
Ketua I Bidang Promosi Perkumpulan Pengusaha Bordir (Persadir) Jatim, Siska Sumartono. (Jawa Pos Photo)
JawaPos.com - Produk bordir selama ini identik dengan Tasikmalaya dan Bukittinggi. Karena itu, Perkumpulan Pengusaha Bordir (Persadir) Jatim berupaya keras untuk memperkenalkan produk dari para perajin lokal agar jadi tuan rumah di daerah sendiri.
Ketua I Bidang Promosi Persadir Siska Sumartono mengatakan, di Jatim sebenarnya banyak kantong perajin bordir. "Selama ini banyak yang berpikir bordir itu pakai mesin, padahal dalam bahasa Inggris embroidery yang artinya sulam. Kalau sulam pakai tangan," tandasnya. Bordir sendiri ada banyak jenis. Misalnya, sulam tangan, bordir aplikasi, sampai sulam usus.
"Jadi yang dimaksud menyulam dan membordir adalah memberi motif pada satu lembar kain dengan teknik menjahit," lanjutnya.
Saat ini jumlah perajin bordir yang bergabung di Persadir sebanyak 80 yang tersebar di beberapa daerah. Antara lain, Malang, Probolinggo, Jember, Bangil, Kota Pasuruan, Kabupaten Malang, Surabaya, Sidoarjo, Trenggalek, dan Tulungagung.
Tiap daerah memiliki kekhasan. Contohnya, bordir aplikasi merupakan khas Malang. "Di luar sepuluh daerah itu masih banyak. Ini upaya kami untuk mempromosikan bordir Jatim. Kami ingin menjadi tuan rumah di daerah sendiri," paparnya.
Salah satu upaya untuk mengenalkan melalui berbagai kegiatan seperti talk show, workshop, sampai fashion show. "Supaya bisa diterima kaum milenial," tuturnya.
Zaman dulu bordir sering dipakai untuk acara resmi yang dipadukan dengan kebaya. Sekarang ini pemakaian bordir diarahkan pada pakaian sehari-hari.
"Berupa desain baju yang trendi sehingga bisa dipakai kaum milenial," imbuh Siska.
Saat ini sebenarnya banyak entrepreneur baru yang mengembangkan produk fashion dengan bordir. "Kami diminta untuk mengajar di Universitas Ciputra untuk desain fashion. Jadi, diminta mengaplikasikan produk sulam pada fashion," ucapnya.
Bermula dari itu, pihaknya bisa menangkap peluang untuk mengembangkan produk bordir di bidang fashion secara lebih maksimal. Meski demikian, mengembangkan produk bordir untuk fashion bukan tanpa kendala.
Menurut Siska, kini banyak produk impor yang tersedia dengan harga murah. Harganya terpaut jauh karena fashion impor menggunakan bordir komputer.
"Ini perlu pemahaman bahwa daya tahan kekuatan dan seni berbeda. Sekilas sama, tapi itu berbeda," jelasnya.
Di Persadir tidak ada anggota yang memakai bordir komputer. Semua manual karena sekaligus sebagai upaya untuk melestarikan budaya membordir.
Jumlah anggota : 80
Strategi sosialisasi : Talk show, workshop, fashion show
Persebaran perajin : Malang, Probolinggo, Jember, Bangil, Kota Pasuruan, Surabaya, Sidoarjo, Trenggalek, Tulungagung
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!

Doktif Bongkar Transfer Rp 9 Juta Richard Lee, Disebut untuk Jasa Prostitusi
Perilaku Menantu Tak Cerminkan Orang Kerajaan, Sultan Brunei Cabut Gelar Istri Pangeran Abdul Malik
Sakit Hati, Alasan Eks Karyawan Bongkar Aib Richard Lee Suka 'Jajan Cewek'
Doktif Sebut Richard Lee Transfer Uang ke Mucikari, Klaim Gunakan Anak di Bawah Umur
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Richard Lee Bela Perempuan di Podcast, Eks Karyawan: Dia Penjahat Wanita
Profil Penang FC: Ujian Persebaya Jelang Super League, Ada Misi Khusus Bernardo Tavares
Profil Lengkap Destry Damayanti, Calon Tunggal Gubernur BI
Finis P9 Moto3 Inggris 2026, Veda Ega Pratama Bongkar Kesalahan di Silverstone
Tumplek Blek! Ribuan Massa Padati Jalan Gubernur Surabaya untuk Ikuti Aksi Tolak LGBTQ
