
Caption: Menteri Perdagangan Zulkifli Hasan berkunjung ke Universitas Muhammadiyah Sorong, Papua, Rabu (21/12). Foto: Istimewa
JawaPos.com - Menteri Perdagangan (Mendag) Zulkifli Hasan menjelaskan alasan MinyaKita mulai langka dan sulit didapat di pasaran. Diantaranya, karena saat ini minyak tersebut mulai digemari masyarakat dan disebabkan oleh suplai minyak sawit mentah atau Crude Palm Oil (CPO) Indonesia digunakan untuk biodiesel B35.
"MinyaKita ada dua sebab, harga tidak naik, tapi di pasar-pasar rakyat berkurang kirimannya, karena MinyaKita ini sekarang menjadi merek yang digemari oleh setiap konsumen," kata Mendag Zulkilfi Hasan kepada wartawan, Senin (30/1).
Ia juga menyebutkan, MinyaKita semakin digemari lantaran saat ini ketersediaannya sudah semakin luas. Mulai dari pasar-pasar modern, ritel modern.
Zulhas juga mengklaim bahwa kualitas MinyaKita sama dengan merek premium. Selanjutnya, ia juga menyebut alasan lain langkanya MinyaKita yaitu suplai minyak sawit mentah atau Crude Palm Oil (CPO) Indonesia digunakan untuk biodiesel B35.
"Kedua, kita kemarin menambah, B20 menjadi B35, B20 itu menyedot 2 juta CPO, untuk mengubah dari menjadi B20 itu (butuh) 9 juta, diubah menjadi B35 itu menjadi 3 juta. Jadi, perlunya 12 juta, menyedot lagi itu. Jadi, ada dua sebab itu," ujar Mendag.
Terkait kelangkaan ini, Mendag menyebut pemerintah mengundang para produsen minyak untuk menaikkan suplai. Menurutnya, sekitar 30 pengusaha datang yang tadinya suplai untuk MinyaKita itu 300 ribu ton per bulan kemduian dinaikkan 50 persen.
"Semua sudah sepakat, tanda tangan dari hampir 30 (pengusaha) itu yang suplainya MinyaKita 300 ribu ton ditambah 50 persen menjadi 450 ribu ton per bulan," imbuh Mendag.
Dengan cara itu Mendag berharap pasokan MinyaKita dapat kembali ke pasaran. "Mudah-mudahan dengan itu kita bisa membanjir kembali pasar-pasar tradisional atau pasar modern dengan curah atau minyak goreng merek MinyaKita," tandasnya.
Diberitakan sebelumnya, Minyak goreng kembali bergejolak di pasaran. Kali ini, khusus minyak goreng dalam kemasan sederhana Minyakita. Di Pasar Legi Ponorogo, minyak goreng curah itu tak lagi murah. Sebulan terakhir, dijual Rp 15.500-16.000 per liter. Melampaui harga eceran tertinggi (HET) yang ditetapkan pemerintah Rp 14 ribu per liter.
Diakui oleh pedagang di Madiun, Syamsudin, pasokan Minyakita juga langka. Normalnya, Syamsudin mendapat pasokan 100 karton per hari. Kini, dia hanya dapat separohnya. Itu pun tidak ajeg setiap hari. "Kalau minyak merek lain masih normal, tapi harganya di atas Minyakita mulai Rp 18.000-23.000," ujarnya.

Breaking News! Rival Veda Ega Pratama Didiskualifikasi dari Moto3 Catalunya 2026
Veda Ega Pratama Kudeta Peringkat Pertama! Update Klasemen Rookie of The Year Moto3 2026 Usai Brian Uriarte Didiskualifikasi
3 Bintang Baru Sudah Deal! Persebaya Surabaya Siapkan Misi Besar Bernardo Tavares di Musim 100 Tahun
Breaking News! Veda Ega Pratama Naik ke Peringkat 3 Moto3 2026 Usai Diskualifikasi Adrian Fernandez
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Sony Sonjaya Akan Ajukan Diri Jadi Justice Collaborator Kasus MBG, Janjikan Buka Nama-Nama Besar
Kronologi Lengkap Diskualifikasi Adrian Fernandez di Moto3 2026, Veda Ega Pratama Naik ke Posisi Tiga Klasemen
Surat Satir Sony Sanjaya ke Kepala BGN Baru Bikin Heboh, Netizen: Nanik Deyang Cepu ya Pak?
Resmi Jadi Tersangka Korupsi MBG, Sony Sonjaya Kirim Surat Satir ke Kepala BGN Baru: 'Terima Kasih Hadiah Indahnya'
Dikabarkan Deal! Persebaya Surabaya Gaet Lima Pemain Anyar, Empat Legiun Asing dan Satu Striker Lokal
