
Forum Ekonomi Global SPIEF 2026 soroti eskalasi geopolitik global terhadap harga minyak dunia. (Istimewa).
JawaPos.com - Harga minyak dunia berpotensi melonjak tajam dalam beberapa bulan hingga tahun ke depan akibat ketegangan geopolitik, gangguan pasokan global, dan kemungkinan sanksi baru terhadap Rusia. Sejumlah pelaku industri energi dan ekonom internasional bahkan memperkirakan harga minyak dapat menembus level USD 170 per barel dalam skenario terburuk.
Bagi Indonesia, proyeksi tersebut bukan sekadar isu pasar energi global. Kenaikan harga minyak berisiko meningkatkan biaya impor migas, memperlebar defisit perdagangan energi, menambah tekanan inflasi, hingga memperbesar beban subsidi dan kompensasi energi yang ditanggung pemerintah.
Prediksi tersebut mengemuka dalam Panel Energi yang menjadi bagian dari St. Petersburg International Economic Forum (SPIEF) 2026, forum ekonomi tahunan yang mempertemukan pembuat kebijakan, pelaku bisnis, akademisi, dan tokoh publik untuk membahas berbagai isu strategis ekonomi global.
CEO Rosneft sekaligus Sekretaris Eksekutif Komisi Kepresidenan Rusia untuk Pengembangan Strategis Sektor Bahan Bakar dan Energi serta Keamanan Lingkungan, Igor Sechin, menilai dinamika pasar minyak dalam jangka menengah akan sangat ditentukan oleh situasi di Selat Hormuz.
Menurut Sechin, jika berbagai pembatasan yang muncul akibat konflik geopolitik dapat dicabut pada akhir 2026, harga minyak rata-rata berpotensi berada di kisaran US$95 hingga USD 96 per barel. Namun, pemulihan pasokan energi global tidak akan terjadi secara instan.
"Pemulihan pasokan akan membutuhkan waktu dan investasi yang signifikan," kata Sechin melalui keterangannya.
Dalam skenario tersebut, harga minyak dalam satu tahun ke depan diperkirakan bertahan pada kisaran USD 80 hingga USD 85 per barel. Adapun pada paruh kedua 2027, pasar diprediksi mulai kembali bergerak berdasarkan fundamental ekonomi dan keseimbangan pasokan-permintaan.
Sechin juga mengingatkan bahwa pasar energi dapat menghadapi lonjakan harga yang jauh lebih ekstrem apabila negara-negara Barat kembali memperketat sanksi terhadap ekspor minyak Rusia. Menurutnya, tambahan sanksi berpotensi mendorong harga minyak naik drastis.
"Tambahan USD 100 akan ditambahkan ke level USD 150–160," lanjutnya.

Profil Ikhwan Ali Tanamal: Winger Baru Persib Bandung Menyala di Piala Presiden 2026, Wonderkid Tulehu Dikontrak hingga 2028
Prediksi Skor PSMS Medan vs Port FC Piala Presiden 2026: Debut Bruno Moreira Usai Tinggalkan Persebaya Surabaya
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Profil Fajar Listyantara, Legenda PSS Sleman dan PSIM Yogyakarta yang Meninggal Dunia Akibat Gagal Ginjal
Bentrok Maut Tambak Matraman, Satu Orang Tewas, Motor hingga Rumah Semi Permanen Dibakar
Prediksi Skor Persebaya Surabaya vs Persija Jakarta di Piala Presiden 2026: Momentum Green Force Unjuk Gigi
Ikhwan Ali Tanamal Resmi Gabung Persib Bandung, Siap Bekerja Keras Rebut Tempat di Tim Utama
Prediksi Susunan Pemain PSMS Medan vs Port FC di Piala Presiden 2026: Port Lions Masih Terlalu Digdaya!
Prediksi Skor Persib Bandung vs Arema FC di Piala Presiden 2026: Maung Bandung Masih Terlalu Perkasa?
Cek Warna Keberuntungan Menurut Hari dan Pasaran Jawa: Rahasia Menarik Energi Positif dan Kesuksesan Setiap Hari!
