
Photo
Antisipasi Masyarakat Sulit Beli Tempat Tinggal karena Lonjakan Inflasi
JawaPos.com – Penyaluran kredit pemilikan rumah (KPR) mulai meningkat. Perbankan menargetkan pekerja milenial sebagai sasaran pasar. Namun, tren inflasi yang tinggi berpotensi menyulitkan masyarakat memiliki tempat tinggal.
Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati menjelaskan, lonjakan inflasi bakal memicu Bank Indonesia (BI) menaikkan suku bunga acuan. Kondisi itu tentu berimbas terhadap suku bunga KPR. Karena itu, pemerintah mengajak seluruh pemangku kepentingan mendorong pasar pembiayaan perumahan di tanah air.
BI sebagai regulator bisa membuat kebijakan makroprudensial dengan menurunkan aset tertimbang menurut risiko (ATMR) untuk sektor perumahan. Juga lebih melonggarkan loan to value (LTV).
"Tujuannya adalah lebih banyak yang berani mendanai sektor perumahan karena risikonya diturunkan bobotnya oleh bank sentral kita di dalam prudential frame-nya," paparnya.
Sinergi BI, OJK, dan Kemenkeu menjadi sangat penting untuk menggairahkan sektor perumahan. Peran industri dan para investor juga cukup vital.
Sementara itu, PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BTN) mencatatkan penyaluran KPR tumbuh 7,68 persen year-on-year (YoY) hingga Juni 2022. Selain itu, berdasar data Badan Pengelola Tabungan Perumahan Rakyat (BP Tapera) pada Mei 2022, penyaluran KPR berskema fasilitas likuiditas pembiayaan perumahan (FLPP) didominasi BTN dan UUS BTN Syariah. Masing-masing sebesar 56,09 persen dan 11,38 persen.
"Angka terbaik pertumbuhan kredit BTN selama pandemi, yang mayoritas dalam bentuk KPR. Sebelum pandemi, kami bicaranya belasan persen," kata Wakil Direktur BTN Nixon L.P. Napitupulu Jumat (8/7).
Dia optimistis tren pertumbuhan bisa dijaga hingga akhir tahun. Berkisar 9–10 persen sepanjang 2022. Salah satu strateginya, menggenjot KPR ke segmen milenial.
"Menyasar nasabah berusia 21 tahun hingga 39 tahun," ujarnya.
Komisioner BP Tapera Adi Setianto menyebutkan, pihaknya telah menyalurkan dana FLPP untuk 81.846 unit rumah senilai Rp 9,09 triliun per 3 Juni 2022. Minat masyarakat terhadap dana FLPP cukup tinggi. Terlihat dari banyaknya bank penyalur yang mengajukan pencairan dana FLPP.
Meski demikian, lanjut Adi, dana FLPP tidak hanya disalurkan. Tetapi juga memperhatikan ketepatan sasaran dan kualitas bangunan.
"Kami berfokus pada ketepatan sasaran, kualitas bangunan, dan perbaikan proses bisnis dengan melibatkan perbankan dan pengembang. Semua ini kami lakukan untuk memperbaiki kualitas layanan terhadap masyarakat," jelasnya.
CEO Indonesia Property Watch Ali Tranghanda menyatakan, properti sebenarnya masih cukup bertahan dan menjadi salah satu andalan untuk menggerakkan sektor realestat. Tecermin dari peminat properti sebesar 58,6 persen.
Rumah masih menjadi primadona dengan kontribusi 51,8 persen. Milenial yang aktif membeli rumah berusia di kisaran 27–39 tahun dengan penghasilan rata-rata Rp 8,5 juta per bulan.
KINERJA PEMBIAYAAN SEKTOR PROPERTI (PER APRIL 2022)
Jenis Kredit | Pertumbuhan
Properti | 6,1 persen YoY
KPR/KPA | 10,5 persen YoY
Realestat | 4,3 persen YoY
Konstruksi | 0,5 persen YoY
Penyaluran FLPP Per 3 Juni 2022
- Realisasi: 81.846 unit rumah
- Nilai: Rp 9,09 triliun
Sumber: BI, BP Tapera

Menebak Ranking FIFA Timnas Indonesia Selanjutnya Jika Menang Lawan Mozambik
Bocor! Alasan Brian Uriarte Tetap P4 Meski Crash di Moto3 Hungaria 2026, Bikin Veda Ega Pratama Finis P16
Prediksi Piala Dunia 2026: Sejarah Sebut Hanya 5 Tim Lolos Semua Kriteria Juara, Belanda Masuk Daftar
Media Jerman Pusing Lihat Ngerinya Performa Veda Ega Pratama di Sesi Practice Moto3 Hungaria 2026
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Breaking News! Veda Ega Pratama Naik ke Peringkat 3 Moto3 2026 Usai Diskualifikasi Adrian Fernandez
Eksklusif! Perjuangan Nyo Daftar Player Escort Sejak 2024, Menangis Haru Dipeluk Nathan Tjoe-A-On di Timnas Indonesia
Kronologi Lengkap Diskualifikasi Adrian Fernandez di Moto3 2026, Veda Ega Pratama Naik ke Posisi Tiga Klasemen
Hasil Practice Moto3 Hungaria 2026: Veda Ega Pratama Finis P2 dan Lolos ke Q2, Hakim Danish Justru Tersandung
Viral Pengemudi Ojek Pangkalan Getok Harga Rp 400 Ribu Senayan-Bundaran HI, Modus Bilang Tarif "58"
