Logo JawaPos
Author avatar - Image
Sabtu, 19 Juli 2025 | 05.29 WIB

Manfaatkan Kesepakatan Dagang RI-AS, Pertamina Lagi Pikir-pikir Tambah Porsi Impor LPG dari Amerika jadi 60 Persen

Vice President Corporate Communication PT Pertamina (Persero) Fadjar Djoko Santoso, di Jakarta, Kamis (17/7). (ANTARA) - Image

Vice President Corporate Communication PT Pertamina (Persero) Fadjar Djoko Santoso, di Jakarta, Kamis (17/7). (ANTARA)

JawaPos.com - PT Pertamina (Persero) berencana untuk meningkatkan impor gas yang dicairkan (Liquefied Petroleum Gas/LPG) dari Amerika Serikat menjadi 60 persen dari total impor LPG, sebagai hasil dari negosiasi tarif resiprokal AS terhadap Indonesia.

"Porsi impor LPG dari Amerika Serikat Pertamina sudah cukup besar ya, 57 persen (per 2024), dan memang ada penjajakan untuk peningkatan ke 60 persen. Itu akan kami jajaki juga," ucap Vice President Corporate Communication PT Pertamina (Persero) Fadjar Djoko Santoso, dikutip dari Antara, Jumat (18/7).

Meskipun demikian, Fadjar menyampaikan, belum ada penandatanganan nota kesepahaman atau memorandum of understanding (MoU) ihwal peningkatan impor LPG dari Amerika Serikat. MoU yang sudah ditandatangani oleh Pertamina dengan mitranya di Amerika Serikat adalah MoU untuk pembelian minyak mentah (crude).

"Ekspektasinya, (impor LPG) naik ke 60-an persen secara bertahap," kata dia.

Fadjar menegaskan, peningkatan impor LPG dari Amerika Serikat bukan berarti menambah jumlah volume LPG yang diimpor ke Indonesia, melainkan mengalihkan negara asal impor LPG ke Amerika Serikat. Ia menjelaskan, pengalihan impor dari negara lain ke Amerika Serikat akan memanfaatkan berakhirnya kontrak pengadaan LPG jangka pendek.

Dalam pengadaan, lanjut dia, terdapat dua jenis kontrak, yakni kontrak jangka panjang dan kontrak jangka pendek. "Nantinya, mungkin kontrak jangka pendek itulah yang akan kami sesuaikan," ucap Fadjar.

Pernyataan tersebut terkait dengan tarif resiprokal AS terhadap Indonesia yang semula sebesar 32 persen, yang turun menjadi 19 persen. Presiden AS Donald Trump menyatakan, tarif impor senilai 19 persen akan diberlakukan terhadap produk-produk Indonesia yang masuk ke AS, berdasarkan negosiasi langsung yang dilakukannya dengan Presiden RI Prabowo Subianto.

Trump mengatakan, Indonesia telah sepakat untuk belanja energi AS senilai USD 15 miliar (sekitar Rp 244 triliun), produk pertanian Amerika Serikat senilai USD 4,5 miliar (sekitar Rp 73,1 triliun), dan 50 jet Boeing.

Editor: Estu Suryowati
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore