
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia. (Nurul Fitriana/JawaPos.com)
JawaPos.com - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia optimistis target lifting minyak dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2025 bisa tercapai. Per hari ini, ia menyebut lifting minyak sudah tembus 608.000 barel per hari (bph).
"Target APBN kita di tahun 2025 sebesar 605.000 barel lebih. Hari ini saya baru keluar dari kantor, saya lihat di layar monitor, naik sudah mencapai 608.000 barel hari ini lifting kita. Jadi itu belum kumulatif ya," kata Bahlil dalam sambutannya di acara Energi Mineral Festival 2025 di Jakarta, Rabu (30/7) malam.
"Saya mohon support bahwa insya Allah atas berkat dan arahan serta perintah Bapak Presiden Prabowo semua untuk lifting kita harus bisa mencapai sesuai target APBN," tambahnya.
Bahlil juga menyampaikan sejumlah tantangan yang dihadapi untuk mencapai target lifting tersebut. Mulai dari karena sumur-sumur tua, hingga modal investasi yang diperlukan sangatlah besar.
"Pertama memang sumur-sumur kita sekarang sumur-sumur tua, sumur-sumur yang sudah ada sebelum kita merdeka... Memang investasi di bidang migas ini luar biasa besarnya dan resikonya besar," jelas Bahlil.
Meski begitu, ia masih percaya bahwa target lifting masih bisa tercapai dengan segala upaya yang dilakukan Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKK3). Bahkan, Bahlil juga percaya ke depan, Indonesia bisa mencapai target lifting yang diharapkan Presiden Prabowo mencapai 100.000 barel per hari.
"Tetapi kalau kita melihat, dari upaya yang kita lakukan di KKKS dengan teman-teman pengusaha. Insya Allah, rasanya sih ada secercah harapan untuk kita menuju pada perbaikan lifting untuk mencapai target yang diamanatkan Presiden pada 2029-2030 harus menurunkan produksi kita sekitar 100.000 barel per day," ujar Bahlil.
Adapun sebelumnya, Bahlil juga sempat melaporkan capaian lifting minyak pada Juni 2025 lalu. Dalam laporannya ia mengatakan, per 29 Juni 2025 sudah mencapai 602 ribu barel per hari. Jumlah tersebut hampir mencapai angka target minyak terangkut atau lifting yang dipatok 605 ribu bph dalam APBN 2025.
Peningkatan lifting itu, kata dia disebabkan oleh peresmian proyek Banyu Urip Infill Clastic (BUIC) di Lapangan Banyu Urip yang dioperasikan oleh ExxonMobil Cepu Limited (EMCL), Bojonegoro, Jawa Timur, yang mampu menambah produksi 30 ribu bph.
Selain itu, tambahan lifting juga berasal dari produksi minyak yang berasal dari sumur-sumur masyarakat. Di sisi lain, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menargetkan lifting minyak bumi dalam Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) tahun 2026 berada di kisaran 600.000 - 610.000 barel per hari (bph).
Sedangkan untuk lifting gas bumi ditargetkan mencapai 5.338 hingga 5.695 Million Standard Cubic Feet per Day (MMSCFD) atau setara 953.000 - 1.017.000 barel oil per day equivalent (boepd).

Prediksi Skor Korea Selatan vs Republik Ceko di Piala Dunia 2026: Son Heung-min Bisa Pecahkan Rekor
Prediksi Skor Kanada vs Bosnia dan Herzegovina di Piala Dunia 2026: Alphonso Davies Diragukan Tampil!
Prediksi Skor Meksiko vs Afrika Selatan Grup A Piala Dunia 2026: El Tri Diunggulkan Menang di Laga Pembuka!
Beredar Kabar Komedian Bolot Meninggal Dunia, Begini Faktanya
5 Transportasi Surabaya-Malang Selain Motor yang Lebih Hemat, Tarif Mulai Rp 12 Ribuan
Prediksi Duel Seru Korea Selatan vs Ceko, Son Heung-min Jadi Kunci!
Prediksi Susunan Pemain Korsel vs Republik Ceko: Son Heung-min Tegaskan Siap Bantu Taegeuk Warrior Menang!
Daftar Pemain Amerika Serikat dan Paraguay di Grup D Piala Dunia 2026
Apa Itu Weton Tibo Pati dan Siapa Saja yang Mendapatkan Julukan Ini? Simak Misteri di Balik Nasib Weton Tibo Pati
Prediksi Kanada vs Bosnia di Piala Dunia 2026: Tuan Rumah Dibayangi Ancaman Kuda Hitam dari Eropa
