Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 23 Januari 2020 | 04.30 WIB

Pertamina Targetkan TKDN Kilang Hingga 80 Persen

Direktur Utama Pertamina Nicke Widyawati saat Kick Off Program Percepatan Pembangunan Kilang Pertamina Senin (20/1). - Image

Direktur Utama Pertamina Nicke Widyawati saat Kick Off Program Percepatan Pembangunan Kilang Pertamina Senin (20/1).

JawaPos.com - PT Pertamina berkomitmen meningkatkan penggunaan komponen dalam negeri pada proyek pembangunan kilang di beberapa daerah yang nilai investasinya mencapai USD 60 miliar atau sekitar Rp 816 triliun. Untuk itu, Pertamina meminta dukungan dari sisi regulasi, perpajakan, dan kesiapan industri nasional.

"Kami berkomitmen mengoptimalkan tingkat komponen dalam negeri (TKDN) dalam proyek pembangunan kilang. Tapi, faktanya banyak produk yang dihasilkan di dalam negeri masih lebih mahal daripada impor. Untuk itu kita perlu dukungan banyak pihak," ujar Direktur Utama Pertamina Nicke Widyawati di sela Kick Off Program Percepatan Pembangunan Kilang Pertamina Senin (20/1).

Dia mencontohkan, banyak industri pendukung yang masih terbebani dengan regulasi dan pajak tinggi. "Pajak produk dalam negeri lebih tinggi dibanding kita impor. Processing kena PPN, lalu ada PPh final, PPh badan. Kalau ada keuntungan dividennya kena lagi. Belum lagi bunga pinjaman bank sangat tinggi. Sementara produk impor cuma kena satu pajak."

Padahal, Nicke berharap proyek pembangunan kilang Pertamina bisa menjadi pendorong bergeraknya industri nasional selanjutnya, selain dari proyek pembangunan pembangkit listrik 35 ribu megawatt (MW). "Untuk program TKDN barang dan jasa kilang sekarang rata-rata sudah 30–35 persen. Tahun depan akan kami tingkatkan jadi 45 persen dan tahun-tahun berikutnya bisa sampai 80 persen," tambahnya.

Direktur Utama Barata Indonesia Fajar Harry Sampurno mengatakan, Kementerian BUMN telah menunjuk Barata menjadi anggota tim percepatan pembangunan kilang minyak Pertamina. "Kami siap ambil bagian untuk mendongkrak TKDN kilang Pertamina," ujarnya.

Di lokasi yang sama, Dirjen Industri Logam, Mesin, Alat Transportasi, dan Elektronika (ILMATE) Kementerian Perindustrian Harjanto mengatakan bahwa semua pihak punya peran masing-masing, baik dari sisi engineering hingga operasional dalam megaproyek kilang Pertamina. "Dulu ada proyek 35 ribu mw, tapi belum maksimal mendongkrak industri nasional. Kali ini kami harapkan bisa tercapai," jelasnya.

Editor: Estu Suryowati
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore