
PLTS atap berkapasitas 416,97 kWp itu diproyeksikan menghasilkan sekitar 577.647 kWh energi hijau per tahun. (istimewa)
JawaPos.com - Industri kesehatan didorong mempercepat produksi produk rendah emisi seiring naiknya kebutuhan produk kesehatan konsumen global. Pemanfaatan energi terbarukan seperti Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) atap dinilai bisa menjadi solusi menekan emisi operasional pabrik.
Di Indonesia, pengoperasian PLTS atap ini sudah digunakan di fasilitas produksi Heleon di Pulogadung, Jakarta Timur, yang langsung menyuplai kebutuhan listrik proses produksi.
PLTS atap berkapasitas 416,97 kWp itu diproyeksikan menghasilkan sekitar 577.647 kWh energi hijau per tahun. Pemanfaatan listrik surya tersebut disebut berpotensi menurunkan lebih dari 449 ton CO₂e per tahun atau setara kemampuan penyerapan karbon lebih dari 7.460 pohon setiap tahunnya.
Energi bersih ini diarahkan untuk mendukung proses produksi berbagai produk kesehatan konsumen yang diproduksi di Indonesia untuk pasar domestik maupun sejumlah negara Asia Tenggara.
Suwandi Yulia Putra, Direktur Pulogadung Site Haleon Indonesia, menyebut pengoperasian PLTS atap adalah salah satu langkah untuk mengatasi masalah emisi yang ditimbulkan dari produk kesehatan.
“Dalam industri kesehatan, keberlanjutan bukan lagi inisiatif tambahan, melainkan bagian dari komitmen inti perusahaan. Operasional PLTS Atap pertama kami di Indonesia merupakan tonggak penting dalam perjalanan dekarbonisasi Haleon," ujarnya, Jumat (23/1).
"Langkah ini tidak hanya memperkuat komitmen global kami, tetapi juga memberikan kontribusi nyata terhadap pengurangan emisi karbon di industri kesehatan Indonesia,” sambung Suwandi.
Proyek PLTS atap ini direalisasikan melalui kolaborasi dengan SUN Energy, penyedia layanan Sustainability-as-a-Service yang berfokus pada pengembangan solusi PLTS untuk sektor industri dan komersial.
CEO SUN Energy, Jefferson Kuesar, menilai keputusan industri kesehatan beralih ke energi terbarukan memberi sinyal kuat bahwa transisi energi merupakan kebutuhan lintas sektor.
“Industri kesehatan memiliki standar operasional yang sangat ketat. Ketika perusahaan seperti Haleon memilih energi terbarukan, hal ini memberikan pesan kuat bahwa transisi energi adalah kebutuhan lintas sektor. SUN Energy siap menjadi mitra strategis dalam membangun proses produksi yang efisien, rendah emisi, dan berorientasi pada keberlanjutan jangka panjang,” jelasnya.
Selain menekan emisi, inisiatif PLTS atap ini juga diposisikan sebagai langkah strategis untuk memperkuat standar operasional yang lebih hijau, efisien, dan bertanggung jawab di fasilitas produksi. SUN Energy menilai sektor kesehatan memiliki potensi besar untuk mempercepat adopsi energi bersih, sejalan dengan meningkatnya permintaan produk kesehatan yang aman, berkualitas, dan diproduksi secara berkelanjutan.

Jika Persija Jakarta Gagal Juara, The Jakmania Punya Kesempatan Melihat Bobotoh Menangis
14 Kuliner Malam Bandung yang Paling Enak dan Selalu Ramai hingga Larut Malam dengan Suasana Seru dan Rasa Lezat
Tak Peduli Larangan ke Jepara, The Jakmania Sebut Kebiasaan atau Takut Main di Jakarta saat Persija Jamu Persib
Bocoran Soal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026
18 Rekomendasi Kuliner di Tangerang untuk Keluarga, Tempat Makan Favorit dari Tradisional sampai Modern
Pesan Haru Milos Raickovic ke Bonek! Gelandang Persebaya Surabaya Sudah Berikan Segalanya Musim Ini
10 Rekomendasi Restoran Paling Populer di Surabaya dengan Menu Lengkap dan Harga Variatif
Mantan Kiper Persebaya Surabaya Buka Suara! Dimas Galih Ungkap Kondisi Ruang Ganti PSBS Biak
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
