
ILUSTRASI: Pengeboran minyak mentah dunia. (Istimewa)
JawaPos.com – Harga minyak dunia ambruk lebih dari 5 persen pada perdagangan Senin (25/5), setelah pasar mulai optimistis terhadap peluang tercapainya kesepakatan damai antara Amerika Serikat dan Iran.
Mengutip Reuters, kontrak minyak mentah Brent tercatat turun USD 5,09 atau 4,9 persen menjadi USD 98,45 per barel. Sementara itu, minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) Amerika Serikat merosot USD 5,22 atau 5,4 persen ke posisi USD 91,38 per barel.
Diketahui, penurunan tajam ini dipicu pernyataan Presiden AS Donald Trump yang menyebut nota kesepahaman terkait perdamaian dengan Iran sebagian besar telah dinegosiasikan. Kesepakatan itu diharapkan membuka kembali jalur strategis Selat Hormuz yang selama ini menjadi pusat kekhawatiran pasar energi global.
Meski demikian, proses negosiasi disebut belum sepenuhnya mulus. AS dan Iran masih berselisih dalam sejumlah isu penting, termasuk mekanisme pembukaan blokade Selat Hormuz dan penyelesaian berbagai tuntutan ekonomi Iran.
Trump bahkan mengingatkan bahwa pemerintahannya tidak ingin terburu-buru mencapai kesepakatan final. Sikap tersebut membuat pelaku pasar tetap berhati-hati meskipun sentimen positif mulai muncul.
“Kita pernah berada di tahap ini sebelumnya, hanya untuk kemudian pembicaraan gagal. Oleh karena itu, pasar kemungkinan akan lebih berhati-hati agar tidak bereaksi berlebihan,” ujar Kepala Strategi Komoditas ING Warren Patterson, seperti dikutip Reuters, Senin (25/5).
Disisi lain, Anis Phillip Nova Priyanka Sachdeva juga menilai normalisasi distribusi minyak global tidak akan terjadi dalam waktu singkat. Infrastruktur minyak dan gas yang rusak akibat konflik diperkirakan membutuhkan waktu berbulan-bulan untuk kembali beroperasi normal.
“Semakin lama krisis ini berlarut-larut, semakin dipertanyakan apakah para pemimpin dunia benar-benar menginginkan berakhirnya gangguan ini dengan cepat,” jelas Phillip.
Di tengah gejolak harga minyak, perusahaan energi AS justru mulai meningkatkan aktivitas pengeboran. Baker Hughes melaporkan jumlah rig minyak dan gas alam AS naik tujuh unit menjadi 558 rig pada pekan yang berakhir 22 Mei 2026.
Angka tersebut menjadi level tertinggi sejak Juni 2025 sekaligus menandai kenaikan lima pekan berturut-turut. Meski begitu, jumlah total rig masih tercatat lebih rendah dibanding periode yang sama tahun lalu.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Herri Pras Akhirnya Minta Maaf Usai Digeruduk Petarung MMA karena Hina UAH dan UAS
Netty Pergi, Jenderal Ditangkap: Ketika Riset Doktoral Membaca Kerusakan Polri dari Dalam
7 Kebiasaan Masa Kecil yang Berpengaruh Pada Kesuksesan Anak di Masa Depan
Blunder Berujung Gol, Fitrah Maulana Ungkap Perasaannya Usai Persib Menang
Prediksi Skor Madura United vs Arema FC: Pertarungan Seru Ze Gomes dan Andre Caldas
Prediksi Skor PSIM vs Dewa United di BRI Super League: Laskar Mataram Berpeluang Beri Kejutan!
Prediksi Skor Toulouse vs Strasbourg: Les Violets Berusaha Akhiri Paceklik Gol di Kandang
Prediksi Skor Cagliari vs Frosinone: Canarini Bidik Akhiri Kutukan 13 Tahun
Prediksi Skor PSIM Yogyakarta vs Dewa United: Banten Warriors Curi Kemenangan di Sultan Agung
Kamera Pengintai Identifikasi 19 Macan Tutul Jawa Beserta Rantai Makanannya di TNBTS

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022