
Kegiatan ekspor - impor di pelabuhan.
JawaPos.com - Sejumlah pengamat ekonomi meyakini pilpres 2019 sangat membawa pengaruh pada kondisi investasi di Indonesia. Ada fenomena bahwa investor di sektor riil dalam posisi wait and see menunggu hasil pemilu 2019.
Kini, proses pencoblosan dalam pemilihan Umum Serentak 2019 telah berlangsung. Pemerintah meyakini iklim investasi akan segera tumbuh. Menteri Perindustrian, Airlangga Hartarto mengatakan pasca pemilu ini, akan banyak proyek yang segera berjalan yang telah diprogramkan pemerintah
“Berdasarkan pengalaman pemilu yang lalu, dunia usaha dan investasi itu selalu meningkat usai pemilu. Pengusaha kan melihatnya tidak sebentar, sejak reformasi sudah 5 kali pemilu. Empat kali pemilu sebelumnya, ekonomi selalu tumbuh setelah pilpres,” ujarnya di Jakarta, Kamis (18/4).
Menteri Keuangan, Sri Mulyani juga mengutarakan harapan yang serupa. Dia berharap usai pemilu, masyarakat bisa mengawal jalannya program-program pemerintah. Menurutnya, membutuhkan kebijakan yang responsif baik permasalahan ekonomi dunia maupun nasional.
“Di dalam negeri sendiri kondisinya seperti apa, hal-hal fundamental yang perlu diperbaiki, apakah itu infrastruktur, SDM, tata kelola, dan birokrasi,” jelas Mantan Direktur Pelaksana Bank Dunia tersebut.
Sementara itu, Pengamat Kebijakan Publik, Sidik Pramono menggarisbawahi satu hal lagi jika ingin invetasi nasional segera tumbuh, yaitu soal kepastian investasi. Dia berpendapat tingginya ketidakpastian di Indonesia karena seringkali suatu kebijakan berubah-ubah.
“Banyak faktor yang dapat mengubah suatu kebijakan, namun di Indonesia saya melihat seringkali dikarenakan adanya pergantian pimpinan atau adanya kepentingan lain,” ujar Sidik
Hal tersebut, menurut Sidik, membuat investor yang merujuk pada suatu kebijakan untuk menjalankan bisnisnya harus mengalami kerugian karena kebijakannya berubah dan tidak sejalan dengan rencana bisnis yang sudah disusun oleh investor. Contohnya seperti polemik yang terjadi di Pelabuhan Marunda antara PT. Karya Citra Nusantara (KCN) dengan BUMN, PT. Kawasan Berikat Nusantara (KBN).

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
11 Rekomendasi Gudeg Terenak di Jakarta, Kuliner Manis yang Tak Kalah Legit Seperti di Jogjakarta
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
12 Tempat Makan Legend di Bandung yang Wajib Dicoba, Ada yang Sudah Berdiri Sejak Zaman Belanda!
Tanpa Eliano Reijnders dan Luciano Guaycochea! Prediksi Susunan Pemain Bhayangkara FC vs Persib Bandung
11 Kuliner Malam Surabaya Paling Enak dan Legendaris untuk Kamu yang Sering Lapar Tengah Malam
