
Wagub Jatim Emil Dardak. (Humas Pemprov Jatim)
JawaPos.com - Wakil Gubernur Jawa Timur, Emil Elestianto Dardak buka-bukaan soal tantangannya dalam pemberian izin hilirisasi tambang di daerah. Sebagai kepala daerah, ia memastikan tak akan mengeluarkan izin tambang sepanjang masyarakat masih menolak industri ekstraktif itu.
Cerita ini ia sampaikan, berdasar pada pengalamannya semasa pencalonan menjadi bupati. Namun, ada satu permintaan izin usaha tambang tersebut justru tiba-tiba muncul saat dirinya dilantik sebagai wagub.
"Jadi begitu saya jadi wakil gubernur, loh kok tiba-tiba udah naik, amdalnya udah keluar, eksploitasinya keluar. Saya bilang, saya nggak mau back up. Bener lah, masyarakat menolak," kata Emil Dardak di Hutan Kota Plataran, Jakarta, Rabu (30/7).
Lebih lanjut, Emil menyinggung soal pentingnya pendekatan sosial dari pihak pelaksana pertambangan. Bahkan ia menyebut bahwa pemerintah daerah tidak akan menghambat izin tersebut selama ada keterlibatan dan penerimaan publik.
"Selama masyarakat ini masih nolak, ya saya akan tetap nolak. Nah, ini sebuah kisah nyata perjalanan seorang kepala daerah," tegasnya.
"Kalau satu kecamatan saja protes, itu bisa jadi masalah besar. Ini yang disebut proximity of influence. Siapa pun yang melakukan ekstraksi tidak boleh mengabaikan aspek sosial," tambah Emil.
Lebih lanjut, Emil juga memastikan bahwa Pemprov Jatim bukannya tidak mendukung tambang tetapi dirinya berkomitmen, jika masyarakat tidak mendukung, maka begitu pun dengan pemerintah. Bahkan ia memastikan, bukan berarti Pemprov Jatim antitambang.
Tetapi, kata dia, persoalan lingkungan tetap nomor satu. Meskipun lingkungan tidak mungkin tak terdampak oleh industri ekstraktif. Namun, ia memastikan bahwa kehadiran pelaksana pertambangan di Jatim tidak boleh merusak lingkungan.
"Bahwa kita tidak anti-tambang, tapi kita pro lingkungan. Itu yang penting. Jadi, maksudnya tidak, artinya tambang boleh, tetapi lingkungan tetap nomor satu. Nah lingkungan tidak mungkin tidak terdampak sama sekali, tapi tidak boleh rusak. Kira-kira begitu," jelas Emil.
"Saya menyatakan bahwa saya tidak mendukung sebuah tambang yang akhirnya menyimpang dari komitmen awal untuk mengutamakan dulu proses yang konsultatif dengan masyarakat terkait dampak-dampaknya," pungkasnya.

Prediksi Skor Tanjung Verde vs Arab Saudi di Piala Dunia 2026: Misi Blue Sharks Pulangkan Green Falcons
Prediksi Skor Mesir vs Iran di Piala Dunia 2026: The Pharaohs Selangkah Lagi ke 32 Besar Piala Dunia 2026
Prediksi Skor Selandia Baru vs Belgia di Piala Dunia 2026: Pembuktian Romelu Lukaku Belum Habis!
Prediksi Skor Uruguay vs Spanyol di Piala Dunia 2026: La Roja Tak Ingin Tersandung, La Celeste Wajib Menang
Prediksi Skor Aljazair vs Austria di Piala Dunia 2026: Tiket 32 Besar Dipertaruhkan, Duel Sengit Berpotensi Imbang
Prediksi Skor Kroasia vs Ghana di Piala Dunia 2026: Duel Penentu Tiket 32 Besar, Hasil Imbang Skenario Paling Masuk Akal
Prediksi Skor RD Kongo vs Uzbekistan di Piala Dunia 2026: Duel Sengit di Laga Terakhir Fase Grup
Prediksi Skor Senegal vs Irak di Piala Dunia 2026: Sadio Mane Jadi Kunci Kalahkan Singa Mesopotamia
Prediksi Afrika Selatan vs Kanada di 32 Besar Piala Dunia 2026: Bafana Bafana Ukir Sejarah!
Prediksi Skor Panama vs Inggris: Three Lions Sedang Tak Ideal, Harry Kane Ingin Kembali ke Jalur Gol
