
Keterlibatan perusahaan energi dalam pembangunan desa yang masih tertinggal. (Istimewa)
JawaPos.com - Pembangunan desa masih menjadi pekerjaan rumah besar di Indonesia. Meski jumlah desa tertinggal menurun dalam satu dekade terakhir, data Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi (PDTT) menunjukkan masih ada ribuan desa yang menghadapi keterbatasan akses ekonomi.
Persoalannya bukan itu saja, layanan kesehatan, hingga pengelolaan lingkungan juga menjadi pekerjaan rumah yang perlu diselesaikan. Sebab, kesenjangan ini berpotensi memperlebar jurang antara desa dan kota jika tidak segera diatasi.
Dalam situasi tersebut, keterlibatan sektor swasta kian dianggap penting. Perusahaan energi, misalnya, mulai memperluas perannya bukan hanya sebagai penyedia energi, tetapi juga sebagai mitra pembangunan desa.
Melalui berbagai program pemberdayaan masyarakat, mereka hadir mendukung penguatan UMKM berbasis perempuan, pendampingan petani, hingga peningkatan layanan kesehatan di tingkat lokal. Salah satu contoh datang dari PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGN), Subholding Gas Pertamina, yang menggulirkan program di berbagai daerah seperti Batam, Muara Enim, Cimanggis, dan Sidoarjo.
Program ini diklaim menitikberatkan pada peningkatan produktivitas pertanian, pengembangan ekonomi sirkular lewat bank sampah, hingga pemanfaatan tanaman obat keluarga untuk kesehatan warga. Upaya ini dinilai mampu memberi manfaat nyata bagi masyarakat desa binaan, yang selama ini kerap luput dari perhatian pembangunan nasional.
Corporate Secretary PGN, Fajriyah Usman, mengatakan bahwa desa tidak bisa dipandang sebagai bagian pinggiran, melainkan bagian penting dari ekosistem pembangunan nasional. "Kalau desa tertinggal tidak diberdayakan, kesenjangan akan semakin lebar. Karena itu, kami berupaya menghadirkan program yang sesuai kebutuhan nyata masyarakat desa, dari penguatan usaha lokal sampai layanan kesehatan dasar," ujar dia di Jakarta baru-baru ini.
Langkah PGN tersebut baru-baru ini mendapat pengakuan dalam ajang CSR & Pengembangan Desa Berkelanjutan (PDB) Awards 2025 di Jakarta. Namun, diklaim lebih dari sekadar penghargaan, inisiatif ini memperlihatkan bagaimana kolaborasi perusahaan, pemerintah, dan masyarakat dapat mempercepat pencapaian target Sustainable Development Goals (SDGs), terutama dalam hal pengentasan kemiskinan dan peningkatan kualitas hidup di desa tertinggal.
Menteri Desa PDTT, Yandri Susanto yang hadir di tempat yang sama juga menegaskan bahwa tanpa dukungan lintas sektor, agenda pembangunan desa akan sulit dipercepat. "Kolaborasi menjadi kunci agar desa tertinggal bisa tumbuh mandiri dan berdaya saing," ungkapnya.
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!

Prediksi Malaysia vs Filipina: Menang atau Harus Berharap Thailand di Piala AFF 2026
Prediksi Thailand vs Myanmar di Piala AFF 2026: Gajah Perang Berpeluang Lolos sebagai Juara Grup
Daftar Skuad Chelsea dan AC Milan di Indonesia: Luka Modric, Rafael Leao, hingga Cole Palmer
Jadwal Siaran Langsung dan Link Live Streaming Chelsea vs AC Milan, Tayang di Mana?
Tumbang, Andika Kangen Band Minta Doa untuk Kesembuhannya
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Cek Warna Keberuntungan Menurut Hari dan Pasaran Jawa: Rahasia Menarik Energi Positif dan Kesuksesan Setiap Hari!
Jafar dan Adnan Diduga Terlibat Match Fixing, PBSI Langsung Ubah Komposisi Ganda Campuran
Perilaku Menantu Tak Cerminkan Orang Kerajaan, Sultan Brunei Cabut Gelar Istri Pangeran Abdul Malik
Prediksi Skor Arsenal vs Dortmund di Emirates Cup 2026: Mikel Arteta Punya Misi Bangkit di Emirates
