
Ilustrasi kilang minyak. (FREEPIK)
JawaPos.com - Pengamat Ekonomi, Mata Uang, dan Komoditas, Ibrahim Assuaibi, memproyeksikan pergerakan indeks dolar Amerika Serikat (AS), minyak mentah dunia, dan emas dunia pada perdagangan pekan depan masih akan dipengaruhi oleh perkembangan geopolitik Timur Tengah serta kebijakan bank sentral global.
Ibrahim mengatakan, indeks dolar AS berpotensi bergerak dalam rentang support 99,100 dan resistance 100,700, atau menunjukan masih adanya peluang penguatan dolar AS dalam jangka pendek.
"Indeks dolar dalam perdagangan minggu depan kemungkinan akan ditransaksikan di 99,100 support-nya, kemudian di resistance-nya di 100,700. Jadi, masih ada indikasi bahwa indeks dolar AS masih menguat di 100,700," ujar Ibrahim dalam pesan suara yang diterima, Minggu (14/6).
Sementara itu, harga minyak mentah dunia diperkirakan mengalami koreksi dengan level support di USD 77,400 dan resistance di USD 94,600.
"Kemudian kalau saya lihat untuk harga minyak ini sepertinya harga minyak dunia akan terkoreksi yaitu support-nya di USD 77,400 kemudian resistance-nya di USD 94,600," katanya.
Dari sisi logam mulia, Ibrahim mencatat emas dunia pada Sabtu pagi ditutup di level USD 4.209 per troy ons, sedangkan harga logam mulia di dalam negeri berada di Rp 2.711.000 per gram.
Secara teknikal, apabila harga emas dunia terkoreksi, support pertama berada di USD4.058 per troy ons dengan harga logam mulia sekitar Rp 2.690.000 per gram. Jika pelemahan berlanjut, support kedua berada di USD 3.929 per troy ons dan harga logam mulia berpotensi turun ke Rp 2.500.000 per gram.
Sebaliknya, apabila harga emas dunia menguat, resistance pertama berada di USD 4.394 per troy ons dengan harga logam mulia sekitar Rp 2.740.000 per gram. Sementara itu, resistance kedua berada di USD 4.571 per troy ons dengan harga logam mulia berpotensi mencapai Rp 2.880.000 per gram.
Selain faktor teknikal, Ibrahim menilai terdapat dua faktor fundamental utama yang akan memengaruhi pergerakan dolar AS, minyak mentah, dan emas dunia pada pekan depan, yakni perkembangan geopolitik dan kebijakan bank sentral AS.
Dari sisi geopolitik, Ibrahim menyoroti pernyataan Presiden AS pada Sabtu yang menyebut kesepakatan damai dengan Iran dijadwalkan ditandatangani pada Minggu. Salah satu poin dalam kesepakatan tersebut adalah pembukaan Selat Hormuz setelah penandatanganan dilakukan.

Daftar Pemain Timnas Argentina dan Aljazair di Grup J Piala Dunia 2026
Daftar Pemain Spanyol dan Tanjung Verde di Piala Dunia 2026
Prediksi Skor Timnas Qatar vs Swiss di Piala Dunia 2026: The Maroons Terancam Gagal Start Sempurna
Daftar Pemain Inggris dan Kroasia di Grup L Piala Dunia 2026
Prediksi Skor Amerika Serikat vs Paraguay di Piala Dunia 2026: Pembuktian Magis Christian Pulisic
Daftar Pemain Swedia dan Tunisia di Piala Dunia 2026
Prediksi Susunan Pemain Timnas Brasil vs Maroko: Vinicius Junior dan Achraf Hakimi Siap Saling Sikut di Piala Dunia
Apa Itu Weton Tibo Pati dan Siapa Saja yang Mendapatkan Julukan Ini? Simak Misteri di Balik Nasib Weton Tibo Pati
Prediksi Skor Jerman vs Curacao di Piala Dunia 2026: Der Panzer Siap Menggila di Laga Perdana
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
