Logo JawaPos
Author avatar - Image
Minggu, 6 Februari 2022 | 21.14 WIB

Upaya PLTU Paiton Hindari Pengistirahatan Pembangkit Listrik pada 2035

Photo - Image

Photo

JawaPos.com – Rasio energi baru terbarukan (EBT) terus ditingkatkan dalam produksi listrik. PT Pembangkit Jawa Bali (PJB) pun menggenjot rasio cofiring di Unit Pembangkitan (UP) Paiton 1 dan 2.

Pelaksana Harian General Manager UP Paiton 1-2 Anggoro Hadi Novianto mengatakan, upaya peningkatan rasio EBT sebenarnya bukan hanya dari pembangunan pembangkit listrik energi alternatif. Namun, penggunaan bahan baku alternatif di pembangkit existing juga menjadi salah satu upaya untuk meningkatkan listrik yang lebih hijau.

"Kami adalah pelopor komersialisasi cofiring biomassa dengan menggunakan sawdust (serbuk kayu, Red). Karena itu, kami terus berupaya untuk menjadi yang terdepan dalam bidang tersebut," ujarnya dalam media tour Jumat (4/2).

Sejak komersialisasi pada Juni 2020, UP Paiton 1-2 sudah mendekati target bauran 5 persen. Pada akhir tahun lalu sudah mencapai 4,4 persen dari total kapasitas input pembangkit sebesar 275 ribu ton. Capaian itu jauh jika dibandingkan rasio biomassa pada 2020 yang hanya 0,41 persen.

Selama ini UP Paiton 1-2 mendapatkan bahan baku biomassa itu dari pengepul sawdust pohon sengon di wilayah Probolinggo, Bondowoso, Jember, dan Lumajang. Namun, mereka juga terus berupaya mencari sumber lain.

Salah satunya, penanaman pohon kaliandra. Mereka sudah menanam 20 ribu pohon sebagai proyek percontohan.

"Kalau proyek ini berhasil, kita bisa menciptakan ekosistem suplai chain untuk bahan bakar alternatif di PLTU," tuturnya.

UP Paiton juga sedang meneliti penggunaan biomassa kayu di kisaran 20–50 persen. Jika berhasil, Anggoro percaya bahwa pada masa depan dua pembangkit dengan kapasitas 2 x 400 megawatt (mw) itu bisa beroperasi menggunakan 100 persen biomassa sebelum 2035.

Dia mengatakan, itu merupakan cara yang paling jitu agar pemerintah bisa tetap memanfaatkan pembangkit yang beroperasi lebih dari dua dekade. Pasalnya, megaproyek listrik 35 ribu mw diperkirakan rampung pada 2025.

Pada saat itu oversuplai listrik di Indonesia pasti memuncak. Alhasil, pembangkit yang tak terlalu efisien seperti UP Paiton 1-2 bakal diistirahatkan.

"Dengan mengganti sumber energi dari batu bara menjadi biomassa, seharusnya kami masih bisa beroperasi karena masuk kategori EBT," paparnya.

Editor: Estu Suryowati
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore