Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 31 Mei 2024 | 01.27 WIB

Laporan GEM: Rata-rata Biaya Pembangkitan Listrik Energi Terbarukan di Asia Tenggara Kompetitif, PLTS hanya USD 70-95 per MWh

ILUSTRASI. PLN Indonesia Power menambah pembangkit hijau di Nusa Penida, berupa PLTS dan PLTB, dengan total kapasitas 14,5 MW. - Image

ILUSTRASI. PLN Indonesia Power menambah pembangkit hijau di Nusa Penida, berupa PLTS dan PLTB, dengan total kapasitas 14,5 MW.

JawaPos.com - Laporan Global Energy Monitor (GEM) mengungkapkan Asia Tenggara mampu memenuhi pertumbuhan energi lewat energi terbarukan dengan harga kompetitif serta emisi karbon yang rendah. Adapun rata-rata biaya pembangkitan listrik (levelized cost of electricity/LCOE) energi surya di Asia Tenggara saat ini berkisar USD 70-95 per megawatt hour (MWh) dan energi angin USD 105-135 per MWh, dibandingkan gas USD 80-125 per MWh.

"Permintaan energi terus meningkat di seluruh wilayah Asia Tenggara seiring dengan bertumbuhnya ekonomi, tetapi meningkatkan produksi gas bukan solusi jangka panjang. Memenuhi kebutuhan dengan energi terbarukan yang lebih hemat biaya, akan mengamankan wilayah Asia Tenggara dari harga gas yang tidak stabil, dan merupakan jalur yang lebih hijau ke depannya," kata Project Manager for Asia Gas Tracker Global Energy Monitor (GEM) Warda Ajaz sebagaimana dikutip dari keterangan tertulis di Jakarta, Kamis (30/5).

Pihaknya mengusulkan agar negara-negara di kawasan Asia Tenggara dapat mengembangkan energi hijau secara masif seperti energi surya dan angin. Pasalnya, dua sumber energi itu diproyeksikan mampu menjadi energi yang lebih terjangkau pada masa mendatang.
 
Berdasarkan laporan tersebut, pengembangan energi surya dan angin di Asia Tenggara, jika berhasil dibangun maka diproyeksikan mampu menghasilkan listrik sebesar 450 terawatt hour (TWh) per tahun. Jumlah itu setara 2/3 proyeksi permintaan listrik di wilayah ini pada 2030.
 
Selain itu, GEM menegaskan pengembangan energi terbarukan domestik yang dilengkapi baterai penyimpanan energi bisa menjadi alternatif bagi negara Asia Tenggara untuk terbebas dari tekanan pergerakan harga gas di pasar global.
Editor: Estu Suryowati
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore