Logo JawaPos
Author avatar - Image
Minggu, 10 Juli 2022 | 23.24 WIB

Longgarkan LTV Agar Milenial Nggak Numpang di Rumah Mertua

Photo - Image

Photo

Antisipasi Masyarakat Sulit Beli Tempat Tinggal karena Lonjakan Inflasi

JawaPos.com – Penyaluran kredit pemilikan rumah (KPR) mulai meningkat. Perbankan menargetkan pekerja milenial sebagai sasaran pasar. Namun, tren inflasi yang tinggi berpotensi menyulitkan masyarakat memiliki tempat tinggal.

Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati menjelaskan, lonjakan inflasi bakal memicu Bank Indonesia (BI) menaikkan suku bunga acuan. Kondisi itu tentu berimbas terhadap suku bunga KPR. Karena itu, pemerintah mengajak seluruh pemangku kepentingan mendorong pasar pembiayaan perumahan di tanah air.

BI sebagai regulator bisa membuat kebijakan makroprudensial dengan menurunkan aset tertimbang menurut risiko (ATMR) untuk sektor perumahan. Juga lebih melonggarkan loan to value (LTV).

"Tujuannya adalah lebih banyak yang berani mendanai sektor perumahan karena risikonya diturunkan bobotnya oleh bank sentral kita di dalam prudential frame-nya," paparnya.

Sinergi BI, OJK, dan Kemenkeu menjadi sangat penting untuk menggairahkan sektor perumahan. Peran industri dan para investor juga cukup vital.

Sementara itu, PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BTN) mencatatkan penyaluran KPR tumbuh 7,68 persen year-on-year (YoY) hingga Juni 2022. Selain itu, berdasar data Badan Pengelola Tabungan Perumahan Rakyat (BP Tapera) pada Mei 2022, penyaluran KPR berskema fasilitas likuiditas pembiayaan perumahan (FLPP) didominasi BTN dan UUS BTN Syariah. Masing-masing sebesar 56,09 persen dan 11,38 persen.

"Angka terbaik pertumbuhan kredit BTN selama pandemi, yang mayoritas dalam bentuk KPR. Sebelum pandemi, kami bicaranya belasan persen," kata Wakil Direktur BTN Nixon L.P. Napitupulu Jumat (8/7).

Dia optimistis tren pertumbuhan bisa dijaga hingga akhir tahun. Berkisar 9–10 persen sepanjang 2022. Salah satu strateginya, menggenjot KPR ke segmen milenial.

"Menyasar nasabah berusia 21 tahun hingga 39 tahun," ujarnya.

Komisioner BP Tapera Adi Setianto menyebutkan, pihaknya telah menyalurkan dana FLPP untuk 81.846 unit rumah senilai Rp 9,09 triliun per 3 Juni 2022. Minat masyarakat terhadap dana FLPP cukup tinggi. Terlihat dari banyaknya bank penyalur yang mengajukan pencairan dana FLPP.

Meski demikian, lanjut Adi, dana FLPP tidak hanya disalurkan. Tetapi juga memperhatikan ketepatan sasaran dan kualitas bangunan.

"Kami berfokus pada ketepatan sasaran, kualitas bangunan, dan perbaikan proses bisnis dengan melibatkan perbankan dan pengembang. Semua ini kami lakukan untuk memperbaiki kualitas layanan terhadap masyarakat," jelasnya.

CEO Indonesia Property Watch Ali Tranghanda menyatakan, properti sebenarnya masih cukup bertahan dan menjadi salah satu andalan untuk menggerakkan sektor realestat. Tecermin dari peminat properti sebesar 58,6 persen.

Rumah masih menjadi primadona dengan kontribusi 51,8 persen. Milenial yang aktif membeli rumah berusia di kisaran 27–39 tahun dengan penghasilan rata-rata Rp 8,5 juta per bulan.

KINERJA PEMBIAYAAN SEKTOR PROPERTI (PER APRIL 2022)

Jenis Kredit | Pertumbuhan

Properti | 6,1 persen YoY

KPR/KPA | 10,5 persen YoY

Realestat | 4,3 persen YoY

Konstruksi | 0,5 persen YoY

Penyaluran FLPP Per 3 Juni 2022

- Realisasi: 81.846 unit rumah

- Nilai: Rp 9,09 triliun

Sumber: BI, BP Tapera

Editor: Estu Suryowati
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore