
Petugas medis dikerahkan di kompleks permukiman di Distrik Chaoyang, Beijing, Tiongkok, yang sedang di-lockdown, Senin (21/11). M. Irfan Ilmie/Antara
JawaPos.com - Harga minyak mentah ditutup bervariasi pada hari Kamis (1/12) atau Jumat pagi waktu Indonesia. Ini terjadi imbas pelemahan dolar dan harapan meningkatnya permintaan bahan bakar di Tiongkok setelah pembatasan Covid-19 yang mereda di dua kota besarnya.
Mengutip Reuters, minyak mentah berjangka jenis Brent menetap 9 sen lebih rendah sebesar USD 86,88 per barel. Sedangkan, minyak mentah berjangka jenis West Texas Intermediate (WTI) Amerika Serikat (AS) menetap di harga USD 81,22 per barel atau naik 67 sen atau 0,8 persen.
Meski bervariasi, kedua minyak ini telah berada sesuai target harga untuk kenaikan mingguan pertama. Sebelumnya, selama tiga minggu berturut-turut harga minyak mengalami penurunan, bahkan pada hari Senin Brent menyentuh USD 80,61 atau harga terendah sejak 4 Januari.
"Kami memasuki sesi dengan bullish, tetapi kami tidak akan mencapai USD 100. Bahkan tidak peduli kota apa (di Tiongkok) yang dibuka kembali," kata Eli Tesfaye, ahli strategi pasar senior di RJO Futures.
Tesfaye memperkirakan minyak ke depan akan diperdagangkan di kisaran USD 70 - USD 90 per barel. Secara bertahap akan stabil seiring dengan volatilitas yang lebih tinggi dalam beberapa pekan terakhir.
Sementara itu, Matt Smith, analis minyak utama di Kpler mengatakan pergeseran strategi nol-Covid-19 Tiongkok meningkatkan optimisme tentang pemulihan permintaan minyak di sana. Hal ini bersamaan dengan Kota Guangzhou dan Chongqing yang mengumumkan pelonggaran pembatasan Covid-19 pada hari Rabu.
"Pasar minyak akan terus diterpa oleh berita yang sedang berlangsung dari Tiongkok. Mengingat besarnya dampak penguncian yang sedang berlangsung terhadap permintaan minyak di konsumen terbesar kedua di dunia ini," kata Matt Smith dalam rilisnya.
Lebih lanjut, penurunan minyak didukung oleh penurunan indeks dolar ke level terendah sejak Agustus. Hal ini terjadi setelah Ketua Federal Reserve AS Jerome Powell mengatakan kenaikan suku bunga dapat melambat bulan ini.
Dolar yang lebih lemah membuat minyak lebih murah bagi pemegang mata uang lainnya. Prospek batas harga yang lebih rendah pada minyak Rusia juga memberikan dukungan terhadap harga Brent dan WTI.
Sebelumnya, Pemerintah Uni Eropa secara tentatif menyetujui batas USD 60 pada minyak Rusia pada Kamis. Namun sekarang, minyak mengalihkan fokus ke pertemuan OPEC pada hari Minggu.
Organisasi Negara Pengekspor Minyak (OPEC) dan sekutunya atau OPEC+, akan bertemu secara virtual pada 4 Desember, meskipun perubahan kebijakan tampaknya tidak mungkin terjadi.

Bocor! Alasan Brian Uriarte Tetap P4 Meski Crash di Moto3 Hungaria 2026, Bikin Veda Ega Pratama Finis P16
Menebak Ranking FIFA Timnas Indonesia Selanjutnya Jika Menang Lawan Mozambik
Profil Irjen Pipit Rismanto, Pati Polri yang Diungkap IPW Diduga Diperiksa Propam Polri Terkait Dugaan Korupsi Pertambangan
Viral! Diduga Dana Operasional Belum Cair, Sejumlah SPPG Mogok Operasional Mulai 8 Juni 2026
Prediksi Piala Dunia 2026: Sejarah Sebut Hanya 5 Tim Lolos Semua Kriteria Juara, Belanda Masuk Daftar
Viral Pengemudi Ojek Pangkalan Getok Harga Rp 400 Ribu Senayan-Bundaran HI, Modus Bilang Tarif "58"
Resmi! Veda Ega Pratama Kena Long Lap Penalty, Peluang Podium Moto3 Hungaria 2026 Terancam?
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Apa Itu Weton Tibo Pati dan Siapa Saja yang Mendapatkan Julukan Ini? Simak Misteri di Balik Nasib Weton Tibo Pati
Isu Reshuffle Kabinet Sempat Mencuat, Siapa Saja Menteri Berpotensi Diganti oleh Presiden Prabowo?
