Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 30 September 2025 | 18.35 WIB

Belum Jual Bensin Lagi, Shell Akui Negosiasi Dengan Pertamina Belum Selesai

SPBU Shell. Harga BBM di Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) swasta kompak turun per 1 April 2025.(Hanung Hambara/Jawa Pos) - Image

SPBU Shell. Harga BBM di Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) swasta kompak turun per 1 April 2025.(Hanung Hambara/Jawa Pos)

JawaPos.com - Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) terus menyurati sejumlah penyedia BBM swasta untuk segera melakukan tindakan dengan membeli BBM dari Pertamina. Penyedia BBM swasta tersebut antara lain Shell hingga BP.

Hingga saat ini, baru PT Vivo Energy Indonesia (Vivo) yang sudah menyerap stok BBM milik perusahaan pelat merah tersebut.

Menanggapi hal ini, President Director & Managing Director Mobility Shell Indonesia, Ingrid Siburian, menjelaskan kondisi terkini terkait negosiasi yang dilakukan oleh pihaknya dengan Pertamina.

Seperti diketahui, Shell hingga kini masih melakukan diskusi B2B (Business to Business) dengan pihak Pertamina. Diskusi ini pun meliputi sejumlah aspek seperti harga dan yang lainnya.

“Pembahasan B2B terkait pasokan impor base fuel sedang berlangsung. Shell Indonesia terus berkoordinasi dengan pemerintah terkait dan pemangku kepentingan lainnya agar produk BBM jenis bensin kembali tersedia di jaringan SPBU Shell sesegera mungkin,” kata Ingrid kepada JawaPos.com, Selasa (30/9).

Adapun BBM base fuel merupakan BBM dengan bahan bakar dasar tanpa adanya campuran aditif dan pewarna. Sebelum didistribusikan ke jaringan SPBU Shell, base fuel nantinya akan dicampur dengan aditif dan pewarna khusus sehingga menghasilkan produk BBM dengan standar bahan bakar berkualitas tinggi Shell.

Alhasil, BBM yang akan diimpor dipastikan sesuai dengan standar keselamatan operasional dan standar bahan bakar berkualitas tinggi Shell secara global. Hingga kini, Shell masih melayani pelanggan dengan produk yang masih tersedia.

 “Saat ini, jaringan SPBU Shell tetap melayani pelanggan dengan produk BBM Shell V-Power Diesel serta produk dan layanan lainnya termasuk Shell Select, Shell Recharge, bengkel, dan pelumas Shell,” jelasnya.

Sebelumnya diberitakan, Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi (Dirjen Migas) Laode Sulaeman menyampaikan bahwa dirinya telah ditugaskan langsung oleh Menteri ESDM Bahlil Lahadalia untuk mengawal proses ini. Itu sebabnya, sebagai bentuk monitoring, pihaknya melayangkan surat kepada SPBU swasta.

Laode menegaskan bahwa langkah menyurati perusahaan SPBU swasta seperti Shell, BP, dan lainnya tidak dimaksudkan untuk memaksa. Melainkan semata-mata untuk memastikan proses negosiasi berjalan sesuai arahan pemerintah.

“Saya ditugaskan Pak Menteri (Bahlil Lahadalia) untuk memonitor terus proses negosiasi antara Pertamina dan SPBU Swasta. Menyurati adalah bagian dari monitoring tersebut,” ujar Laode Sulaeman kepada JawaPos.com, Senin (29/9).  

Saat ini, satu kargo Pertamina berisi 100 ribu barel base fuel sudah tiba di pelabuhan. Dari jumlah itu, sebanyak 40 ribu barel telah dibeli oleh Vivo, sementara 60 ribu barel lainnya masih menunggu untuk diserap oleh SPBU swasta lainnya.

Editor: Sabik Aji Taufan
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore