
ILUSTRASI Tangki BBM Pertamina.
JawaPos.com - Kandungan etanol disebut-sebut menjadi alasan di balik keengganan SPBU swasta menyerap BBM base fuel milik PT Pertamina Patra Niaga (PPN). Meski begitu, pengamat ekonomi energi dari Universitas Gadjah Mada (UGM), Fahmy Radhi, memiliki pandangan berbeda.
Fahmy menilai, SPBU swasta belum juga menyerap BBM base fuel lantaran belum adanya kesepakatan terkait harga. Terlebih, Pertamina juga ingin mengambil keuntungan dari base fuel yang mereka impor.
"Kalau SPBU swasta berputar badan, sekarang belum jadi beli BBM dari Pertamina, menurut saya itu bukan karena ada etanolnya. Kalau komposisi itu sudah disepakati dengan apakah ada etanol atau tidak gitu," kata Fahmy saat dihubungi JawaPos.com, Kamis (2/10).
"Tapi menurut saya lebih pada harga. Mestinya Pertamina itu akan menetapkan profit juga itu ya. Tidak mungkin nggak ada profit itu, karena itu kan investasi juga bagi Pertamina, maka harus ada profit," imbuhnya.
Dia menjelaskan, akan sulit bagi SPBU swasta membeli base fuel dari Pertamina. Terlebih, mereka terbiasa membeli dari berbagai sumber dengan membentuk portofolio. Menurutnya, langkah ini membuat harga yang disepakati menjadi lebih murah.
"Berat bagi SPBU swasta untuk memperoleh margin tadi. Jadi, dia berputar balik tadi itu bukan karena ada campuran etanol, tapi mungkin lebih pada harga atau kualitas itu ya. Kualitas yang tidak sesuai," jelasnya.
Fahmy mengungkap bahwa alasan kandungan etanol memang kuranglah tepat. Sebab, kandungan etanol malah membuat energi yang dikandung menjadi energi bersih. Hal ini juga diterapkan melalui Green BBM yang dikembangkan Pertamina.
"Jadi, sebenarnya lebih bagus gitu ya. Tapi lebih ada faktor lain kalau saya menduga itu lebih pada harga itu," tukasnya.
Sementara itu, Pertamina sendiri menganggap wajar kandungan etanol pada produk BBM yang diimpor. Mereka beralasan hal ini termasuk praktik yang lazim dilakukan di kalangan perusahaan migas dan berlaku secara internasional.
"Penggunaan BBM dengan campuran etanol hingga 10 persen telah menjadi best practice di banyak negara seperti di Amerika, Brasil, bahkan negara tetangga seperti Thailand, sebagai bagian dari upaya mendorong energi yang lebih ramah lingkungan sekaligus mendukung pengurangan emisi karbon," kata Pj. Corporate Secretary PT Pertamina Patra Niaga, Roberth MV Dumatubun dalam keterangannya, Kamis (2/10).

Pertandingan Perpisahan Bruno Moreira? Kapten Persebaya Surabaya Kirim Sinyal Emosional Jelang Lawan Persis Solo
Mengenal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026: Aturan, Materi, dan Ambang Batas
Korban Rudapaksa di Cipondoh Jalani Trauma Healing, DP3AP2KB Kota Tangerang Beri Pendampingan Khusus
Prediksi Skor Bayern Munchen vs PSG: Siapa yang akan Bertemu Arsenal di Final Liga Champions?
10 Rekomendasi Restoran Paling Populer di Surabaya dengan Menu Lengkap dan Harga Variatif
Mobil Plat L Ringsek di Malang Diserang 300 Orang? Polres Malang Turun Tangan, Ini Fakta Terbarunya
11 Kuliner Gudeg Paling Recomended di Surabaya dengan Harga Murah Meriah Tapi Rasa Tidak Murahan
15 Rekomendasi Kuliner Mantap Dekat Bandara Juanda Surabaya, Cocok untuk Isi Waktu Sebelum Check-in
10 Batagor Terenak di Bandung dengan Bumbu Kacang Istimewa, Kuliner Murah Meriah dengan Rasa Premium
12 Kuliner Mie Kocok di Bandung Paling Enak dengan Kuah Gurih yang Bikin Nagih Sejak Suapan Pertama
