
Emas antam
JawaPos.com - Perusahaan tambang emas PT Aneka Tambang Tbk (Antam) mengaku, pelemahan nilai tukar mata uang Rupiah terhadap Dolar Amerika Serikat (USD) membawa keuntungan bagi perseroan. Mahalnya Dolar membuat para invesor beralih untuk investasi emas. Sehingga Penjualan emas Antam meningkat di pasar domestik.
Direktur Utama Antam Arie Prabowo Ariotedjo menyebut, biasanya penjualan emas Antam antara ekspor dan di domestik relatif seimbang. Namun, tahun ini pihaknya melihat peningkatan yang drastis di pasar domestik.
"Permintaan dalam negeri meningkat mungkin imbas dari pelemahan Rupiah juga," ujarnya di Gedung Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Rabu (29/8).
Menurutnya, sepanjang semester satu tahun ini perseroan meraup keuntungan dari penjualan emas sudah mencapai 13,8 ton. Angka tersebut sekitar 9 ton merupakan penjualan emas di pasar domestik. Sementara penjualan ekspor hanya sekitar 4 ton lebih.
Pihaknya cukup bersyukur dengan catatan tersebut. Sebab kata Arie, penjualan emas di pasar domestik jauh lebih menguntungkan.
"Karena untuk penjualan dalam negeri betul-betul kita manufaktur, dari emas batangan kita potong-potong sampai 10 gram. Sementara ekspor demand-nya emas batangan 1 kg. Jadi value added yang dipotong-potong memberikan keuntungan lebih besar," imbuhnya.
Arie menambahkan, perseroan optimis penjualan dari produk emas tahun ini akan meningkat signifikan. Sebab total penjualan emas di semester I-2018 itu sudah melebihi capaian penjualan emas Antam secara keseluruhan di 2017 sebesar 13,2 ton.
"Oleh karena itu Antam yakin penjualan emas tahun ini mencapai 24-25 ton," kata Corporate Secretary Antam Aprilandi H. Setia.
Aprilandi menambahkan, perbedaan margin penjualan emas di domestik dan ekspor bisa mencapai 2-3 persen. Oleh karena itu perusahaan tetap akan menggenjot penjualan emas di pasar domestik.
"Kalau kami lihat sekarang orang masih ingin emas. Demand lokal besar pada saat rupiah melemah. Orang pilih emas karena lebih stabil. Untuk saat ini kalau cari keuntungan ya memang cari dolar tapi emas itu lebih long term," tandasnya.

Fans Persija Datangi Sesi Latihan di Sawangan, Jakmania Bentangkan Spanduk Kritik untuk Manajemen Klub
Kemendiktisaintek Ubah Nama Prodi Teknik jadi Rekayasa, ini Daftarnya
Sekjen Laskar Merah Putih Minta Presiden Perhatikan Para Jaksa: Mereka Belum Dapat Apresiasi yang Proporsional
11 Oleh-Oleh Khas Semarang yang Paling Diburu Wisatawan karena Rasanya Lezat dan Cocok Dijadikan Buah Tangan
Jadwal Moto3 Catalunya 2026: Veda Ega Pratama Siap Jaga Konsistensi di Barcelona
Koperasi Desa Merah Putih di Pakuhaji Sepi dan Bangunan Sederhana, Dinkop UMKM Tangerang: Tidak Dibangun dari Dana Agrinas
5 Mall Terbaik dan Paling Cozy di Solo, Cocok untuk Menikmati Kuliner, Belanja, dan Nongkrong di Satu Tempat
13 Buah Tangan Khas Malang Paling Populer dengan Cita Rasa Lezat dan Harga Ramah di Kantong
12 Rekomendasi Oleh-Oleh Tradisional dan Kekinian Khas Bandung, Wajib Masuk Daftar Belanja Wisatawan Saat Berkunjung ke Kota Kembang
10 Rekomendasi Oleh-oleh Khas Solo yang Selalu Ramai Dibeli Saat Musim Liburan, Mulai dari Tradisional hingga Makanan Kekinian!
