
Pertamina
JawaPos.com - Banyak keuntungan dari kerjasama yang dilakukan Pertamina dalam menggarap blok-blok terminasi. Di antaranya adalah mengurangi berbagai risiko, termasuk risiko investasi.
“Selain itu, juga transfer teknologi, jika mitranya adalah perusahaan asing,” kata Direktur Eksekutif Indonesia Resources Studies (IRESS) Marwan Batubara di Jakarta Jumat (2/11).
Untuk itulah, kata Marwan, pentingnya melakukan kerjasama, baik dengan mitra luar negeri maupun dalam negeri. Dengan kerjasama, produksi justu bisa lebih ditingkatkan.
“Dengan demikian kerjasama dalam industri migas tidak bisa diartikan sebagai ketidakmampuan perusahaan dalam menggarap lapangan atau ladang minyak. Justru kerjasama dilakukan, agar perusahaan tersebut bisa terus menggenjot produksinya,” katanya.
Menurut Marwan, kerjasama yang dilakukan Pertamina juga sangat lumrah dilakukan perusahaan internasional manapun. Termasuk Freport yang juga bermitra dengan perusahaan lain seperti Rio Tinto. Karena pada prinsipnya, lanjut Marwan,
bermitra dengan pihak mana pun adalah sah dalam dunia bisnis. Terpenting, harus ada perjanjian kontrak yang jelas, transparan, saling menguntungkan, dan akuntabel.
Dalam melakukan proses kerjasama dengan mitra Pertamina harus berperan aktif dan dominan. Dalam mencari partner bisnis, Pertamina harus memilih penawaran terbaik. Dengan demikian, uang tersebut bisa digunakan untuk investasi lagi.
Pertamina sendiri, memang memiliki kemampuan andal dalam menggarap berbagai blok terminasi. Bahkan, BUMN itu juga memiliki dan mengelola Laboratorium Enhanced Oil Recovery (EOR) dan telah bekerjasama dengan SKK Migas, lembaga riset, universitas dan industri perminyakan baik nasional maupun internasional.
Begitu pula dalam spektrum portofolio Pertamina di sektor hulu, juga sangat luas. Mulai dari eksplorasi, pengembangan lapangan baru (green field), optimasi lapangan tua (brown field) baik di darat, daerah rawa, maupun laut. Kemampuan ekplorasi tersebut, dibuktikan dengan temuan ekplorasi Parang-1, yang merupakan salah satu dari 10 temuan terbesar dunia di tahun 2017.
“Pertamina juga mampu menahan laju penurunan produksi (production decline rate) di sumur-sumur tua seperti di lapangan Sago, Tempino, Rantau dan lainnya," pungkas Marwan.

Dana Desa Terpangkas untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Infrastruktur Sebagian Desa di Tulungagung Tak Sesuai Rencana
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
12 Spot Kuliner Bakso di Bandung yang Terkenal karena Tekstur Dagingnya yang Juara
15 Rekomendasi Restoran Terbaik Dekat Tugu Muda Semarang: Surganya Kuliner yang Wajib Dicoba Pelancong dan Wisatawan!
18 Rekomendasi Sarapan Pagi di Bandung Paling Sedap, Sederet Kuliner Mantap yang Wajid Disantap
Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
10 Spot Mie Kocok di Bandung Terenak, Kuliner Khas dengan Kuah Kental dan Bumbu Tradisional
12 Restoran Seafood Terenak di Bandung, Surganya Kuliner Laut yang Tak Pernah Sepi Pengunjung
15 Kuliner Bakso di Solo yang Selalu Jadi Incaran, dari yang Paling Legend hingga yang Kekinian
Jadwal Thomas Cup 2026 Indonesia vs Aljazair, Siaran Langsung, dan Live Streaming: Laga Perdana Wajib Menang!
