
Hunian yang dikembangkan Capital Value International Group (CVIG) di Sydney Australia. (Istimewa)
JawaPos.com – Di tengah ketidakpastian ekonomi global, pasar properti negara tetangga Australia justru menunjukkan daya tahan yang semakin kuat karena menghadapi kekurangan pasokan hunian dalam skala besar (undersupply).
Chief Executive Officer Capital Value International Group (CVIG), Chandra Leonardi, kondisi tersebut menciptakan peluang investasi jangka panjang yang semakin menarik bagi investor Indonesia yang ingin melakukan diversifikasi aset ke pasar internasional.
"Fundamental pasar Australia saat ini sangat kuat. Bagi investor jangka panjang, kondisi seperti ini merupakan peluang yang sangat menarik," ujar Chandra Leonardi saat jumpa pers di Jakarta, Senin, (10/8).
Menurutnya, berbeda dengan fluktuasi nilai tukar maupun perubahan suku bunga yang bersifat siklus, kebutuhan terhadap hunian merupakan faktor fundamental yang akan terus mendorong pertumbuhan pasar properti Australia dalam jangka panjang.
Data terbaru Foreign Investment Review Board (FIRB) menunjukkan investor Indonesia mencatatkan nilai persetujuan investasi properti residensial sekitar AUD100 juta, menjadikan Indonesia sebagai salah satu kelompok investor terbesar dari Asia setelah China, Hong Kong, dan Taiwan.
Kondisi tersebut dipengaruhi oleh kombinasi sejumlah faktor, mulai dari perlambatan ekonomi dan krisis sektor properti di China yang menggerus daya beli investor dan kebijakan capital control yang membatasi aliran dana ke luar negeri.
Di tengah pergeseran tersebut, minat investor dari sejumlah negara Asia, termasuk Indonesia, India, Jepang, dan Vietnam, justru menunjukkan tren peningkatan seiring semakin besarnya minat terhadap pasar properti Australia sebagai instrumen diversifikasi aset, diversifikasi nilai tukar dan investasi jangka panjang.
Menurut Chandra, perubahan tersebut membuka peluang yang semakin besar bagi investor Indonesia. "Pergeseran peta investasi tersebut membuka peluang yang semakin besar bagi investor Indonesia untuk mengisi ruang yang sebelumnya didominasi pembeli asal China, khususnya pada segmen hunian premium di Sydney yang tetap didukung oleh fundamental ekonomi dan keterbatasan pasokan perumahan."
Melihat potensi tersebut, Capital Value International Group (CVIG) terus mengembangkan proyek hunian premium di Sydney yang dirancang untuk memenuhi kebutuhan pasar sekaligus memberikan nilai investasi jangka panjang.
Proyek terbaru CVIG berlokasi di Roselands, salah satu kawasan hunian yang berkembang pesat di Sydney dan berjarak sekitar 20–30 menit berkendara dari Central Business District (CBD).
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!

Perilaku Menantu Tak Cerminkan Orang Kerajaan, Sultan Brunei Cabut Gelar Istri Pangeran Abdul Malik
Tumbang, Andika Kangen Band Minta Doa untuk Kesembuhannya
Doktif Bongkar Transfer Rp 9 Juta Richard Lee, Disebut untuk Jasa Prostitusi
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Tumplek Blek! Ribuan Massa Padati Jalan Gubernur Surabaya untuk Ikuti Aksi Tolak LGBTQ
Daftar Skuad Chelsea dan AC Milan di Indonesia: Luka Modric, Rafael Leao, hingga Cole Palmer
Cek Warna Keberuntungan Menurut Hari dan Pasaran Jawa: Rahasia Menarik Energi Positif dan Kesuksesan Setiap Hari!
Prediksi Skor Arsenal vs Dortmund di Emirates Cup 2026: Mikel Arteta Punya Misi Bangkit di Emirates
Siaran Tunda Moto3 Inggris 2026! Ini Jadwal dan Link Live Streaming Veda Ega Pratama di Silverstone
Juara Piala Presiden 2026! 3 Pemain Persebaya Jalani Pemulihan Jelang Super League 2026/2027
