Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 30 Agustus 2018 | 01.52 WIB

Pelemahan Rupiah, Antam Menuai Berkah Penjualan Emas Laris Manis

Emas antam - Image

Emas antam

JawaPos.com - Perusahaan tambang emas PT Aneka Tambang Tbk (Antam) mengaku, pelemahan nilai tukar mata uang Rupiah terhadap Dolar Amerika Serikat (USD) membawa keuntungan bagi perseroan. Mahalnya Dolar membuat para invesor beralih untuk investasi emas. Sehingga Penjualan emas Antam meningkat di pasar domestik.


Direktur Utama Antam Arie Prabowo Ariotedjo menyebut, biasanya penjualan emas Antam antara ekspor dan di domestik relatif seimbang. Namun, tahun ini pihaknya melihat peningkatan yang drastis di pasar domestik.


"Permintaan dalam negeri meningkat mungkin imbas dari pelemahan Rupiah juga," ujarnya di Gedung Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Rabu (29/8).


Menurutnya, sepanjang semester satu tahun ini perseroan meraup keuntungan dari penjualan emas sudah mencapai 13,8 ton. Angka tersebut sekitar 9 ton merupakan penjualan emas di pasar domestik. Sementara penjualan ekspor hanya sekitar 4 ton lebih.


Pihaknya cukup bersyukur dengan catatan tersebut. Sebab kata Arie, penjualan emas di pasar domestik jauh lebih menguntungkan.


"Karena untuk penjualan dalam negeri betul-betul kita manufaktur, dari emas batangan kita potong-potong sampai 10 gram. Sementara ekspor demand-nya emas batangan 1 kg. Jadi value added yang dipotong-potong memberikan keuntungan lebih besar," imbuhnya.


Arie menambahkan, perseroan optimis penjualan dari produk emas tahun ini akan meningkat signifikan. Sebab total penjualan emas di semester I-2018 itu sudah melebihi capaian penjualan emas Antam secara keseluruhan di 2017 sebesar 13,2 ton.


"Oleh karena itu Antam yakin penjualan emas tahun ini mencapai 24-25 ton," kata Corporate Secretary Antam Aprilandi H. Setia.


Aprilandi menambahkan, perbedaan margin penjualan emas di domestik dan ekspor bisa mencapai 2-3 persen. Oleh karena itu perusahaan tetap akan menggenjot penjualan emas di pasar domestik.


"Kalau kami lihat sekarang orang masih ingin emas. Demand lokal besar pada saat rupiah melemah. Orang pilih emas karena lebih stabil. Untuk saat ini kalau cari keuntungan ya memang cari dolar tapi emas itu lebih long term," tandasnya.

Editor: Saugi Riyandi
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore