
Ilustrasi: sektor properti diyakini masih menjanjikan pada tahun politik
JawaPos.com - Dalam hitungan hari ke depan, tahun akan berganti dari 2018 ke 2019. Pada 2019, pelaku usaha berharap akan ada efek positif dunia bisnis, meskipun tengah berada di tahun politik.
Untuk sektor properti diperkirakan tidak mendapatkan pengaruh terlalu besar dengan tahun politik tersebut. Menurut Direktur Eksekutif Indonesia Property Watch, Ali Tranghanda, situasi ekonomi Indonesia masih positif hingga akhir 2018. Kondisi yang positif itu memberikan aura optimisme bagi pengembang. Pada 2019 nanti pengembang merencanakan pengembangan apartemen strata dan perumahan menengah atas. Terutama di pinggiran Jakarta.
Berkaca pada triwulan I-2018, penjualan rumah di pinggiran Jakarta naik 58 persen dibandingkan dari triwulan IV-2017. Kenaikan itu cukup tinggi setelah tahun lalu anjlok. “Bisa diprediksi bahwa tahun depan kondisinya akan kurang lebih sama dengan tahun ini,” ujar dia dalam keterangan persnya, Senin (10/12).
Harapan baik terhadap kondisi properti pada tahun politik lebih terasa lagi bagi yang memiliki akses menunjang mobilitas konsumen. “Kawasan yang dilalui komuter atau memiliki akses tol pasti bisa mendongkrak penjualan properti," katanya.
Saat ini pembangunan infrastruktur di Jakarta dan sekitarnya begitu masif. Nilai tak kurang dari Rp 377,07 triliun. Proyek itu mencakup jalan tol, light rail transit (LRT), dan kereta moda terpadu raya (MRT). Aksesibilitas yang kian mudah ikut mengatrol permintaan hunian di pinggir dan satelit kota Jakarta.
Hal itu diyakini bakal mendongkrak pembangunan properti kawasan Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi (Jabodetabek). Permintaan properti di kawasan ini tumbuh 15 persen per tahun dengan potensi keuntungan hingga 40 persen dalam tiga tahun.
Analisis Ali Tranghanda ini pun diamini oleh Direktur SouthCity, Peony Tang. Pengembang superblock di Pondok Cabe itu optimistis menghadapi tahun politik 2019. Walaupun tahun politik itu tidak terlalu berdampak signifikan terhadap penjualan properti. “Efek wait and see memang masih ada, tetapi tidak terlalu signifikan,” ujar Peony Tang.
Menurut dia, kelebihan investasi properti dibandingkan sektor lainnya adalah keberadaan nilai aset yang terus meningkat. Sehingga, investor yang ingin mencari imbal hasil yang pasti dan tidak tergerus oleh nilai inflasi, maka pilihannya berinvestasi di properti. “Investasi di sektor properti masih terbilang ‘seksi’ mengingat kenaikan nilai properti setiap tahunnya” kata dia
Dikatakan dia, tingginya antusias masyarakat memilih properti di pinggiran Jakarta dipicu oleh beberapa alasan. Di antaranya kemudahan transportasi umum dan harga hunian di tengah ibu kota kian melambung.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Prediksi Skor Borneo FC vs Persija Jakarta: Macan Kemayoran Menang Tipis di Samarinda
Prediksi Skor Hoffenheim vs Borussia Dortmund di Liga Jerman: Kans Die Borussen Gondol 3 Poin
Prediksi Skor Bhayangkara FC vs Persebaya Surabaya: Green Force Diprediksi Menang Tipis di Lampung
Prediksi Skor Newcastle United vs Bournemouth di Liga Inggris: The Magpies Tak Ingin Malu di Kandang
Prediksi Skor Alaves vs Osasuna di Liga Spanyol: Duel Sengit Berpotensi Imbang di Mendizorrotza
Prediksi Skor Villarreal vs Deportivo La Coruna di Liga Spanyol: Kapal Selam Kuning Amankan 3 Poin!
Prediksi Skor Marseille vs Paris FC di Liga Prancis: Kans Les Phocéens Pesta Gol di Stade Velodrome
Prediksi Skor Werder Bremen vs RB Leipzig di Liga Jerman: Die Bullen Bisa Gondol 3 Poin
Prediksi Skor Parma vs Monza di Liga Italia: Duel Sengit Rawan Berakhir Imbang!
Prediksi Skor Java United FC vs Garudayaksa: Laskar Kepodang Emas Bisa Menang Tipis
