
Presiden Prabowo Subianto meresmikan pengoperasian Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) Ijen di Kabupaten Bondowoso, Jawa Timur, Kamis (26/6).
JawaPos.com - Pengembangan panas bumi memiliki rikiso investasi yang tinggi, terutama pada tahap eksplorasi. Pemboran satu sumur saja bisa menelan biaya hingga USD 10 juta.
Oleh karenanya, Geolog Universitas Gadjah Mada (UGM) Pri Utami menyebut, penelitian geosains penting sebelum melakukan eksplorasi panas bumi dalam pengembangan Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP). "Menurunkan risiko tersebut diperlukan investasi berupa penelitian geosains (geologi, geokimia dan geofisika) untuk menduga keadaan bawah permukaan secara lebih rinci," ujar dia, dikutip dari Antara, Jumat (12/9).
Ia menuturkan, pengembangan energi panas bumi saat ini difokuskan pada sistem hidrotermal bertemperatur tinggi di daerah gunung api berumur muda (Kuarter), dengan syarat ditemukannya fluida panas bertemperatur 225-300 derajat Celsius, pH netral pada batuan permeabel, dan kedalaman 1-3 kilometer. Meski eksplorasi panas bumi memerlukan biaya besar, Pri menilai proyek PLTP ini membuka berbagai manfaat sosial dan ekonomi.
"Pelaksanaan proyek mulai dari eksplorasi hingga pengembangan lapangan membutuhkan tenaga kerja lokal yang banyak, serta membuka peluang usaha pendukung seperti katering, akomodasi, transportasi dan jasa lain," kata dia.
Selain itu, beberapa lapangan panas bumi juga mampu menghasilkan produk samping berupa mineral yang dapat diolah menjadi penyubur atau penguat tanaman, sehingga upaya peningkatan pasokan energi listrik lewat PLTP turut mendorong ketahanan pangan. Kendati begitu, Pri mengingatkan pengembangan area panas bumi tetap berisiko terhadap lingkungan.
Dampak yang mungkin timbul antara lain debu dari mobilisasi peralatan berat, kebisingan saat pemboran, hingga perubahan lanskap akibat instalasi PLTP. Namun, langkah mitigasi seperti pembersihan area terdampak, penggunaan mesin pemboran modern, instalasi peredam suara, dan penanaman kembali area yang dibuka sementara dapat meminimalkan dampak tersebut.
"Dengan cara pembersihan area terdampak, memasang instalasi peredam suara, penggunaan mesin pemboran yang modern, penanaman kembali pada area yang dibuka sementara untuk operasional pemboran, dan masih banyak lagi," kata dia.
Dalam aspek sosial, Pri menekankan pentingnya edukasi publik terkait energi panas bumi. Menurut dia, panas bumi bukan komoditas seperti migas atau batu bara, melainkan aset energi kompetitif yang memerlukan investasi SDM untuk menurunkan risiko eksplorasi.
"Harus ada investasi SDM untuk menurunkan risiko biaya eksplorasi dan meningkatkan keandalan teknologi pemanfaatannya," ujar dia.

Prediksi Susunan Pemain Timnas Portugal vs RD Kongo: Vitinha Incar Gol Pertamanya
Bocor ke Publik! 2 Alasan Krusial Ramadhan Sananta Mau Gabung ke Persebaya Surabaya
Apa Itu Weton Tibo Pati dan Siapa Saja yang Mendapatkan Julukan Ini? Simak Misteri di Balik Nasib Weton Tibo Pati
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
Daftar Pemain Ghana dan Panama di Grup L Piala Dunia 2026
Prediksi Skor Austria vs Yordania di Piala Dunia 2026: Debut Bersejarah Wakil Asia Terancam di Laga Pertama
Sudah Masuk KBLI, Konten Kreator Didorong Punya NIB untuk Perkuat Legalitas
TVRI Hilang? Begini Cara Memunculkan Sinyal TVRI untuk Nonton Piala Dunia 2026 Gratis
Prediksi Skor Timnas Portugal vs RD Kongo, Duel Pembuka Grup K Piala Dunia 2026 yang Sarat Ambisi
Foto Prabowo-Gibran Dipasang di Salib Merah saat Demo di Monas, PMKRI: Simbol Dua Pendosa
