Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 7 Oktober 2025 | 23.32 WIB

Di IICCS Forum 2025, Eddy Soeparno Ingatkan Upaya Dekarbonisasi Harus Jaga Ekonomi Tetap Tumbuh

Wakil Ketua MPR RI, Eddy Soeparno pada acara The 3rd IICS Forum 2025. (Nanda Prayoga/JawaPos.com) - Image

Wakil Ketua MPR RI, Eddy Soeparno pada acara The 3rd IICS Forum 2025. (Nanda Prayoga/JawaPos.com)

JawaPos.com - Indonesia terus berambisi untuk menjadi pusat pengembangan teknologi Carbon Capture and Storage (CCS) di kawasan Asia Pasifik. Dalam kesempatannya, Wakil Ketua MPR RI, Eddy Soeparno, mengungkapkan komitmen Presiden Prabowo Subianto terhadap misi net zero emission (NZE) yang tak hanya perihal pengurangan emisi karbon, tetapi harus selaras dengan pertumbuhan ekonomi nasional.

Hal ini disampaikannya pada acara The 3rd IICCS Forum 2025 dengan tema 'Advancing Indonesia as a CCS Hub Leader in the Asia Pacific: Achieving Net Zero and Economic Growth' di Hotel Mulia, Jakarta, Selasa (7/10). "Melalui pendekatan yang seimbang antara keberlanjutan lingkungan dan pembangunan ekonomi, IICCS Forum 2025 menjadi wadah penting untuk mendorong investasi hijau, inovasi teknologi karbon, dan kolaborasi lintas sektor demi masa depan Indonesia yang lebih bersih dan sejahtera," kata dia.

Pencapaian target NZE bukan hanya berfokus pada pengurangan emisi karbon ke atmosfer, melainkan juga harus selaras dengan pertumbuhan ekonomi nasional. Proses transisi menuju NZE perlu menjadi momentum untuk mendorong inovasi, membuka peluang kerja baru, serta memperkuat daya saing industri hijau di dalam negeri.

"Upaya dekarbonisasi yang dirancang secara strategis memiliki potensi besar untuk mendorong pertumbuhan ekonomi sekaligus menjaga keberlanjutan lingkungan. Dengan mengalihkan fokus investasi ke sektor energi terbarukan, teknologi ramah lingkungan, dan infrastruktur hijau, negara dapat menciptakan ekosistem industri yang lebih efisien, inovatif, dan tahan terhadap krisis iklim," ungkap dia.

Investasi pada sektor-sektor tersebut tak hanya berdampak pada penurunan emisi karbon, tetapi juga berkontribusi terhadap penciptaan lapangan kerja, peningkatan daya saing global, serta penguatan ketahanan ekonomi jangka panjang. Integrasi dekarbonisasi dengan arah kebijakan pembangunan nasional menjadi pondasi penting dalam mewujudkan masa depan yang hijau, inklusif, dan berkelanjutan.

"Dengan sinergi antara kebijakan iklim dan agenda ekonomi, Indonesia dapat membuktikan bahwa keberlanjutan dan kemajuan ekonomi bukanlah dua hal yang saling bertentangan, melainkan saling memperkuat," pungkasnya.

Sementara itu, penyelenggaraan forum ini pun sejalan dengan komitmen Indonesia untuk mengurangi emisi hingga 43,2 persen pada 2030 (dengan dukungan internasional) dan mencapai NZE pada 2060 atau lebih cepat. CCS menjadi teknologi kunci untuk mendukung transisi energi, terutama pada sektor-sektor industri yang sulit didekarbonisasi.

Selain berperan menurunkan emisi, CCS juga berpotensi menciptakan rantai nilai ekonomi baru, mulai dari pembangunan infrastruktur penyimpanan karbon, pengembangan lapangan kerja, hingga menciptakan peluang bisnis bagi industri energi, manufaktur, dan logistik.

Adapun Belladonna Troxylon Maulianda, Executive Director Indonesia CCS Center (ICCSC), menegaskan bahwa forum ini dirancang sebagai sarana untuk memberikan dampak kolaborasi nyata untuk percepat implementasi CCS. 

"IICCS Forum adalah ruang bertemunya semua pihak yang berkepentingan untuk menemukan solusi bersama. Harapan kami, forum ini akan melahirkan rekomendasi kebijakan, kemitraan, dan proyek baru yang mempercepat implementasi CCS di Indonesia," tukas dia.

Editor: Estu Suryowati
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore