
Pertamina Patra Niaga Jatimbalinus menyiagakan 1.473 SPBU untuk memenuhi kebutuhan BBM masyarakat selama libur Nataru 2025/2026. (Humas Pertamina Patra Niaga)
JawaPos.com - Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) membuka Posko Nasional Sektor ESDM untuk memantau ketersediaan energi selama periode Natal 2025 dan Tahun Baru 2026, dengan proyeksi permintaan bensin naik 3,2 persen.
"Proyeksi kenaikan demand (permintaan) bensin selama periode posko meningkat sekitar 3,2 persen dibandingkan realisasi normal," ujar Ketua Posko Natal dan Tahun Baru Sektor ESDM Erika Retnowati, di Gedung Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas), Jakarta, Senin (15/12).
Untuk memenuhi peningkatan permintaan tersebut, Pertamina menyiapkan 125 terminal BBM, 7.885 SPBU (stasiun pengisian bahan bakar umum), dan 72 DPPU (Depot Pengisian Pesawat Udara), serta menyiagakan fasilitas tambahan di wilayah-wilayah dengan demand tinggi.
Secara umum, kata dia lagi, kondisi ketahanan stok BBM aman dengan ketahanan stok dijaga pada kisaran 17 sampai 23 hari atau rata-rata sekitar 20 hari. Erika memproyeksikan permintaan solar turun sebesar 7,6 persen apabila dibandingkan dengan realisasi normal.
"Proyeksi penyaluran LPG selama periode Posko Natal dan tahun baru diprediksi mengalami peningkatan sekitar 7,2 persen jika dibandingkan dengan rata-rata penyaluran normal," kata Erika.
Untuk memenuhi kebutuhan LPG, Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi (Ditjen Migas) dan Pertamina menyiagakan 40 terminal LPG, 736 SPPBE (Stasiun Pengisian dan Pengangkutan Bulk Elpiji), dan 6.634 agen LPG. Prognosa ketahanan stok LPG nasional dalam kondisi aman dengan coverage day LPG pada kisaran 12 hari.
"Kondisi stok LPG dipertahankan tetap stabil dan disiapkan agen dan pangkalan LPG siaga 24 jam khususnya untuk wilayah dengan demand tinggi," katanya pula.
Dari segi permintaan avtur, Erika memproyeksikan terdapat peningkatan sebesar 5,2 persen dan kerosin naik 4,3 persen apabila dibandingkan realisasi normal. Lebih lanjut, ia juga memaparkan prognosa kondisi pasokan tenaga listrik pada sistem kelistrikan Jawa-Bali, Sumatera, Kalimantan, dan sebagian besar Indonesia Timur pada periode Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 dalam kondisi aman.
Adapun beban puncaknya sekitar 46.808 megawatt, daya mampu pasok sebesar 53.930 megawatt, sehingga terdapat cadangan total sebesar 7.122 megawatt atau 15,2 persen. Posko Nasional Sektor ESDM akan berlangsung selama 22 hari, dari 15 Desember 2025-5 Januari 2026. Posko tersebut berlokasi di Gedung BPH Migas.
Sebagaimana tahun-tahun sebelumnya, BPH Migas mengemban tugas sebagai Ketua Posko Nasional Sektor ESDM untuk periode Natal dan tahun baru. "Kami ingin dari keberadaan posko ini nantinya, ketersediaan pasokan energi, seperti BBM, gas, listrik, dipastikan mencukupi," ujar Sekretaris Jenderal Kementerian ESDM Ahmad Erani Yustika ketika membuka Posko Nasional Sektor ESDM, di Gedung BPH Migas, Jakarta, Senin (15/12).

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
Sempat Di-blacklist Koramil, Pembangunan Koperasi Merah Putih di Tuban Dikawal Babinsa
Kecelakaan Kereta dan KRL di Bekasi Timur, KAI Fokus Evakuasi Para Korban
11 Rekomendasi Gudeg Terenak di Jakarta, Kuliner Manis yang Tak Kalah Legit Seperti di Jogjakarta
Terkendala Lahan dan Faktor Teknis, 7 Koperasi Merah Putih di Sukoharjo Jawa Tengah Belum Dibangun
