
Photo
JawaPos.com - Sepanjang tahun 2021 yang tinggal beberapa pekan lagi, penggunaan platform pembayaran digital atau e-wallet (dompet digital) di Indonesia dilaporkan tumbuh pesat. Hal ini menurut laporan dari Xendit, perusahaan payment gateway dan teknologi keuangan Indonesia tentang tren pembayaran digital selama tahun 2021.
Dalam periode satu tahun penuh (30 November 2020-30 November 2021), Xendit mengklaim telah memproses lebih dari 150 juta transaksi pembayaran digital, baik di Indonesia maupun Filipina.
Nilai total volume transaksi pun mengalami peningkatan, menjadi lebih dari USD12 miliar atau setara Rp171 triliun lebih pada tahun 2021. Saat ini, Xendit memiliki lebih dari 3.000 merchants aktif, yang terdiri dari 90 persen merchant Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) dan 10 persen perusahaan.
Dalam rangkuman data Xendit yang berjudul 'Tren Pembayaran Digital Indonesia 2021', ditemukan bahwa metode pembayaran yang paling banyak digunakan di Indonesia adalah: e-wallet dengan persentase penggunaan lebih dari 40 persen, Virtual Account lebih dari 40 persen, kartu kredit dan QR Code masing-masing lebih dari lima persen.
Lebih jauh, Xendit juga menemukan bahwa hampir separuh seller online sudah menerima pembayaran via e-wallet. Pemakaian e-wallet dilaporkan mengalami pertumbuhan signifikan dari tahun ke tahun, terutama selama pandemi, dengan total pertumbuhannya mencapai lebih dari 300 persen dari awal tahun 2021.
Jumlah pengguna e-wallet juga meningkat 2,4 kali lipat dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Di bulan November 2021, hampir separuh merchant Xendit sudah memiliki kanal e-wallet khusus untuk menerima pembayaran pembeli.
Penggunaan QR Code juga mengalami kenaikan hingga tujuh kali lipat dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Akselerasi ini didorong oleh regulasi pemerintah yang menetapkan Quick Response Indonesian Standard (QRIS), sehingga semua pembayaran digital dapat difasilitasi hanya dengan satu kode yang sama.
Di bulan November 2021, Xendit mencatat bahwa 1 dari 5 merchant telah menggunakan QR code untuk menerima pembayaran dari pembeli.
Berdasarkan data Xendit, rata-rata nilai transaksi untuk setiap metode pembayaran sangat bervariasi dengan Virtual Account menempati angka tertinggi (rata-rata Rp 2,3 juta dan e-wallet menempati angka terkecil rata-rata Rp70 ribu.
Hal ini disebut mengindikasikan bahwa e-wallet banyak digunakan untuk pembayaran bernilai kecil, serupa dengan QR Code yang mencatatkan nominal transaksi rata-rata Rp250.000.
Sementara itu, untuk pembelian bernominal besar, pembeli Indonesia lebih banyak mengandalkan Virtual Account, outlet ritel dengan rata-rata angka transaksi Rp 1,2 jutaan dan kartu kredit rata-rata Rp800 ribuan.
Masih menurut laporan Xendit, sektor yang memiliki peningkatan transaksi terbanyak selama tahun 2021 berasal dari tiga industri, yaitu produk digital dengan peningkatan lebih dari 400 persen Industri jasa dengan peningkatan lebih dari 300 persen, dan jasa keuangan dengan peningkatan lebih dari 150 persen.
"Kami melihat bahwa selama beberapa tahun terakhir, konsumen Indonesia menginginkan metode pembayaran yang semakin beragam. Untuk itulah, sangat penting bagi para pemilik bisnis baik usaha besar maupun mikro untuk dapat beradaptasi dan menyediakan berbagai metode pembayaran digital," ungkap Moses Lo, CEO dan Co-Founder Xendit.
Dia menambahkan, sebagai perusahaan teknologi keuangan yang terdepan di Indonesia, Xendit berkomitmen untuk terus berinovasi dan menawarkan solusi-solusi pembayaran digital terbaru, sesuai dengan tren yang dibutuhkan oleh konsumen Indonesia.
"Kami juga akan terus bekerja sama dengan berbagai pihak, untuk bisa membantu semakin banyak pelaku bisnis meraih kesuksesan di era digital ini," tandasnya.
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!

Doktif Bongkar Transfer Rp 9 Juta Richard Lee, Disebut untuk Jasa Prostitusi
Perilaku Menantu Tak Cerminkan Orang Kerajaan, Sultan Brunei Cabut Gelar Istri Pangeran Abdul Malik
Sakit Hati, Alasan Eks Karyawan Bongkar Aib Richard Lee Suka 'Jajan Cewek'
Doktif Sebut Richard Lee Transfer Uang ke Mucikari, Klaim Gunakan Anak di Bawah Umur
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Richard Lee Bela Perempuan di Podcast, Eks Karyawan: Dia Penjahat Wanita
Profil Penang FC: Ujian Persebaya Jelang Super League, Ada Misi Khusus Bernardo Tavares
Profil Lengkap Destry Damayanti, Calon Tunggal Gubernur BI
Finis P9 Moto3 Inggris 2026, Veda Ega Pratama Bongkar Kesalahan di Silverstone
Tumplek Blek! Ribuan Massa Padati Jalan Gubernur Surabaya untuk Ikuti Aksi Tolak LGBTQ
