Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 30 Agustus 2023 | 23.52 WIB

Pertamina NRE Kaji Investasi Pembangkit Listrik Energi Bersih di Afrika Selatan

Pertamina NRE kaji investasi Pembangkit Listrik Energi Bersih di Afrika Selatan usai kunjungannya ke Afrika Selatan bersama Presiden Jokowi, pada Jumat (25/8). - Image

Pertamina NRE kaji investasi Pembangkit Listrik Energi Bersih di Afrika Selatan usai kunjungannya ke Afrika Selatan bersama Presiden Jokowi, pada Jumat (25/8).

JawaPos.com - Pertamina NRE menyatakan minatnya untuk berinvestasi dalam penyediaan tenaga listrik berbasis gas maupun energi terbarukan di Afrika. Hal ini disampaikan CEO Pertamina New & Renewable Energy (Pertamina NRE) Dannif Danusaputro dalam kunjungannya ke Afrika Selatan pada Jumat (25/8).
 
Pertamina menjadi salah satu BUMN yang masuk di dalam rangkaian kunjungan Presiden Republik Indonesia ke Afrika, antara lain ke Kenya, Tanzania, Mozambik, dan Afrika Selatan, pada 20 Agustus 2023. Dalam kunjungan tersebut, terdapat beberapa potensi bisnis yang ditangkap oleh Pertamina NRE sebagai anak usaha Pertamina yang fokus di energi bersih, antara lain pembangkitan listrik berbasis gas dan energi terbarukan.
 
"Kami berharap dapat melakukan kerja sama investasi dengan partner lokal. Di sisi hilir, Pertamina NRE memiliki potensi untuk bisa memanfaatkan gas alam yang diproduksi untuk pembangkit listrik," kata Dannif dalam keterangan resmi, Rabu (30/8).
 
Dia menjelaskan, dari hasil diskusi pihaknya mengidentifikasi bahwa saat ini di Afrika ada potensi permintaan listrik yang masih cukup tinggi. Begitu juga untuk energi terbarukan terutama energi surya, khusus untuk Afrika Selatan sudah memiliki regulasi yang cukup mendukung.
 
"Ada beberapa negara di Afrika yang menjadi target Pertamina NRE. Khusus untuk Afrika Selatan potensi tenaga surya mencapai 100 MW," jelasnya.
 
Sebelumnya, Pertamina telah menandatangani nota kesepahaman dengan GUMA, perusahaan lokal yang fokus di investasi dan peningkatan infrastruktur di Afrika, untuk wilayah kerja sama Kenya, Afrika Selatan dan Republik Demokratik Kongo. Komitmen itu terkait kerja sama pengembangan dan optimalisasi pipa gas, pengembangan pembangkit listrik tenaga gas, serta pengembangan fasilitas ekspor listrik ke Afrika Selatan yang akan melibatkan Pertamina NRE.
 
 
Vice President Pertamina Fadjar Djoko Santoso menambahkan, Pertamina membawa beberapa subholding untuk mendalami potensi kerja sama di Afrika. Berbagai kerja sama tersebut diharapkan makin memperkuat ketahanan energi nasional, sekaligus mewujudkan peran perusahaan sebagai perusahaan energi global.
 
"Kami terbuka pada semua peluang kerja sama bisnis yang memiliki dampak positif bagi Pertamina dan bagi negara," jelas Fadjar.
 
Untuk diketahui, selain PLTGU dan PLTS, Afrika juga memiliki sumber tenaga panas bumi yang berpotensi menjadi salah satu tujuan investasi Pertamina NRE. Pada Selasa (22/8), anak usaha Pertamina NRE, PT Pertamina Geothermal Energy Tbk. (PGE), menandatangani nota kesepahaman dengan Africa Geothermal International No 1 Limited (AGIL No 1) untuk pengembangan panas bumi pada konsesi Longonot di Kenya. AGIL merupakan Perusahaan di Kenya yang bergerak di bidang pengembangan panas bumi.
 
Pertamina NRE terus mencari peluang kerja sama strategis dalam pengembangan energi baru dan terbarukan. Inisiatif ini sejalan dengan komitmennya dalam mendukung percepatan transisi energi. Pertamina NRE juga terus berupaya menjalankan bisnis yang bertanggung jawab melalui pelaksanaan aspek environmental, social, and governance (ESG).
 
Editor: Estu Suryowati
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore