
ILUSTRASI: PLTP Ulubelu 2x55MW, berperan dalam mendukung sistem kelistrikan wilayah sumatera bagian selatan. PLTP ini juga telah tersertifikasi REC (Renewable Energy Certificate).
JawaPos.com - Peneliti Alpha Research Database Ferdy Hasiman menyebut negara maju seperti Jerman sudah menyatakan minat pada pengembangan energi hijau di Manggarai melalui Bank Kreditanstalt für Wiederaufbau (KfW).
"Negara-negara Eropa, seperti Jerman saja sudah mau berinvestasi ke Manggarai melalui pengembangan Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP). Itu bukti bahwa mereka percaya di wilayah kecil ini mampu melistriki daerahnya dengan energi hijau. Jadi tidak ada alasan bagi kita untuk menolaknya," kata Ferdy dalam keterangannya, Jumat (13/9).
Jika pengembangan PLTP Poco Leok ini berhasil, lanjut Ferdy, maka masyarakat akan menikmati limpahan investasi pada sektor lain yang segera menyusul. "Jadi, tidak hanya Jerman, investasi pada sektor pariwisata maupun kelautan bisa datang sangat luar biasa. Namun jika tidak ada pengembangan, ya susah," tegasnya.
Ferdy meyakini, pengembangan PLTP Poco Leok ini sebagai gerbang kemandirian energi di Manggarai. "PLTP Poco Leok dipastikan mampu mengurangi ketergantungan energi dari luar wilayah. Kita pasti lebih bisa mandiri secara energi," tegasnya.
Untuk itu, papar Ferdy, masyarakat Poco Leok harus jeli melihat kebutuhan dan memilih energi yang ramah terhadap lingkungan. Menurutnya, PLTP Poco Leok merupakan salah satu energi ramah lingkungan, maka kita sangat membutuhkan.
Sementara itu, dalam kesempatan dialog dengan perwakilan bank dari Jerman tersebut, banyak harapan juga disampaikan warga dan para tua gendang serta tokoh adat dari Gendang Tere, Jong, Rebak, Mesir, Lungar, Ncamar, Leda, Lelak, Cako, dan Mano. "Seluruh warga Gendang Lelak sangat mendukung program geothermal, karena kita semua ingin maju. Kami butuh listrik karena kami percaya listrik membawa kemajuan untuk kami semua," ujar Mama Leviana Saul, warga Gendang Lelak.
Sepakat dengan Mama Leviana Saul, mewakili warga Gendang Mesir, Hendrikus Sopan, mengungkapkan rasa bahagianya atas kunjungan perwakilan Bank KfW melalui Monkey Forest Consulting (MFC). "Saat ini kami sangat bahagia karena pihak perwakilan bank Jerman menemui kami semua yang merupakan warga yang mendukung terhadap proyek pembangunan geothermal di Poco Leok," kata Hendrikus Sopan.
Dukungan terhadap pemberdayaan panas bumi itu juga datang dari kalangan warga yang tinggal di sekitar pengembangan PLTP Ulumbu 5-6, satu di antaranya ialah Alfons Sukur. Pada kesempatan tersebut, Ferdy juga menegaskan bahwa pengembangan PLTP Poco Leok sangat ramah terhadap lingkungan.
"Semuanya telah diukur, bahkan ilmuwan ITB sudah memaparkan kemarin. Ini tidak akan menyebabkan kerusakan lingkungan," katanya.

Persib Bandung Dilaporkan Berburu 2 Winger Kiri Baru demi Prestasi di AFC, Nilai Pasarnya Lewati Thom Haye!
Persebaya Surabaya Dikabarkan Rekrut 2 Striker dan 2 Bek Baru, Ada Punggawa Tim Nasional
11 Kuliner Maknyus Sekitar Kebun Raya Bogor, Tempat Makan yang Sejuk, Nyaman dan Enak
Jadwal Shalat Idul Adha 2026 di Jakarta, Bandung, Surabaya, dan Kota Besar Lainnya
Dulu Antreannya Mengular dan Jadi Buah Bibir Media Sosial, Kini Terlihat Lengang: Mengulik 5 Tempat Makan yang Sempat Viral Lalu Sepi Pengunjung
16 Tempat Wisata Terbaik di Pandaan Pasuruan yang Buat Liburan Penuh Panorama Alam, Pegunungan dan Ketenangan
20 Cafe Paling Instagramable di Surabaya, Tempat Ngopi yang Bukan Hanya Kuliner Enak tapi Juga Estetik
14 Angkringan Paling Nikmat di Surabaya, Tempat Nongkrong Seru Sambil Kuliner dan Jajan
Breaking News! Persebaya Surabaya Deal Rekrut Yuran Fernandes, Green Force Dapatkan Pengganti Gustavo Fernandes
10 Kuliner Lezat Dekat Stasiun Pasar Turi Surabaya, dari Lontong Balap hingga Nasi Bebek
