
ILUSTRASI. Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) Gunung Salak di Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Selasa (5/11/2024). (Dery Ridwansah/ JawaPos.com)
JawaPos.com - Warga desa Lungar, Kecamatan Satar Mese, Manggarai, Nusa Tenggara Timur (NTT) menilai keberadaan PLTP Ulumbu memberikan efek positif terhadap akses listrik. Dampaknya, pendidikan di daerah terpencil menjadi lebih maju.
"Dulu saat listrik belum stabil, anak-anak kami terpaksa belajar dengan lampu minyak yang redup. Bahkan terkadang kami harus menggunakan generator diesel yang hanya dapat menyala sebentar," kata salah seorang warga, Hendrik K. Epol.
Tantangan energi yang terjadi selama ini di desa Lungar, Kecamatan Satar Mese, Flores telah menghambat anak-anak untuk mendapatkan pendidikan yang layak. Hal tersebut, lanjut Hendrik, membuat anak-anak kesulitan dalam belajar di malam hari. karena tidak memperoleh pencahayaan yang cukup.
"Kehadiran PLTP Ulumbu membuat listrik menjadi lebih stabil mengalir di desa kami. Tidak ada lagi kami melihat anak-anak yang belajar di depan lilin. Sebelumnya mata mereka pasti tertuju ke arah cahaya, dan setiap kali menghadap ke lilin, asapnya pasti mengenai wajah, jadi hitam semua (wajah)," ungkap Hendrik.
Namun, kehadiran PLTP Ulumbu mulai mengubah situasi tersebut dan memberikan kehidupan yang lebih layak kepada warga lokal. Kehadiran listrik di desa telah mengubah kehidupan masyarakat, terutama dalam mendukung pendidikan anak-anak.
"Karena yang kami inginkan selama ini, sudah di tanggal 20 September 2024 kemarin, sudah mulai terang di kampung kami lewat PLTP, listrik dari pemerintah," tambahnya.
Sebagai informasi, pada tanggal 20 September 2024 lalu untuk pertama kalinya dalam sejarah listrik mengalir di pegunungan Poco Leok. Beberapa rumah warga dan rumah gendang mano dan gendang cako bisa menikmati energi listrik.
Masyarakat menyambutnya dengan penuh suka cita dengan merayakannya dalam pesta adat congko longkap. Pesta adat ini sekaligus menjadi tonggak sejarah baru di gendang Mano merayakan sentuhan energi listrik yang bersumber dari tanah mereka sendiri.
PLTP yang telah beroperasi sejak 2011 memanfaatkan panas bumi di kawasan Ulumbu untuk menghasilkan energi listrik dengan kapasitas 4 x 2,5 MW. Energi yang dihasilkan tidak hanya memenuhi kebutuhan desa Wewo, tetapi juga mengalir hingga ke Kota Ruteng, memberikan stabilitas listrik yang sebelumnya sulit didapat.

Jika Persija Jakarta Gagal Juara, The Jakmania Punya Kesempatan Melihat Bobotoh Menangis
10 Rekomendasi Restoran Paling Populer di Surabaya dengan Menu Lengkap dan Harga Variatif
14 Kuliner Malam Bandung yang Paling Enak dan Selalu Ramai hingga Larut Malam dengan Suasana Seru dan Rasa Lezat
Tak Peduli Larangan ke Jepara, The Jakmania Sebut Kebiasaan atau Takut Main di Jakarta saat Persija Jamu Persib
18 Rekomendasi Kuliner di Tangerang untuk Keluarga, Tempat Makan Favorit dari Tradisional sampai Modern
Mengenal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026: Aturan, Materi, dan Ambang Batas
Korban Rudapaksa di Cipondoh Jalani Trauma Healing, DP3AP2KB Kota Tangerang Beri Pendampingan Khusus
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
Bocoran Soal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
