
Photo
JawaPos.com – Rasio energi baru terbarukan (EBT) terus ditingkatkan dalam produksi listrik. PT Pembangkit Jawa Bali (PJB) pun menggenjot rasio cofiring di Unit Pembangkitan (UP) Paiton 1 dan 2.
Pelaksana Harian General Manager UP Paiton 1-2 Anggoro Hadi Novianto mengatakan, upaya peningkatan rasio EBT sebenarnya bukan hanya dari pembangunan pembangkit listrik energi alternatif. Namun, penggunaan bahan baku alternatif di pembangkit existing juga menjadi salah satu upaya untuk meningkatkan listrik yang lebih hijau.
"Kami adalah pelopor komersialisasi cofiring biomassa dengan menggunakan sawdust (serbuk kayu, Red). Karena itu, kami terus berupaya untuk menjadi yang terdepan dalam bidang tersebut," ujarnya dalam media tour Jumat (4/2).
Sejak komersialisasi pada Juni 2020, UP Paiton 1-2 sudah mendekati target bauran 5 persen. Pada akhir tahun lalu sudah mencapai 4,4 persen dari total kapasitas input pembangkit sebesar 275 ribu ton. Capaian itu jauh jika dibandingkan rasio biomassa pada 2020 yang hanya 0,41 persen.
Selama ini UP Paiton 1-2 mendapatkan bahan baku biomassa itu dari pengepul sawdust pohon sengon di wilayah Probolinggo, Bondowoso, Jember, dan Lumajang. Namun, mereka juga terus berupaya mencari sumber lain.
Salah satunya, penanaman pohon kaliandra. Mereka sudah menanam 20 ribu pohon sebagai proyek percontohan.
"Kalau proyek ini berhasil, kita bisa menciptakan ekosistem suplai chain untuk bahan bakar alternatif di PLTU," tuturnya.
UP Paiton juga sedang meneliti penggunaan biomassa kayu di kisaran 20–50 persen. Jika berhasil, Anggoro percaya bahwa pada masa depan dua pembangkit dengan kapasitas 2 x 400 megawatt (mw) itu bisa beroperasi menggunakan 100 persen biomassa sebelum 2035.
Dia mengatakan, itu merupakan cara yang paling jitu agar pemerintah bisa tetap memanfaatkan pembangkit yang beroperasi lebih dari dua dekade. Pasalnya, megaproyek listrik 35 ribu mw diperkirakan rampung pada 2025.
Pada saat itu oversuplai listrik di Indonesia pasti memuncak. Alhasil, pembangkit yang tak terlalu efisien seperti UP Paiton 1-2 bakal diistirahatkan.
"Dengan mengganti sumber energi dari batu bara menjadi biomassa, seharusnya kami masih bisa beroperasi karena masuk kategori EBT," paparnya.

Persebaya Surabaya Rayakan Kembalinya Bruno Moreira, Bonek Kompak Satu Suara
14 Kuliner Malam Bandung yang Paling Enak dan Selalu Ramai hingga Larut Malam dengan Suasana Seru dan Rasa Lezat
Bocoran Soal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
18 Rekomendasi Kuliner di Tangerang untuk Keluarga, Tempat Makan Favorit dari Tradisional sampai Modern
Link Live Streaming Semifinal Uber Cup 2026 Indonesia vs Korea Selatan dan Line-up Pertandingan
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
