Logo JawaPos
Author avatar - Image
Minggu, 14 Juni 2026 | 22.29 WIB

Analisis Ekonomi: Geopolitik Timur Tengah Jadi Penentu Arah Harga Emas dan Minyak Pekan Depan

Ilustrasi kilang minyak. (FREEPIK) - Image

Ilustrasi kilang minyak. (FREEPIK)

JawaPos.com - Pengamat Ekonomi, Mata Uang, dan Komoditas, Ibrahim Assuaibi, memproyeksikan pergerakan indeks dolar Amerika Serikat (AS), minyak mentah dunia, dan emas dunia pada perdagangan pekan depan masih akan dipengaruhi oleh perkembangan geopolitik Timur Tengah serta kebijakan bank sentral global.

Ibrahim mengatakan, indeks dolar AS berpotensi bergerak dalam rentang support 99,100 dan resistance 100,700, atau menunjukan masih adanya peluang penguatan dolar AS dalam jangka pendek.

"Indeks dolar dalam perdagangan minggu depan kemungkinan akan ditransaksikan di 99,100 support-nya, kemudian di resistance-nya di 100,700. Jadi, masih ada indikasi bahwa indeks dolar AS masih menguat di 100,700," ujar Ibrahim dalam pesan suara yang diterima, Minggu (14/6).

Sementara itu, harga minyak mentah dunia diperkirakan mengalami koreksi dengan level support di USD 77,400 dan resistance di USD 94,600.

"Kemudian kalau saya lihat untuk harga minyak ini sepertinya harga minyak dunia akan terkoreksi yaitu support-nya di USD 77,400 kemudian resistance-nya di USD 94,600," katanya.

Dari sisi logam mulia, Ibrahim mencatat emas dunia pada Sabtu pagi ditutup di level USD 4.209 per troy ons, sedangkan harga logam mulia di dalam negeri berada di Rp 2.711.000 per gram.

Secara teknikal, apabila harga emas dunia terkoreksi, support pertama berada di USD4.058 per troy ons dengan harga logam mulia sekitar Rp 2.690.000 per gram. Jika pelemahan berlanjut, support kedua berada di USD 3.929 per troy ons dan harga logam mulia berpotensi turun ke Rp 2.500.000 per gram.

Sebaliknya, apabila harga emas dunia menguat, resistance pertama berada di USD 4.394 per troy ons dengan harga logam mulia sekitar Rp 2.740.000 per gram. Sementara itu, resistance kedua berada di USD 4.571 per troy ons dengan harga logam mulia berpotensi mencapai Rp 2.880.000 per gram.

Selain faktor teknikal, Ibrahim menilai terdapat dua faktor fundamental utama yang akan memengaruhi pergerakan dolar AS, minyak mentah, dan emas dunia pada pekan depan, yakni perkembangan geopolitik dan kebijakan bank sentral AS.

Dari sisi geopolitik, Ibrahim menyoroti pernyataan Presiden AS pada Sabtu yang menyebut kesepakatan damai dengan Iran dijadwalkan ditandatangani pada Minggu. Salah satu poin dalam kesepakatan tersebut adalah pembukaan Selat Hormuz setelah penandatanganan dilakukan.

Editor: Mohamad Nur Asikin
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore