
Presiden Direktur PT Toshiba Asia Pacific Indonesia Fumihiro Okada (kanan) di acara jumpa pers di Jakarta, Rabu (24/10).
JawaPos.com – Toshiba tampaknya bakal semakin serius meningkatkan kebutuhan energi dan infrastruktur di Indonesia. Baik melalui pembangkit listrik tenaga panas bumi, air, maupun uap.
Terkait dengan tujuan tersebut Presiden Direktur PT Toshiba Asia Pacific Indonesia Fumihiro Okada mengatakan, Toshiba sesungguhnya telah bermain dalam penyediaan pasokan peralatan pembangkit listrik di Indonesia sejak 1975 silam. “Sejak itu, Toshiba telah membawa teknologi pembangkit listrik tenaga uap, panas bumi, dan air ke Indonesia untuk mendukung pertumbuhan infrastruktur negara ini,” ujar Okada dalam sebuah acara di Jakarta, Rabu (24/10).
Seiring dengan berkembangnya negara ini, lanjut Okada, Toshiba berusaha meningkatkan kandungan lokal produknya agar lebih dekat dengan pelanggan. Salah satunya dengan menawarkan layanan pemeliharaan langsung untuk fasilitas pembangkit. “Kemitraan dengan perusahaan lokal di Indonesia juga kami bangun. Hal itu tidak lain dalam mendukung pertumbuhan negara ini,” tegas Fumihiro Okada.
Dia menerangkan, bisnis Toshiba di sektor infrastruktur sejak saat itu telah diperluas hingga mencakup transmisi dan distribusi listrik. Termasuk solusi infrastruktur seperti transportasi kereta api serta fasilitas gedung yang terkait dengan penerangan, lift, dan pengatur suhu untuk industri.
Hal tersebut berlanjut hingga Agustus tahun ini. Toshiba menyepakati sebuah nota kesepahaman (MoU) dengan Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) tentang implementasi H2One. H2One sendiri merupakan sistem energi hidrogen luar-jaringan mandiri berdasarkan energi terbarukan dan penggunaan dari hidrogen sebagai bahan bakar bagi pembangkit listrik di Indonesia.
Terkait dengan kebutuhan energi dalam negeri, mengacu pada Rencana Usaha Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL) PT PLN (PERSERO) 2018-2027, kapasitas pembangkit listrik negara pada 2025 diperkirakan akan meningkat dua kali lipat dibandingkan tahun 2017, yakni dari 50 GW menjadi 106 GW.
Seiring dengan kebutuhan listrik nasional yang kian meningkat, Toshiba juga mengaku telah memasok atau menerima pesanan 16 unit turbin uap untuk termal, 42 unit turbin hidraulik, dan 5 unit turbin uap panas bumi di seluruh Indonesia. Ini akan berkontribusi terhadap kapasitas gabungan hingga lebih dari 9,5 GW.

50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
7 Tahun Tak Terkalahkan! Bernardo Tavares Wajib Jaga Harga Diri Persebaya Surabaya di Derbi Jawa Timur Lawan Arema FC
15 Rekomendasi Restoran Terbaik Dekat Tugu Muda Semarang: Surganya Kuliner yang Wajib Dicoba Pelancong dan Wisatawan!
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
Jadwal Lengkap MotoGP Spanyol 2026! Misi Berat Veda Ega Pratama dan Mario Aji dari Barisan Belakang di Jerez
Pesan Haru dari Ernando Ari! Dukungan Diam-Diam Bikin Milos Raickovic Bangkit di Persebaya Surabaya
Terdepak dari Puncak Klasemen Liga Inggris, Bayang-bayang Kegagalan Juara di Akhir Musim kembali Menghantui Arsenal
18 Rekomendasi Sarapan Pagi di Bandung Paling Sedap, Sederet Kuliner Mantap yang Wajid Disantap
Profil Agnes Aditya Rahajeng, Pemenang Puteri Indonesia 2026
Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
