
Photo
JawaPos.com - Mitra Aquatic tak hanya melakukan budidaya untuk memenuhi permintaan pasar lokal. Usaha budidaya udang dan tanaman hias yang dilakukannya itu juga merambah ke pasar ekspor, di antaranya ke Singapura dan Jepang.
Berawal bersama dengan sang kakak bekerja di bidang aquascape, Iwan Hartono terdorong untuk menjalankan usaha secara mandiri.
“Tahun 1997, awal lulus SMA saya kerja ikut kakak saya di daerah Cibinong, Bogor. Dari situ, saya belajar dan menyukai bidang itu sampai akhirnya tertarik untuk menjalankan usaha ini secara mandiri,” kata pria yang kini sudah berusia 44 tahun.
Photo
Butuh waktu untuk ia mulai mencoba menjalankan usahanya secara mandiri. Pada tahun 2013, usaha Iwan diawali dari budidaya tanaman dan ikan hias air tawar yang pada saat itu banyak permintaan. Tidak puas hanya di situ, Iwan kemudian merambah ke budidaya udang hias air tawar yang permintaan pasarnya tak kalah tinggi.
Iwan memelihara dan menjual berbagai jenis udang hias dan tanaman hias. Salah satunya adalah jenis Red Cherry yang banyak diminta konsumen. Red Cherry memiliki ciri warna merah cemerlang yang dominan dengan perpaduan putih. Udang jenis ini biasa dipelihara pehobi untuk mempercantik akuarium air tawar dalam tatanan aquascape.
Photo
Sedangkan untuk tanaman hias, ia menjual jenis altenanthera, cryptocorine dan berbagai jenis tanaman untuk media aquascape lainnya.
Perawatan udang hias yang terbilang mudah dan cepat membuat alasan lain Iwan menjalankan usahanya hingga saat ini. Selain itu, perlengkapan yang dibutuhkan untuk proses pembudidayaan udang hias terbilang sederhana, hanya dibutuhkan kolam semen berukuran 1,5 x 1 meter lengkap dengan saringan. Tanpa menunggu lama, hanya satu hingga satu setengah bulan, udang hias ukuran sekitar 2cm telah siap dijual.
“Udang hias itu memiliki keunikan, waktu budidayanya terbilang cepat, perawatannya pun tidak terlalu susah, hanya saja ia harus hidup di habitat aslinya air jernih dan mengalir. Alhamdulilah semua itu ada di Kecamatan Tamansari,” tuturnya.
Photo
Melihat peluang pasar udang hias yang terus berkembang, pria yang hafal lebih 200 jenis bahasa latin udang dan tanaman hias ini terus memperbesar bidang usahanya. Ia manfaatkan pinjaman permodalan dari Lembaga Pengelola Modal Usaha Kelautan dan Perikanan (LPMUKP) untuk memperluas lahan dan memperbanyak produksi.
Hingga kini, udang dan tanaman hias hasil budidayanya bukan hanya dijual dengan cara konvensional. Ia juga memanfaatkan media jual beli online. “Saya jual di Tokopedia dengan nama toko Mitra Aquatic. Selain itu, saya aktif di grup-grup sosial media yang anggotanya para pehobi. Usaha ini memiliki keunikan dan nilai komersil yang menggiurkan, soalnya di mana-mana konsumennya ada,” tutupnya.

Prediksi Skor Paraguay vs Australia di Piala Dunia 2026: Berebut Tiket 32 Besar Namun Berpotensi Imbang
Prediksi Skor Turki vs Amerika Serikat di Piala Dunia 2026: The Stars & Stripes Berburu Rekor Sempurna di Fase Grup
Prediksi Skor Mesir vs Iran di Piala Dunia 2026: The Pharaohs Selangkah Lagi ke 32 Besar Piala Dunia 2026
Prediksi Skor Jepang vs Swedia di Piala Dunia 2026: Samurai Biru Incar Tiket 32 Besar di Laga Penentuan
Prediksi Skor Tanjung Verde vs Arab Saudi di Piala Dunia 2026: Misi Blue Sharks Pulangkan Green Falcons
Prediksi Skor Tunisia vs Belanda di Piala Dunia 2026: Oranje Wajib Menang demi Amankan Tiket 32 Besar
Prediksi Skor Selandia Baru vs Belgia di Piala Dunia 2026: Pembuktian Romelu Lukaku Belum Habis!
Prediksi Skor Uruguay vs Spanyol di Piala Dunia 2026: La Roja Tak Ingin Tersandung, La Celeste Wajib Menang
Prediksi Skor Curacao vs Pantai di Piala Dunia 2026: Misi Les Éléphants Menang demi Tiket 32 Besar
Prediksi Skor Ekuador vs Jerman di Piala Dunia 2026: Der Panzer Kejar Rekor Sempurna di Fase Grup
