Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 17 September 2025 | 22.59 WIB

Jakarta Jadi Pusat Inovasi Energi: Energy & Engineering Week 2025 Tampilkan Teknologi Hijau

Siti Sumilah Rita Susilawati, Sekretaris Ditjen Minerba Kementerian ESDM. (Rian Alfianto/JawaPos.com) - Image

Siti Sumilah Rita Susilawati, Sekretaris Ditjen Minerba Kementerian ESDM. (Rian Alfianto/JawaPos.com)

JawaPos.com - Pertambangan dan energi masih menjadi urat nadi ekonomi Indonesia. Batu bara, minyak, gas, hingga mineral strategis terus menopang APBN sekaligus membuka lapangan kerja. 

Namun di sisi lain, tekanan global untuk beralih ke energi bersih dan target nasional menuju Net Zero Emissions 2060 membuat industri ini berada di persimpangan jalan: bertahan dengan pola lama atau bertransformasi.

Pertanyaan besar itu kembali mengemuka pekan ini, ketika ribuan pelaku usaha tambang, energi, dan teknologi berkumpul di Jakarta dalam rangkaian Energy & Engineering Week 2025. 

Gelaran internasional ini menghadirkan lebih dari 2.000 perusahaan dari 42 negara, membentangkan rantai industri dari hulu hingga hilir, mulai dari alat berat pertambangan, teknologi minyak dan gas, hingga inovasi baterai kendaraan listrik dan pusat data hemat energi.

Di tengah sorotan global, sektor tambang tetap tampil dominan. Mining Indonesia menampilkan berbagai teknologi ramah lingkungan untuk eksplorasi dan produksi mineral. 

Hilirisasi juga kembali jadi kata kunci, seiring ambisi pemerintah menjadikan Indonesia pemain utama di pasar nikel dan baterai EV.

"Sumber daya alam adalah aset berharga, tapi pengelolaannya harus lebih bijak. Transformasi mutlak diperlukan agar Indonesia siap menghadapi perubahan global," tegas Siti Sumilah Rita Susilawati, Sekretaris Ditjen Minerba Kementerian ESDM, saat membuka acara di JIExpo Kemayoran, Rabu (17/9).

Tahun ini, dua pameran perdana langsung mencuri perhatian: The Battery Show Indonesia dan Data Center Asia–Indonesia. Keduanya mencerminkan arah baru perekonomian nasional.

Industri baterai dipandang strategis untuk mendukung elektrifikasi kendaraan dan transisi energi, sementara pusat data rendah emisi jadi tulang punggung ekonomi digital yang tumbuh pesat.

Meski kapasitas pembangkit energi terbarukan baru sekitar 15,2 GW atau 14,5 persen dari total nasional, target 700 GW pada 2060 tetap dicanangkan. Ajang ini diyakini memberi gambaran bagaimana dunia usaha dan pemerintah berusaha menutup kesenjangan besar itu lewat inovasi penyimpanan energi, smart grid, dan sistem pendinginan pusat data hemat energi.

Selain transaksi bisnis, pameran juga menjadi etalase sosial. Kompetisi Operator Championship mempertemukan operator alat berat, baik laki-laki maupun perempuan, untuk adu keterampilan mengendalikan excavator. Langkah kecil ini menegaskan pentingnya inklusivitas di sektor tambang yang selama ini identik dengan dominasi laki-laki.

Energy & Engineering Week 2025 memperlihatkan optimisme industri sekaligus paradoks nasional: Indonesia ingin jadi pemain utama energi hijau, namun masih bergantung pada tambang dan migas. 

Sementara jalan menuju Indonesia Emas 2045 dan Net Zero Emissions 2060 menuntut keseimbangan: bagaimana menjaga laju ekonomi tanpa mengorbankan masa depan keberlanjutan.

Editor: Estu Suryowati
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore