Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 27 Desember 2023 | 19.34 WIB

Harga Minyak Dunia Meroket, Brent Tembus USD 80,89 per barel

Ilustrasi eksplorasi migas lepas pantai

JawaPos.com - Harga minyak dunia berpotensi terus naik, meskipun pada perdagangan awal hari Rabu (27/12) mengalami penurunan yang tipis. Perusahaan pelayaran besar mulai kembali ke Laut Merah meskipun terjadi serangan terus-menerus dan ketegangan yang meningkat di Timur Tengah.

Mengutip Reuters, harga minyak dunia pada hari Selasa (26/12) naik lebih dari 2 persen ke level tertinggi bulan ini. Harga tersebut melanjutkan momentum kenaikan minggu lalu yang menyebabkan harga naik lebih dari 3 persen disebabkan karena harapan penurunan suku bunga AS yang dapat meningkatkan pertumbuhan ekonomi dan mendorong permintaan.

Sementara itu, hari ini, Rabu (27/12), minyak mentah berjangka Brent turun 18 sen atau 0,22 pesen menjadi USD 80,89 per barel pada 0101 GMT. Minyak mentah berjangka WTI AS turun 22 sen atau 0,29 persen menjadi USD 75,35 per barel.

Pada hari Selasa, Kepala Staf Israel Herzi Halevi mengatakan kepada wartawan bahwa perang Gaza akan berlangsung selama berbulan-bulan, sementara milisi Houthi yang didukung Iran di Yaman mengaku bertanggung jawab atas serangan rudal terhadap kapal kontainer di Laut Merah.

Meskipun terjadi serangan, perusahaan pelayaran besar seperti Maersk (MAERSKb.CO) dan CMA CGM Perancis tetap melanjutkan perjalanan melalui Laut Merah setelah pengerahan satuan tugas multinasional ke wilayah tersebut. Bahkan, Hapag-Lloyd Jerman (HLAG.DE) diperkirakan akan memutuskan untuk melanjutkan pengiriman pada hari Rabu ini.

Pasar terus didukung oleh spekulasi bahwa Federal Reserve AS akan mulai menurunkan suku bunga pada tahun 2024, setelah data menunjukkan pada pekan lalu bahwa melalui beberapa ukuran utama, seperti indeks harga pengeluaran konsumsi pribadi (PCE), inflasi sekarang berada pada atau di bawahnya. Adapun target bank sentral sebesar 2 persen.

Suku bunga yang lebih rendah mengurangi biaya pinjaman, sehingga dapat merangsang pertumbuhan ekonomi dan permintaan minyak yang lebih besar. Stok minyak mentah AS diperkirakan turun 2,6 juta barel pada minggu lalu, sementara persediaan minyak sulingan dan bensin kemungkinan meningkat.

Laporan inventaris dari kelompok industri American Petroleum Institute dan Energy Information Administration, Badan Statistik Departemen Energi AS, masing-masing diharapkan dirilis pada hari Rabu dan Kamis pekan ini, bisa satu hari lebih lambat dari biasanya karena libur Natal.

Editor: Mohamad Nur Asikin
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore