Seluruh langkah SCG berpijak pada misi Inclusive Green Growth yang menyinergikan kepentingan ekonomi dengan keberlanjutan sosial dan lingkungan. Melalui ESG Symposium 2025 Indonesia, SCG berharap kolaborasi lintas pemangku kepentingan terus berkembang, agar Indonesia dapat mewujudkan masa depan yang tangguh, berdaya saing, dan berkelanjutan. (*)

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
Sempat Di-blacklist Koramil, Pembangunan Koperasi Merah Putih di Tuban Dikawal Babinsa
17 kuliner Legendaris di Surabaya yang Wajib Dicicipi Sekali Seumur Hidup!
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
Kecelakaan Kereta dan KRL di Bekasi Timur, KAI Fokus Evakuasi Para Korban
