
TETAP ASET NEGARA: Pengambilalihan pengelolaan diumumkan melalui papan informasi yang dipasang di TMII, Jakarta, kemarin. (SALMAN TOYIBI/JAWA POS)
JawaPos.com – Pemerintah telah mengambil alih pengelolaan Taman Mini Indonesia Indah (TMII). Selama 44 tahun terakhir, tempat wisata yang berlokasi di Jakarta Timur itu dikelola Yayasan Harapan Kita milik keluarga Cendana.
Papan pemberitahuan alih kelola itu telah dipasang di pintu masuk gerbang utama TMII. ”Taman Mini Indonesia Indah dalam penguasaan dan pengelolaan Kemensetneg sejak 1 April 2021 (Perpres No 19/2021),” bunyi tulisan dalam papan tersebut. Kepala Bagian Humas TMII Adi Widodo mengungkapkan, papan atau plang tersebut ada sejak Rabu (7/4). Menurut dia, pengambilalihan itu merupakan keputusan yang wajar. Sebab, yang dialihkan hanyalah tata kelola, bukan aset. ”Aset kan memang milik negara sejak TMII diresmikan. Jadi, sebetulnya ini sesuatu yang wajar saja,” katanya kemarin (8/4).
Keputusan peralihan tersebut dilatarbelakangi sejumlah catatan buruk yang ditemukan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK). Salah satunya, pengelola TMII disebut tidak pernah menyetorkan pendapatan ke kas negara. Menanggapi isu tersebut, Adi mengaku tidak mengetahui pasti. Karena itu, dia tidak bisa memberikan penjelasan spesifik. Sebab, pihaknya hanya berkewajiban memberikan laporan ke Yayasan Harapan Kita. Urusan kas adalah kewenangan Yayasan Harapan Kita. Artinya, segala aktivitas hingga masalah keuangan di TMII ditangani Yayasan Harapan Kita selaku pihak yang berwenang saat itu. ”Kami sering kekurangan dan itu selalu dibantu Yayasan Harapan Kita. Pola birokrasi yang sudah terjadi ya seperti itu,” jelasnya.
Adi mengatakan, pihaknya selalu menaati aturan pemerintah. Termasuk memenuhi kewajiban membayar pajak. ”Retribusi yang harus disetorkan ke pemerintah kami setor. Apalagi ke pemda, ke nasional. Yang dimaksud dengan kas negara itu seperti apa, saya sendiri kurang memahami,” papar pria yang mengaku telah bekerja di TMII selama 30 tahun itu.
Di kantor Kementerian Sekretariat Negara (Kemensetneg), Mensesneg Pratikno menyatakan bahwa pengelola TMII nanti adalah BUMN yang biasa menangani pariwisata. Dengan begitu, dia optimistis pengelolaan TMII lebih profesional dan berkontribusi kepada negara. Namun, dia belum menyebut BUMN yang dimaksud. Yang jelas, pernyataan Pratikno itu sekaligus membantah isu bahwa Presiden Joko Widodo akan membentuk yayasan keluarga untuk mengelola TMII.
Baca juga: Diambil Alih Negara, Pengembangan TMII Tiru GBK
Pratikno menyatakan, Kemensetneg bakal menentukan kriteria lembaga yang mengelola TMII. Intinya, harus bisa memperbaiki TMII. Saat ini Kemensetneg membentuk tim transisi. Tim itulah yang akan memfasilitasi perpindahan pengelolaan TMII dari Yayasan Harapan Kita ke Kemensetneg. ”Tidak berarti nanti selamanya dikelola Kemensetneg,” ujarnya.
Saksikan video menarik berikut ini:
https://www.youtube.com/watch?v=Ui2eAx81NlE
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Ketua Komisi II DPR Usulkan Gaji PNS lewat Koperasi Hanya untuk Pegawai Pusat
Tak Hanya Bupati Klaten, KPK Juga Tangkap Kepala BPK Perwakilan Jawa Tengah
Prediksi Skor Estudiantes vs Flamengo: Panas Menuju Final Copa Libertadores
Prediksi Skor Deportivo La Coruna vs Levante: Granotes Paksa Tuan Rumah Berbagi Poin
Menkop Pastikan Gaji PNS Lewat Koperasi Mulai Tahun Ini, Tak Perlu Tunggu 2027
Prediksi Skor Garudayaksa FC vs Arema FC: Singo Edan Kembali ke Jalur Kemenangan
Prediksi Skor Frankfurt vs FC Koln di Bundesliga: Lini Pertahanan Rapuh Jadi Ancaman Tuan Rumah
KPK Terima Pengembalian Uang Rp 800 Juta dari Hercules Berkaitan Kasus Suap HGB Summarecon
Prediksi Skor Le Mans vs Toulouse: Duel Seru Tim Papan Bawah Demi Lolos Zona Degradasi
Prediksi Skor Garudayaksa vs Arema FC: Produktivitas Singo Edan Jadi Ancaman Bagi Tuan Rumah

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022