
Ilustrasi Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) Pertamina /(Istimewa).
JawaPos.com - Aksi borong dan dugaan menimbun Bahan Bakar Minyak (BBM) di sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di Meulaboh, ibu kota Kabupaten Aceh Barat, telah menyebabkan stok BBM di SPBU di wilayah itu kosong sepanjang Sabtu.
"Kami berharap dari pihak terkait agar segera melakukan pembatasan pembelian BBM, baik itu jenis Pertalite maupun BBM non-subsidi agar kemacetan di jalan raya dan antrean BBM dapat segera berakhir,” kata Deni Setiawan, warga Meulaboh, Kabupaten Aceh Barat, dikutip Minggu (7/12).
Ia mengatakan dampak dari antrean di SPBU di Aceh Barat telah menyebabkan terganggunya arus lalu-lintas, karena menimbulkan kemacetan panjang di jalan raya. Pertamina dan pemerintah daerah serta aparat penegak hukum, kata dia, harus hadir di setiap SPBU di Aceh Barat, untuk memutus antrean panjang BBM.
Selain itu, kata Deni Setiawan, masyarakat meminta penegak hukum dan pemerintah daerah, agar dapat menindak pedagang eceran BBM yang menjual BBM kepada konsumen dengan harga di atas normal. "Berikan tindakan edukasi yang tegas kepada mereka," ucapnya.
Deni juga meminta pemerintah daerah agar memberikan edukasi di setiap SPBU di Aceh Barat, agar masyarakat tidak lagi mengantre BBM karena situasi panik.
“Kepanikan ini terjadi karena ada komunikasi pemerintah yang tidak sampai ke masyarakat akibat terganggunya jaringan media sosial, sehingga kepanikan masyarakat nggak bisa dibendung,” katanya.
Deni mengatakan, berdasarkan informasi yang diterima stok BBM mencukupi apabila pemakaian tidak berlebihan akibat efek panik. Sebelumnya Pertamina menegaskan stok BBM di wilayah Aceh pada prinsipnya terpantau cukup dan suplai dari terminal BBM tetap berjalan mengikuti perkembangan kondisi.
Area Manager Communication, Relations & CSR Pertamina Patra Niaga Sumbagut Fahrougi Andriani Sumampouw dalam keterangan diterima ANTARA menjelaskan bahwa pola distribusi dilakukan sangat dinamis.
“Tim suplai kami terus menyesuaikan rute dan waktu pengiriman mengikuti kondisi lapangan. Kami mengajak masyarakat membeli BBM sesuai kebutuhan harian agar layanan di SPBU,” katanya.
Komite BPH Migas Fathul Nugroho mengatakan alam kondisi bencana seperti ini konsumsi BBM yang wajar dari masyarakat sangat membantu agar suplai dapat dibagi secara merata.
Fathul Nugroho menegaskan pentingnya menjaga ketertiban pembelian di SPBU dan meminta masyarakat menggunakan pola konsumsi BBM yang terukur sesuai kebutuhan
“Kami mengimbau masyarakat untuk tidak melakukan pembelian berlebihan atau panic buying. Pola konsumsi yang terukur akan mempercepat pemulihan pelayanan BBM di Aceh,” katanya.

Dana Desa Terpangkas untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Infrastruktur Sebagian Desa di Tulungagung Tak Sesuai Rencana
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
12 Spot Kuliner Bakso di Bandung yang Terkenal karena Tekstur Dagingnya yang Juara
15 Rekomendasi Restoran Terbaik Dekat Tugu Muda Semarang: Surganya Kuliner yang Wajib Dicoba Pelancong dan Wisatawan!
18 Rekomendasi Sarapan Pagi di Bandung Paling Sedap, Sederet Kuliner Mantap yang Wajid Disantap
Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
10 Spot Mie Kocok di Bandung Terenak, Kuliner Khas dengan Kuah Kental dan Bumbu Tradisional
12 Restoran Seafood Terenak di Bandung, Surganya Kuliner Laut yang Tak Pernah Sepi Pengunjung
15 Kuliner Bakso di Solo yang Selalu Jadi Incaran, dari yang Paling Legend hingga yang Kekinian
Jadwal Thomas Cup 2026 Indonesia vs Aljazair, Siaran Langsung, dan Live Streaming: Laga Perdana Wajib Menang!
