Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 21 Agustus 2025 | 01.05 WIB

Inovasi PGN dalam Transisi Energi: Gas sebagai Solusi Emisi, Jargas Hadir dari Barat hingga Timur

Sekretaris Perusahaan PGN, Fajriyah Usman (tengah) dalam acara Energi & Mining Editor Society (E2S) Retret 2025 bertema - Image

Sekretaris Perusahaan PGN, Fajriyah Usman (tengah) dalam acara Energi & Mining Editor Society (E2S) Retret 2025 bertema

JawaPos.com – PT PGN Tbk mempertegas perannya dalam memperkuat ketahanan energi nasional melalui pengembangan infrastruktur gas bumi. Upaya ini sejalan dengan program transisi energi yang diusung pemerintah yang menjadikan gas sebagai energi alternatif untuk menurunkan emisi. Pembangunan infrastruktur dibagi menjadi dua wilayah yakni sisi barat dan sisi timur Indonesia.

Untuk sisi barat, PGN turut mendukung program strategis Pemerintah untuk menghubungkan pipa transmisi Trans Sumatera– Jawa melalui sejumlah proyek seperti Dumai–Sei Mangkei, lalu ruas Cirebon–Semarang. Selanjutnya adalah revitalisasi fasilitas LNG di Arun serta pemanfaatan receiving terminal di Jawa Timur dan pengembangan receiving terminal di Jawa Barat.

Untuk sisi timur, PGN bakal menggandeng PLN EPI untuk proyek gasifikasi pembangkit listrik di Papua Bagian Utara serta penyediaan fasilitas LNG untuk memenuhi kebutuhan gas sektor kelistrikan serta smelter. PGN juga akan menggenjot penyediaan jaringan gas untuk kawasan industri dan komersialisasi gas stranded. Selanjutnya yang tidak kalah pentingnya adalah dengan ekspansi pembangunan jargas rumah tangga di kota-kota Indonesia Timur termasuk Jargas di IKN.

Sekretaris Perusahaan PGN, Fajriyah Usman menyatakan agar terus tumbu,  PGN memang akan fokus mengejar ketersediaan infrastruktur baik itu pipa atau variasi infrastruktur lain untuk pemanfaatan gas. Dia menuturkan untuk bisa meningkatkan pemanfaatan gas, PGN mengusung strategi G-A-S yaitu Growth, Adapt dan Step Out. Growth dengan terus membangun infrastruktur.

"Pipanisasi sedang dijalankan. Tegal – Cilacap untuk kilang Cilacap. Penyediaan pipa di KIK (Kawasan Industri Kendal). Terus ada Sei Mangkei – Dumai," kata Fajriyah dalam acara Energi & Mining Editor Society (E2S) Retret 2025 bertema 'Collaboration to Advance The ESDM Sector' di Kinasih Resort and Conference, Bogor, beberapa waktu lalu.

Selain itu, PGN juga beradaptasi dalam meningkatkan ketahanan energi dengan memanfaatkan fasilitas LNG di Arun, mengembangkan LNG bunkering untuk bahan bakar kapal serta mini LNG Plants. "Kami juga lakukan step out, kami switch ke New and Renewable Energi, bisnis yang terkait gas juga. Misalnya Biometana, pengangkutan CO2, produksi hidrogen," ujar Fajriyah.

PGN pun menyadari tantangan ketidakpastian global yang memicu gejolak di sektor energi. Untuk itu PGN kata Fajriyah mengusung berbagai solusi perencanaan serta integrasi. "Kami memiliki strategi memperluas jaringan gas , agregasi pasokan agar bisa menjangkau pelanggan dengan harga affordable," ungkap Fajriyah.

Editor: Estu Suryowati
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore