Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 6 Juni 2024 | 03.33 WIB

Dorong Adopsi Biofuel, Cinema XXI Perbanyak Gerai yang Kumpulkan Minyak Jelantah

Ilustrasi perkebunan kepala sawit

 
JawaPos.com - Banyak energi alternatif baru dan terbarukan yang ada di sekitar kita. Sebagai pengganti bahan bakar fosil yang suatu saat bisa habis, peranan energi alternatif ini sangat penting. Salah satunya yang bisa dengan mudah dibuat dan digunakan adalah biofuel.
 
Secara umum, biofuel adalah bahan bakar dari biomassa atau materi yang berasal dari tumbuhan dan hewan, namun lebih cenderung dari tumbuhan. Biofuel itu sendiri dibagi menjadi beberapa jenis, yakni bioetanol, biodiesel, dan biogas. 
 
Setiap produk biofuel diproduksi secara berbeda. Misalnya ethanol diproduksi dengan cara fermentasi jagung atau tebu, sedangkan biodiesel diproduksi dengan cara menghancurkan lemak hewani atau tumbuhan dengan adanya methanol. 
 
Minyak sawit mentah (Crude Palm Oil) melalui proses transesterifikasi, dimana secara kimia bereaksi dengan alkohol seperti methanol atau ethanol untuk memproduksi biodiesel. Selain itu, biofuel juga bisa dibuat dari minyak jelantah.
 
Nah, bahan terakhir itu yang sekarang banyak digaungkan untuk diolah. Istilah kerennya, sustainability atau keberlanjutan. Ambil bagian dalam mendorong adopsi biofuel sebagai energi alternatif, PT Nusantara Sejahtera Raya Tbk (Cinema XXI) mengklaim berkomitmen untuk berkontribusi terhadap isu keberlanjutan melalui beberapa inisiatif yang memberi dampak positif terhadap lingkungan dan masyarakat. 
 
Pelaksana tugas (Plt.) Head of Cinema Operations Cinema XXI Ricky Samsoedin mengatakan, sejak November 2023, Cinema XXI melakukan program pengumpulan minyak jelantah melalui kerja sama dengan Tukr, perusahaan Indonesia yang mengoperasikan pengumpulan UCO (Used Cooking Oil) atau minyak jelantah.
 
“Limbah minyak jelantah dari proses produksi dan bisnis Cinema XXI, oleh Tukr dikumpulkan sebagai pasokan bahan baku produksi biofuel yang lebih ramah lingkungan jika dibandingkan fosil fuel. Secara bertahap, ke depannya seluruh lokasi Cinema XXI akan berpartisipasi untuk pengumpulan minyak jelantah,” ujar Ricky ditemui JawaPos.com di Jakarta, Rabu (5/6).
 
Langkah ini, lanjut Ricky, juga selaras dengan komitmen perusahaan dalam menjaga kualitas produk makanan dan minuman yang disajikan kepada konsumen. 
 
“Seperti penggunaan minyak goreng, kami menjaga agar warna minyak gorengnya tidak gelap atau keruh. Di sisi lain, kami juga menjaga agar minyak jelantah ini tetap dapat dimanfaatkan dan tidak mencemari lingkungan,” tuturnya.
 
Tidak hanya itu, Ricky menambahkan Cinema XXI selalu menggunakan menggunakan kemasan yang aman dan ramah lingkungan untuk rangkaian produk Food and Beverage (F&B). Cinema XXI juga telah mulai menggunakan bahan-bahan biodegradable yang mudah terurai di alam dan dapat didaur ulang. 
 
Kemudian, Cinema XXI juga memperhatikan penggunaan bahan baku yang berkualitas tinggi dan baik untuk kesehatan, seperti menggunakan biji jagung Non-Genetically Modified Organism (Non-GMO), gula kelapa organik, dan trans-fat-free oil untuk produk popcorn.
 
Dalam kesempatan yang sama, Head of Brand & Partnership Tukr Adhi Putra Tawakal mengatakan, kolaborasi dengan Cinema XXI dalam inisiatif pengolahan minyak jelantah ini bertujuan memberikan dampak positif untuk lingkungan dan masyarakat. 
 
“Kami bersyukur dapat menjadi bagian dari inisiatif keberlanjutan yang dilakukan Cinema XXI, dan harapannya akan makin banyak perusahaan maupun individu yang memiliki motivasi dan gerakan yang sama untuk mendorong Indonesia bahkan dunia menjadi lebih baik dan sehat,” ucapnya.
 
Berdasarkan laporan TUKR pada periode November 2023 hingga 31 Maret 2024, sebanyak 209 lokasi bioskop Cinema XXI telah berpartisipasi dalam program pengumpulan minyak jelantah, dengan total yang berhasil diolah mencapai 52.766 kilogram (kg). 
 
Dengan demikian, Cinema XXI telah berkontribusi mencegah sekitar 175.027 kg emisi karbon, menjaga kemurnian hingga 52.766 juta liter air, dan melindungi kesehatan lebih dari 52.766 anggota masyarakat.
 
Menurutnya, komitmen keberlanjutan Cinema XXI sejalan dengan misi TUKR dalam memanfaatkan minyak jelantah menjadi sumber daya energi yang lebih ramah lingkungan. Hal ini juga didukung dengan sertifikasi dari International Sustainability & Carbon Certification (ISCC) yang dimiliki oleh Tukr yang menjadi garansi bahwa limbah minyak jelantah dari Cinema XXI telah memenuhi persyaratan standar keberlanjutan tinggi yang ditetapkan oleh Uni Eropa. 
 
"Sertifikasi ini juga membuka akses ke pasar biodiesel Eropa sehingga minyak jelantah dari Cinema XXI mempunyai keunggulan kompetitif, serta memiliki peluang baru untuk diolah menjadi bahan bakar berkelanjutan,” jelas Adhi. 
 
Sustainability Analyst dan Dosen Program Studi Teknik Lingkungan Fakultas Teknik Universitas Indonesia, Aulia Qisthi mengapreasi langkah yang dilakukan oleh Cinema XXI dalam menjalankan inisiatif program keberlanjutan untuk lingkungan hidup.  
 
“Kelestarian lingkungan adalah tanggung jawab kita bersama. Oleh karena itu, penting bagi semua pihak untuk ambil bagian dalam upaya pelestarian lingkungan, dan itu bisa dimulai dari hal-hal sederhana di sekitar kita,” kata Aulia.
 
Aulia menambahkan pentingnya melibatkan semua pihak, termasuk pemerintah, perusahaan, dan masyarakat umum, dalam mendukung dan mengadopsi inisiatif keberlanjutan untuk kebaikan kita bersama dan masa depan generasi selanjutnya.
Editor: Estu Suryowati
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore