
SPBU Shell. Harga BBM di Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) swasta kompak turun per 1 April 2025.(Hanung Hambara/Jawa Pos)
JawaPos.com - Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) terus menyurati sejumlah penyedia BBM swasta untuk segera melakukan tindakan dengan membeli BBM dari Pertamina. Penyedia BBM swasta tersebut antara lain Shell hingga BP.
Hingga saat ini, baru PT Vivo Energy Indonesia (Vivo) yang sudah menyerap stok BBM milik perusahaan pelat merah tersebut.
Menanggapi hal ini, President Director & Managing Director Mobility Shell Indonesia, Ingrid Siburian, menjelaskan kondisi terkini terkait negosiasi yang dilakukan oleh pihaknya dengan Pertamina.
Seperti diketahui, Shell hingga kini masih melakukan diskusi B2B (Business to Business) dengan pihak Pertamina. Diskusi ini pun meliputi sejumlah aspek seperti harga dan yang lainnya.
“Pembahasan B2B terkait pasokan impor base fuel sedang berlangsung. Shell Indonesia terus berkoordinasi dengan pemerintah terkait dan pemangku kepentingan lainnya agar produk BBM jenis bensin kembali tersedia di jaringan SPBU Shell sesegera mungkin,” kata Ingrid kepada JawaPos.com, Selasa (30/9).
Adapun BBM base fuel merupakan BBM dengan bahan bakar dasar tanpa adanya campuran aditif dan pewarna. Sebelum didistribusikan ke jaringan SPBU Shell, base fuel nantinya akan dicampur dengan aditif dan pewarna khusus sehingga menghasilkan produk BBM dengan standar bahan bakar berkualitas tinggi Shell.
Alhasil, BBM yang akan diimpor dipastikan sesuai dengan standar keselamatan operasional dan standar bahan bakar berkualitas tinggi Shell secara global. Hingga kini, Shell masih melayani pelanggan dengan produk yang masih tersedia.
“Saat ini, jaringan SPBU Shell tetap melayani pelanggan dengan produk BBM Shell V-Power Diesel serta produk dan layanan lainnya termasuk Shell Select, Shell Recharge, bengkel, dan pelumas Shell,” jelasnya.
Sebelumnya diberitakan, Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi (Dirjen Migas) Laode Sulaeman menyampaikan bahwa dirinya telah ditugaskan langsung oleh Menteri ESDM Bahlil Lahadalia untuk mengawal proses ini. Itu sebabnya, sebagai bentuk monitoring, pihaknya melayangkan surat kepada SPBU swasta.
Laode menegaskan bahwa langkah menyurati perusahaan SPBU swasta seperti Shell, BP, dan lainnya tidak dimaksudkan untuk memaksa. Melainkan semata-mata untuk memastikan proses negosiasi berjalan sesuai arahan pemerintah.
“Saya ditugaskan Pak Menteri (Bahlil Lahadalia) untuk memonitor terus proses negosiasi antara Pertamina dan SPBU Swasta. Menyurati adalah bagian dari monitoring tersebut,” ujar Laode Sulaeman kepada JawaPos.com, Senin (29/9).
Saat ini, satu kargo Pertamina berisi 100 ribu barel base fuel sudah tiba di pelabuhan. Dari jumlah itu, sebanyak 40 ribu barel telah dibeli oleh Vivo, sementara 60 ribu barel lainnya masih menunggu untuk diserap oleh SPBU swasta lainnya.

Jika Persija Jakarta Gagal Juara, The Jakmania Punya Kesempatan Melihat Bobotoh Menangis
10 Rekomendasi Restoran Paling Populer di Surabaya dengan Menu Lengkap dan Harga Variatif
14 Kuliner Malam Bandung yang Paling Enak dan Selalu Ramai hingga Larut Malam dengan Suasana Seru dan Rasa Lezat
Tak Peduli Larangan ke Jepara, The Jakmania Sebut Kebiasaan atau Takut Main di Jakarta saat Persija Jamu Persib
18 Rekomendasi Kuliner di Tangerang untuk Keluarga, Tempat Makan Favorit dari Tradisional sampai Modern
Mengenal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026: Aturan, Materi, dan Ambang Batas
Korban Rudapaksa di Cipondoh Jalani Trauma Healing, DP3AP2KB Kota Tangerang Beri Pendampingan Khusus
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
Bocoran Soal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
