Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 4 September 2024 | 06.42 WIB

Koalisi Transisi Energi Berkeadilan Minta Pemerintah Tak Pangkas Target Bauran EBT dalam RPP KEN

Potret Hutan Tanaman Energi (HTE) di Jawa. - Image

Potret Hutan Tanaman Energi (HTE) di Jawa.

JawaPos.com - Organisasi masyarakat sipil yang tergabung dalam Koalisi Transisi Energi Berkeadilan meminta agar pemerintah tidak menurunkan target bauran energi terbarukan yang dimuat dalam draf revisi Peraturan Pemerintah Nomor 79 Tahun 2014 tentang Kebijakan Energi Nasional (KEN). Justru menurut koalisi, RPP KEN seharusnya mengatur kebijakan agar dapat mencari solusi meningkatkan target transisi energi berkeadilan yang ambisius. Terutama, perlu mencantumkan target energi terbarukan hingga 60 persen pada 2030 dan menyetop pengembangan energi fosil baru.

Hal tersebut disampaikan Koalisi Transisi Energi Berkeadilan dalam audiensi dengan Komisi VII DPR RI dari Fraksi Demokrat, pada Selasa (3/9). Dalam pertemuan ini, Fraksi Demokrat diwakili oleh Ketua Fraksi Demokrat Komisi VII Sartono Hutomo, Hendrik Halomoan Sitompul, dan Zulfikar Hamonangan.

Koalisi Transisi Energi Berkeadilan meminta Fraksi Demokrat untuk ikut memperjuangkan agar revisi KEN bisa meningkatkan target bauran energi terbarukan hingga 60 persen pada 2030 dan mencapai 100 persen pada 2050. Target ini tanpa memasukkan jenis energi berbasis lahan yang menyebabkan pembabatan hutan, seperti biomassa, dan energi nuklir yang berisiko bagi Indonesia yang rentan gempa dan belum siap secara infrastruktur untuk mengelola nuklir.

Juru Kampanye Forest Watch Indonesia (FWI) Anggi Putra Prayoga menyoroti, pemenuhan biomassa kayu (wood pellet) selama ini dilakukan melalui pembangunan Hutan Tanaman Energi (HTE) dengan menggunduli hutan di Provinsi Aceh, Jambi, Bangka Belitung, sejumlah provinsi di Kalimantan, dan Gorontalo. FWI memproyeksikan, hutan alam seluas 4,65 juta hektare (ha) terancam proyek pembangunan HTE dan dari implementasi co-firing biomassa di PLTU.

"Jika praktik ini tetap dibiarkan, maka Indonesia akan mengalami utang emisi dari hutan yang dirusak," kata Anggi dalam keterangan tertulis, Selasa (3/9).

"Opsi pembangkitan energi terbarukan terbukti menciptakan lebih banyak lapangan pekerjaan ketimbang opsi energi fosil, seperti ditunjukkan dalam laporan tahunan US Energy Employment & Employment Jobs Report oleh Departemen Energi Amerika Serikat, sekalipun bauran energi fosil masih lebih besar. Selain itu, penelitian UKERC (UK Energy Research Centre) tahun 2022 menunjukkan, energi terbarukan menciptakan sekitar tiga kali jumlah pekerjaan yang dihasilkan energi fosil per satuan investasi yang sama," kata Wira.

Dalam audiensi tersebut, kata Wira, Fraksi Demokrat menerima masukan-masukan yang disampaikan oleh Koalisi Transisi Energi Berkeadilan, terutama terkait penegasan komitmen terhadap transisi energi dalam draf KEN. Fraksi Demokrat juga menyatakan niat bertanya lebih lanjut ke pemerintah tentang penurunan target bauran energi terbarukan dalam draf tersebut.

Editor: Estu Suryowati
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore